
...🥀🥀🥀...
"I- itu yah, kaka Layla menjatuhkan piring, terus pecahannya kena jarinya sendiri." bohong Lulu dengan meremasss jemarinya sendiri.
"Rumah sebesar ini, gak mungkin kan gak ada kotak obat?" gumam Danu.
"Biar si mbok yang ambilkan kotak obat, Tuan." ucap si mbok, berjalan menuju kotak obat yang ada di dapur.
"Yah, apa mau langsung makan malam aja? Kebetulan kan Lulu udah masak!" seru Sifanye dengan tidak tahu malunya.
"Loh tadi bukannya kata si mbok itu, Layla yang menyiapkan ini semua?" tegur Baskoro.
Sifanye tergelak, menutupi rasa malunya, sialll kenapa aku tidak bungkam saja itu mulut pembantu sialannn.
"Ahahahhaha apa iya tadi si mbok bilang gitu? Lulu kok yang masak sama art, mana mungkin Layla... gadis pemalas mau mengerjakan pekerjaan rumah!" ujar Sifanye.
"Mah, mereka berdua ini datang untuk Layla!" ucap Noval di telinga Sifanye.
"Ini Tuan, kotak obatnya." si mbok menyerahkan kotak obat pada Danu.
"Makasih ya, mbok!" ucap Danu dengan ramah pada si mbok.
Grap.
Danu menggenggammm pergelangan tangan Layla, membawanya menuju sofa ruang tamu. Danu bersikap seolah itu adalah rumahnya sendiri.
"Ayo ikut aku sebentar!" seru Danu.
"Eh, gak perlu di obatin! Nanti juga sembuh sendiri!" tolak Layla, namun mengikuti langkah Danu, karena Danu enggan melepaskan genggaman tangannya dari Layla.
Baskoro menggelengkan kepalanya, "Kau lihat itu kan Noval!"
"Apa cinta sudah tumbuh di hati putra mu untuk putri ku?" tanya Noval dengan tatapan menyelidik Baskoro.
Baskoro mengerdikkan bahunya, "Kita lihat saja lah, setidaknya putra ku saat ini mau memiliki ikatan dengan Layla."
"Awhhh perih!" rengek Layla, dengan menarik tangannya dari Danu.
"Iya ini juga pelan pelan, tahan sebentar lagi!" ucap Danu dengan datar, namun tetap melanjutkan mengobati luka Layla.
Deg deg deg.
__ADS_1
Layla menelan salivanya dengan sulit, menatap wajah Danu yang tampak telaten mengobati lukanya yang cukup lebar karena pecahan beling.
Kalo di lihat dari deket gini, ganteng juga, tapi sayang galak, kadang jutek, nyebelin banget gak ada baiknya sama gue! Apa mungkin gue bakal ngabisin sisa hidup gue sama ini orang?
Danu melirik sekilas wajah Layla, kenapa ini anak kalo di liet dari deket manis juga, tapi sayang terlalu lemah, gampang di bully.
...----...
"Di mana Layla, Lu?" tanya Noval saat melihat Lulu menuruni anak tangga seorang diri.
"Ada, tuh di belakang." ucap Lulu dengan bibir mengerucut, ka Layla mulu yang di perhatikan ayah.
"Tangan kamu masih sakit, La? Apa gak sebaiknya kamu di rumah aja?" tawar Noval dengan tatapan penuh khawatir.
"Gak yah, sayang kalo Layla ambil izin. Takut ketinggian pelajaran." tolak Layla.
"Bilang aja mau ketemu pacar kamu yang di sekolah, alesan ketinggalan pelajaran. Gak taunya, ihs tukang bohong!" cibir Sifanye.
"Kamu gak pacaran kan La sama temen kamu di sekolah? Ingat lo, kamu itu sekarang udah tunangan sama Danu. Dan almarhumah tante Devinta itu sangat menginginkan kamu untuk menjadi istri nak Danu." terang Noval panjang lebar dengan menikmati sarapannya bersama dengan anak dan istrinya.
