
...🥀🥀🥀...
[ "Kalo begitu, perlihatkan isi kamar hotel kaka pada ku! Aku mau melihat nya!" ] titah Layla dengan wajah datar, meniru gaya Danu.
^^^"Astagaaa jangan bilang kau curiga pada ku sayang!" seru Danu dengan kening yang mengkerut.^^^
Brak.
Layla menutup buku yang ada di atas meja dengan kasar.
[ "Jika aku katakan iya, apa kaka akan percaya? Jadi... jangan banyak bertanya! Segera perlihatkan pada ku kamar kaka sekarang juga!" ] ucap Layla gak mau di bantah, tegas dan tanpa ragu.
Bukan nya marah, Danu malah menyunggingkan senyum yang di susul dengan tawa nya yang pecah.
^^^"Ahahhaha kau itu, sangat menggemaskan La! Kau tau, aku semakin mencintai mu! Kau sudah berani menunjukkan taring mu rupa nya ya!" cicit Danu setelah menghentikan tawa nya.^^^
'Astagaaa, sepanjang aku bersama dengan ka Danu. Baru kali ini aku melihat nya tertawa lepasss seperti itu. Apa aku gak salah lihat! Itu suami dingin ku?' batin Layla menyembunyikan rasa haru nya melihat Danu yang tertawa lepasss.
Layla beranjak dari meja belajar nya, memilih membaringkan diri di atas tempat tidur.
Danu langsung mengedarkan kamera nya ke setiap sudut ruang kamar hotel yang ia huni selama berada di Singapura.
^^^"Sudah sayang, apa ada lagi yang ingin kamu lihat?" suara Danu tampak terdengar hangat, dengan kamera yang kembali mengarah ke wajah nya.^^^
'Seperti nya ada yang kurang. Kamar mandi, jangan bilang ka Danu menyembunyikan wanita penghangattt ranjanggg nya di kamar mandi. Kaya yang di novel online gitu cerita nya. Suami beralasan tugas, gak tau nya main main dengan wanita lain di luar rumah.' batin Layla dengan mata memicinggg, dengan pemikiran otak nya yang menghalu.
[ "Kamar mandi nya mana ka? Aku belum melihat kamar mandi kaka. Jangan bilang kaka menyembunyi kan wanita di dalam nya ya! Jadi sengaja gak perlihatkan pada ku!" ] tuduh Layla dengan curiga yang memenuhi hati nya.
^^^"Iya iya, akan aku perlihatkan pada mu!" cicit Danu yang lagi lagi gak marah menghadapi kecurigaan Layla.^^^
Beberapa menit kemudian, setelah Danu memperlihat kamar mandi yang ada di kamar hotel milik nya.
"Syukur lah, gak seperti yang ada dalam otak ku!" gumam Layla pelan, menghembuskan nafas lega dengan tangan kiri menguruttt dada nya.
'Anak ini, sudah jelas tengah curiga pada ku. Layla kau sunggu membuat ku gemasss!' batin Danu melihat tingkah Layla.
^^^"Apa sekarang kamu sudah bisa bernafas dengan lega sayang? Tidak ada yang aku sembunyikan dari mu kan!" cicit Danu dengan senyum kemenangan.^^^
[ "Iya iya, untuk saat ini, gak ada yang harus aku curigai. Sekarang kaka tidur lah. Besok masih harus melanjutkan pekerjaan kan!" ] seru Layla dengan senyum di bibir nya.
^^^"Apa kau sudah mengantuk sayang? Aku masih ingin berbicara dengan mu, memandang wajah mu!" tolak Danu saat Layla menyuruh nya untuk tidur.^^^
[ "Tidak juga, aku tidak mengantuk! Hooooooommmm." ] Layla menguap, menutupi mulut nya yang terbuka lebar dengan telapak tangan kiri nya.
^^^"Tidur lah... jika kamu sudah mengantuk sayang. Aku tidak akan mengganggu waktu istirahat mu!"^^^
__ADS_1
'Dasar bodohhh, kenapa mata ini sulit untuk terjaga. Aku masih ingin melihat dan berbicara dengan ka Danu. Menghabiskan malam bersama meski jarak memisahkan.' batin Layla.
[ "Gak ka, sama seperti mu. Aku masih ingin bicara pada mu!" ] tolak Layla untuk mengakhiri sambungan video call nya.
^^^"Apa yang ingin kamu bicarakan lagi sayang? Apa ada yang kamu ingin kan? Kata kan pada ku, aku akan membeli kan nya untuk mu!"^^^
Danu tampak menaiki tempat tidur berukuran besar, king size dengan kamar hotel yang tampak mewah di lengkapi dengan berbagai fasilitas di dalam nya.
[ "Apa setiap perjalanan bisnis, kaka akan tidur di hotel? Apa kaka sendiri gak punya mitra kerja, yang bisa memberikan tempat tinggal sementara?" ] cicit Layla, seketika menjadi bawel.
