Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Bawel banget


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Jangan dua tangan di saku, satu tangan begini! Baru abg lagi kencan!" Layla menarik tangan kiri Danu dan menggenggammm nya.


"Ayo kita jalan, kamu pilih apa yang ingin kau beli untuk setan kecil!" cicit Danu.


"Ha? Setan kecil?" Layla membola.


"Iya setan kecil, adik tiri mu." jelas Danu.


"Adik yang mana? Aku kan punya 2 adik tiri. Ke dua nya sama sama perempuan." ujar Layla, seolah menjelaskan pada Danu lebih jauh.


"Yang mana saja lah... apa kau juga akan membeli oleh oleh untuk teman teman mu?"


"Sudah pasti, kamu gak keberatan kan... kalo aku belikan untuk teman teman ku?" tanya Layla dengan tatapan menyelidik.


"Kenapa harus keberatan? Kau beli saja apa pun yang kau inginkan. Sekalian kita belanja stok bahan makanan ya!" ujar Danu dengan mengelusss puncak kepala Layla.


"Terima kasih! Jangan menyesal karena sudah mengizinkan aku untuk menghabiskan uang mu!" ledek Layla.


"Aku tidak yakin kau bisa menghabiskan uang ku!" ucap Danu dengan nada meremehkan.


"Kita lihat saja!" tantang Layla.


Layla menggaruk kepala nya yang tidak gatal, namun otak di kepala nya sedang berfikir dengan keras.


Apa yang bisa aku jadi kan oleh oleh untuk Nina, Mery, Deri dan yang lain nya! Apa Danu gak akan marah kalo aku belikan oleh oleh untuk Deri, Juni, Sofyan dan teman lain nya? Tapi kenapa juga Danu harus marah? Mereka kan cuma teman ku.


Ke dua nya memasuki mall, dengan Layla yang menatap takjub. Baru kali ini ia menginjakkan kaki nya di mall sebesar dan semegah ini. Jika sebelum nya Noval hanya membawa Layla ke mall yang biasa mereka kunjungi, tidak sebesar mall yang kini di masuki Layla dan Danu.


"Apa yang akan kita beli lebih dulu?" tanya Layla.


"Oleh oleh aja dulu, utamakan untuk orang tua mu dulu ya! Baru setelah itu untuk teman teman mu!" cicit Danu.

__ADS_1


"Oke!"


Beberapa toko sudah di masuki Layla dan Danu, mulai dari toko tas, sepatu, pakaian hingga aksesori.


"Sini, biar aku bantu untuk membawa nya!" Layla hendak mengambil paper bag dari tangan Danu.


"Tidak perlu, kita sudah mendapatkan orang yang tepat, untuk membawakan barang belanjaan mu ini!" Danu menyunggingkan senyum tipis nya.


"Siapa?"


"Maaf Tuan, saya terlambat." cicit Arsandi yang sudah berdiri di depan ke dua nya.


"Bawakan ini! Simpan semua nya ke dalam bagasi mobil! Dan ini kunci nya!" Danu menyerahkan paper bag yang di bawa nya hingga berpindah tangan ke Arsandi, tidak lupa pula ia menyerahkan kunci mobil nya.


"A- apa? Saya ke sini cuma buat bawain ini ke mobil?" cicit Arsandi dengan membola.


"Ini tugas mu kan! Jangan banyak protes! Cepat lah kembali. Masih banyak lagi yang harus kami beli!" Danu merangkul bahu Layla.


Danu membawa Layla kembali ke luar masuk pertokoan. Dengan ia yang akan membawa hasil belanjaan Layla, dan mengoper nya pada Arsandi untuk di simpan dalam bagasi mobil.


"Saat kau mulai sibuk memilih milih tas untuk teman mu." cicit Danu.


"Tapi ini kan tanggal merah, harus nya bang Arsandi itu libur bekerja kan?" tanya Layla dengan kening mengkerut.


Tangan Layla sibuk, memilih cemilan yang akan ia beli untuk stok cemilan nya di apartemen.


"Gak ada kata tanggal merah, jika ia di butuhkan, maka diri nya wajib datang." terang Danu.


"Oowwwhh dasar gila kerja." cicit Layla.


"Kurangi makan mi instan, itu tidak baik untuk kesehatan mu! Pilih lah roti tawar dan selai, atau kalo perlu sosis, naget, susu, buah. Itu sangat bagus untuk pertumbuhan mu!"


"Bawel banget dah." komplent Layla dengan bibir mengerucut.

__ADS_1


Layla jalan mendahului Danu, dengan perasaan dongkolll. Beberapa mi instan yang Layla masukkan ke dalam trolli, di ke luarkan kembali oleh Danu dan menyisakan 5 kemasan, membuat Layla bersungut, wajah merutuki Danu.


"La, jangan gitu dong! Dengerin aku dulu! Apa pun boleh kamu ambil, dan jangan banyak banyak makan mi, La!" cicit Danu dengan penuh kesabaran menghadapi Layla yang tengah merajuk.


Layla berjalan meninggalkan Danu, kaki nya menghentak lantai dengan kesal.


"Kata nya aja, belanja apa pun yang aku ingin, tapi ini apa? Dasar Danu pelit!" umpat Layla, menoleh ke belakang, melihat sejauh mana Danu di belakang nya.


Bugh.


Layla menubruk pengunjung lain yang berjalan di depan nya.


Pranggg.


Keranjang belanjaan wanita yang di tubruk Layla jatuh, dan isi dalam keranjang pun berhambur ke luar dari keranjang.


"Awhhh!" pekik suara wanita yang sangat familiar di telinga Layla.


"Astagaaa, belanjaan ku!" pekik si wanita yang ternyata adalah Aleta.


Tatapan nya membola, melihat barang barang belanjaan nya yang ada di keranjang jatuh, dan berserakan di lantai. Sementara ia sendiri jatuh terduduk dengan rok yang pendek.


"Maaf maaf, aku gak liat, maaf ya tante! Sekali lagi maaf banget! I- ini, aku bantuin pungutin barang barang belanjaan tante." cicit Layla dengan nada penuh penyesalan.


Dasar bege, lo jalan ke napa gak pake mata si La! Kena maslah baru lagi kan tu jadi nya! umpat batin Layla.


"Maaf maaf, enak banget kalo ngomong! Bokonggg gue sakit nih!" omel Aleta tidak terima.


"Gak ada yang luka, gak usah berlebihan gitu juga kali!" cibir Danu.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅


__ADS_2