"Iya, yah."
"Pagi ini biar kalian ayah yang antar ke sekolah ya!" Noval melirikkan ekor matanya pada Layla dan Lulu secara bergantian.
"Serius, masa ayah bohong! Lebih baik kalian cepat habiskan sarapan kalian berdua! Biar kalian tidak terlambat ke sekolah!"
"Asiiik akhirnya temen teman sekolah aku bakal tau, kalo Lulu itu beneran anak orang kaya! Punya ayah seorang pengusaha." ucap Lulu dengan riang.
Layla membatin, lebih baik aku minta ayah buat turunin aku agak jauh dari gerbang sekolah.
Lulu menyeringai dengan memainkan sendok yang ada di tangannya, pasti yang bilang gue anak orang susah, ngaku ngaku kaya, ngaku ngaku anak seorang pengusaha bakal nyesel.
Mobil yang di kemudian Jono, melesat membawa penumpangnya menuju tujuan utama, yaitu sekolah untuk ke dua putri Noval.
"Hati hati ya, yah!" Lulu melambaikan tangannya dengan senyum terus mengembang di sudut bibirnya.
"Belajar yang rajin, nanti biar kamu pulang di jemput pak Jono. Oke sayang!" ucap Noval.
"Siap ayah!"
Mobil kembali melesat menuju sekolah Layla.
__ADS_1
"Pak, berenti di depan situ aja ya!" ucap Layla dengan menunjuk pada jalan di depan.
"Kenapa gak berenti di depan gerbang aja, Non?" tanya pak Jono.
"Gak apa, pak! Udah saya turun di sini aja pak!" pinta Layla.
"Gimana, pak?" Jono bertanya lebih dulu pada Noval.
"Lakukan apa yang di minta putri ku, Jono! Dia pasti memiliki alasan tersendiri, kenapa tidak ingin di turunkan di depan gerbang." ucap Noval dengan senyum mengembang.
Mobil menepi agak jauh dari gerbang sekolah, Layla langsung turun tanpa menoleh ke belakang, setelah bersalaman pada ayahnya.
"Hati hati ya yah! Pak Jono bawa mobilnya jangan ngebut!" pesan Layla.
"Pasti, Non!" seru Jono dengan kembali melajukan mobilnya.
"Anak itu, untung saja menuruni sifat ku... aku tidak tahu jika ia sampai menuruni sifat ibunya. Entah jadi apa anak itu!" gumam Noval dengan melihat sekilas Lyla dari kaca spion mobil.
"Jangan begitu Tuan, bagaimana pun Nyonya Tati juga ada sisi baiknya. Nona Layla yang tidak mudah menyerah. Berusaha menyembunyikan ketidak adilan yang ia terima di rumah besar. Saya benar kan, Tuan?" ukar Jono panjang lebar.
"Itu lah alasannya, aku ingin perjodohan di antara Layla dan Danu tetap berlanjut. Aku yakin, nak Danu bisa melindungi Layla, memberikan Layla kebahagiaan." terang Noval.
Di koridor sekolah, nampak beberapa siswa tengah berlalu lalang, ada yang mulai memasuki kelas mereka, ada pula yang menyibukkan diri, atau hanya sekedar ngibah di depan kelas sambil berdiri menyandar pada dinding.
Bugh!
Nina mengagetkan Layla, dengan menepuk punggung Layla dengan ke dua tangannya.
"Woh! Gua pikir lo masih izin gak masuk kelas! Sakit apa lo, La?" tanya Nina dengan suara nyaringnya.
"Ihs ngagetin bae lo! Nyumpain lo, gue sakit lama?" ledek Layla.
"Ya gak lah!"
"Ehem, lo ke sekolah bareng siapa La?" tanya Mery, dengan menyamakan langkah kakinya dengan ke dua teman satu kelasnya itu.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...