Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Anak malang


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Selamat jalan Nona!" ucap Mita dengan senyum kemenangan.


Jleb.


"Emmmmmhh!" Layla mengeranggg kesakitan, saat sesuatu yang tajam menusukkk perut nya.


"Enak kan Nona?" tanya Mita dengan senyum yang terukir di bibir nya, menyaksikan Layla yang mengeranggg kesakitan.


Mita melepaskan genggamannn tangan nya, dari pisau yang kini tetap menancappp di perut Layla.


"Ahahaha aku berhasil menyingkirkan mu Nona! Aku lah pemenang nya! Dan kau tidak pantas untuk Tuan Danu! Kau hanya rumput liar yang harus di basmi!" ujar Mita, dengan tawa puas menggema di dalam gudang penyimpanan.


Brak.


Pintu gudang yang terkunci rapat, di dobrak dari luar. Nampak Danu dan beberapa petugas keamanan berada di depan pintu. Menatap gak percaya dengan apa yang mereka lihat.


"Kalian tunggu apa lagi, cepat tangkap wanita gila itu!" seru Danu dengan kilatan kemarahan.


'Kamu pasti kuat Layla!' teriak batin Danu yang berlari ke arah wanita yang ia yakin adalah Layla.


"Tuan Danu, a- aku menyelamat kan Nona. I- iya, a- aku menyelamatkan Nona dari orang jahat di luaran sana!" ujar Mita dengan terbata bata, namun dari sorot mata nya terpancar kepuasan melihat Danu ada di hadapan nya.


Plak.


"Dasar wanita gila!" seru Danu, setelah menampar wanita yang berdiri di hadapan nya.


Danu langsung membuka kain yang menutup mata dan mulut Layla. Ia melihat darah yang ke luar dari perut Layla.


"La, buka mata kamu La! Ini aku La!" seru Danu, menepuk nepuk pipi Layla yang ke dua mata nya terpejam, dengan air mata yang membasahi pipi Layla.


"Sa- kit ka! Ma- af a- ku ha- nya me- nyu- sah- kan mu!" ujar Layla dengan nafas yang tersengal sengal, ke dua mata nya hanya terbuka sedikit.


Danu menggelengkan kepala nya, gak terima dengan apa yang di katakan Layla.


'Kamu pasti selamat La!' batin Danu dengan hati teriris. Melihat darah yang semakin banyak ke luar dari perut layak yang tertusukkk pisau.

__ADS_1


"Tunggu apa lagi! Cepat kalian telpon ambulan!" terik Danu frustasi.


"Lepas, apa apaan kalian. Aku hanya membantu Nona! Aku tidak menyakiti nya!" teriak Mita, saat 2 petugas keamanan menahannn dengan memegangi tangan nya.


"Mobil ambulans sudah di depan restoran, Tuan!" swru petugas keamanan yang lain nya.


Suara sirine mobil ambulans, membawa tubuh Layla dengan Danu yang terus berada di samping nya.


"Kamu pasti akan selamat La, maaf karena aku lagi lagi gagal dalam menjaga mu!" ucap Danu, dengan penuh penyesalan melihat Layla yang kini berbaring di atas berangkar, dengan beberapa alamat bantu pada tubuh nya.


"Berdo'a Tuan, semoga luka tusukkk nya tidak terlalu dalam, bahkan tidak melukai organ dalam nya." ujar seorang perawat, mengecek terus tekanan darah Layla.


'Kurang ajarrr wanita gila itu! Berani nya dia melukai mu La! Tidak akan aku biarkan ia hidup tenang La!' umpat Danu dengan tangan mengepal, hati nya di selimuti dendam untuk wanita yang bernama Mita.


^^^"Halo Danu, aku tau kau sedang bersedih, tapi aku perlu meminta pendapat mu. Apa Mita mau kau jebloskan ke penjara. Atau kau punya cara sendiri untuk memberi nya pelajaran?" tanya Jaya dengan sungkan.^^^


[ "Kalian aman kan saja wanita gila itu. Aku akan meminta orang ku untuk mengurus nya!" ] seru Danu, lewat sambungan telepon nya.


Danu tidak butuh persetujuan untuk memutuskan sambungan telpon nya, merasa pembicara dengan Jaya tidak lah penting. Ia langsung mengakhiri sambungan nya, yang menjadi prioritas nya saat ini adalah Layla.


"Aku tau sayang! Kamu jangan pikirkan hal lain. Kamu pikirkan aku saja! Aku mencintai mu!" Danu mengecup kening Layla, mengecup punggung tangan Layla. Hingga akhir nya Layla kehilangan kesadaran, karena banyak nya darah yang ke luar dari luka tusukkk di perut nya.


Danu berjalan mondar mandir di depan ruang UGD. Kepastian kondisi Layla sama sekali belum ia ketahui.


"Kamu harus sehat sayang, kamu ingin besok ulangan di sekolah. Tapi kamu sendiri lagi lagi masuk rumah sakit. Kamu harus kuat." gumam Danu, mengingat keinginan Layla esok hari.


[ "Assalamualaikum pah!" ] ucap Danu, setelah sambungan telpon nya di jawab oleh sang papa Baskoro.


^^^"Waalaikum salam nak, bagaimana pesta pembukaan restoran kalian? Berjalan dengan lancar kan? Maaf ya, papa gak bisa mendampingi kalian berdua." cicit papa Baskoro yang terdengar senang dari suara nya.^^^


[ "Buruk pah, Layla masuk rumah sakit pah." ] Danu menatap pintu yang ada di hadapan nya, masih tertutup rapat.


^^^"Layla pasti kelelahan Danu! Kamu tau sendiri kan, beberapa hari ini hari yang sulit untuk Layla, apa lagi dia baru saja mengalami hal yang tidak mengenakkan." terang papa Baskoro sok tau.^^^


[ "Pah, dengar kan aku dulu! Papa bawa ayah Noval ke rumah sakit. Kemungkinan besar Layla akan menjalani operasi untuk luka tusukkk di perut nya." ] ucap Danu dengan hembusan nafas yang berat.


^^^"Apa? Kenapa kamu gak bilang dari tadi, dasar anak bodohhh! Gimana sih kamu, jagain Layla aja gak becus!" omel Baskoro dengan suara meninggi.^^^

__ADS_1


[ "Danu tunggu kehadiran papa dan ayah Noval di rumah sakit sehat!" ]


Ibu Tati, bapak Yanto, serta Danu. Kini menunggu harap harap cemas di depan ruang operasi. Setelah beberapa menit yang lalu Layla di bawa ke ruang operasi.


"Gimana cerita nya, Danu? Kenapa Layla bisa terluka? Kalian gak lagi bertengkar kan?" cecar ibu Tati, mengatakan apa yang ada di dalam pikiran nya pada Danu, ke dua mata nya terus saja mengeluarkan cairan bening, menunjukkan betapa sedih hati nya.


"Ya gak bu, Danu gak mungkin tega nyakitin Layla. Tadi Danu mengajak Layla ke restoran baru kami, restoran yang kebetulan sedang mengadakan opening. Danu ..." Danu menceritakan secara kronologi apa yang menimpa Layla, hingga ia menemukan Layla di gudang penyimpanan dalam kondisi pisau yang tertancappp di perut.


Bapak Yanto menggaruk kepalanya dengan frustasi. "Astagaaa ada apa dengan anak itu, musibah silih berganti menimpa nya. Jangan kau buat Layla menderita terus menerus ya Allah. Berikan lah kebahagiaan pada anak malang itu.


Dari kejauhan nampak papa Baskoro dan ayah Noval, berjalan beriringan menuju ruang operasi.


"Aku gak habis pikir dengan anak kamu, Danu! Gimana bisa dia membiarkan putri ku lagi lagi terluka, nyawa nya kini dalam bahaya!" umpat ayah Noval, dengan tangan mengepalll.


"Kau pikir putra ku kurang baik menjaga putri mu? Kau lupa, Layla itu bukan hanya putri mu. Tapi juga putri ku! Dasar kau Noval amnesia!" umpat papa Baskoro, gak terima dengan perkataan Noval pada Danu.


"Aku ingin setelah Layla ke luar dari rumah sakit, Layla tinggal bersama dengan ku kembali!" ujar Noval dengan keputusan nya.


"Kau pikir Layla itu anak kucing, yang bisa dengan seenak nya kau buang dan kau pungut sesuka mu hah!" omel papa Baskoro, gak setuju dengan keputusan Noval.


"Sialannn kau, menyamakan putri ku dengan anak kucing! Layla itu manusia, dia punya perasaan! Dasar Baskoro bodohhh! Begitu saja tidak bisa membedakan mana hewan dan mana manusia!" umpat ayah Noval.


Papa Baskoro membuang nafas dengan kasar, mengelusss punggung Noval.


"Berikan keputusan pada mereka berdua, mereka berhak atas keputusan yang sudah kita buat sebelum nya. Kau lupa, kau yang meminta ku untuk mereka menikah cepat?" ucap papa Baskoro, menohok hati Noval.


Deg.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2