^^^"Aku kan di sini hanya sebentar, jadi aku rasa belum butuh yang nama nya hunian di sini sayang!"^^^
"Begitu ya! Sayang ka, kalo boleh tau... berapa uang yang kaka habiskan selama bermalam di beberapa negara ka?" tanya Layla ingin tau.
Danu mengerutkan kening nya.
^^^"Yakin kamu mau tau sayang? Apa gak akan terkejut jika aku memberi tahu kan mu?" tanya Danu.^^^
[ "Gak usah hooooooommmm, kalo kaka gak mau mengatakan nya hooooooommmm!" ]
Berkali kali Layla menguap, memaksakan mata nya yang tinggal beberapa wath untuk tetap terjaga.
Hingga tanpa sadar, Layla memejamkan mata nya setelah di serang rasa kantuk.
^^^"Dasar bocah nakal, mimpi kan aku sayang muach!"^^^
Layla mengerjapkan ke dua mata nya, merenggangkan urat urat nya setelah semalaman tampak nyenyak dengan tidur nya.
"Eh, aku ketiduran! Semalam bukan nya lagi video call sama ka Danu ya?" tanya Layla pada diri nya sendiri.
Layla terperanjak dari tidur nya, dengan posisi duduk kaki yang menekuk, Layla mencari cari benda pipih milik nya di atas tempat tidur.
Layla menyunggingkan senyum nya, melihat ada pesan suara dari kontak Danu.
..."Mimpi indah sayang ku, mimpi kan aku dalan tidur mu, muach!"...
"Sweet banget sih ka Danu tuh. Apa kalo dia sudah kembali dan ada di sini. Aku bisa bersikap kurang ajarrr seperti semalam? Seperti nya aku terlalu berani memerintah nya." pikir Layla, dengan jari telunjuk yang mengetuk ngetuk dagu nya sendiri.
Layla mengotak atikkan jemari nya pada layar benda pilih nya.
..."Selamat pagi sayang ku! Jangan lupa subuh mu. Mandi biar segar, mulai lah hari mu dengan sarapan, baru lanjut dengan kegiatan mu yang lain! By istri mu 😘"...
Layla menyunggingkan senyum, menatap pesan yang baru aja ia kirim dan kini sudah contreng 2 berwarna biru. Tanda jika pesan sudah di baca oleh Danu.
Dreeet dreeet dreeet.
__ADS_1
^^^"Assalamualaikum sayang ku!" seru Danu dengan suara orang khas bangun tidur. Muka bantal nya tampak memenuhi layar hape Layla.^^^
[ "Wa- waalaikum salam ka, a- aku pikir ka Danu belum bangun." ] cicit Layla dengan suara yang baru bangun tidur lengkap dengan kegugupan nya, wajah bantal tampak di wajah nya.
^^^"Aku sudah bangun sayang, tepat setelah kamu membangunkan ku!"^^^
[ "Eh? Kapan aku membangunkan mu ka?" ] Layla mengerutkan kening nya.
^^^"Pesan mu, membangunkan ku dari tidur nyenyak ku!"^^^
"Oooooh gitu yah." Layla hanya ber oh ria dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal.
'Dasar bodohhh, kenapa gak terpikirkan oleh ku!' umpat Layla dalam hati.
^^^"Jangan mengumpat sayang, lekas cuci muka, jangan lupa subuh!"^^^
[ "Iya, aku merindukan mu ka!" ] cicit Layla dengan wajah bersemu, langsung mengakhiri sambungan video call nya.
Brugh.
Layla menjatuhkan tubuh nya ke depan, menyembunyikan wajah nya pada kasur sambil berteriak, dengan ke dua tangan yang merentang.
"Aaaaaahhhhh!" teriak Layla, dengan suara yang tertahannn.
Layla mengangkat wajah nya, menopang kepala nya dengan dagu nya.
"Dasar bodohhh! Apa yang akan ka Danu pikirkan! Pasti menganggap ku gampangan!" umpat Layla dengan bibir mengerucut.
Tiga hari sudah Layla di rumah tanpa Danu. Dua hari sudah, Layla gak bisa menghubungi Danu, alias dua hari ini Danu tanpa kabar, membuat Layla memasang wajah kusuttt, gak bisa lagi menyembunyikan kegundahan hati nya.
"Kenapa La? Gak semangat gitu di lihat nya!" tanya Nina, mengikuti Layla yang kini berdiri di dinding pembatas balkon sekolah lantai 2.
"Biasa aja." jawab Layla singkat, malas menanggapi.
"Biasa dari mana si La! Jelas muka lo itu kusuttt banget di lihat nya. Ada yang lo sembunyiin ya dari gue?" tebak Nina dengan tatapan menyelidik.
Layla menoleh ke arah Nina, menatap nya dengan bibir mengerucut.
'Gimana gak kusuttt, udah 2 hari ini ka Danu gak ada kabar! Di telpon, gak bisa. Di kirim pesan pun hanya di baca. Sok sibuk banget kan jadi orang!' gerutu Layla dalam hati.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya