Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Perubahan besar


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Tok tok tok.


Pintu ruang kesehatan di ketuk dari luar.


"Masuk pak!" seru Danu, di ikuti Layla yang menunggu siapa yang akan masuk ke dalam ruang kesehatan nya.


Ceklek.


Pintu di buka oleh pak Adi. Nampak pak Adi memberi ruang untuk orang tua Layla masuk ke dalam.


"Ka Layla!" seru Dea, sambil berlari ke arah Layla di ikuti Tati dan Yanto yang berjalan di belakang nya.


"Dea, ibu, bapak! Aku seneng kalian di sini!" seru Layla dengan tatapan berbinar.


Danu beranjak menghampiri orang tua Layla, lebih tepat nya orang tua yang merawat Layla beberapa tahun terakhir.


Layla menyuruh Dea untuk duduk di atas ranjang rawat nya.

__ADS_1


"Cepet gede ya adik aku ini!" Layla menjawil hidung mancung ke dalam Dea, bocah kecil itu nampak terlihat imut dengan rambut yang di kuncir 2.


"Jelas cepat gede, mau tau gak. Sekarang bapak bisa beliin aku mainan yang aku mau, bapak sekarang udah gak mabukkk lagi, udah gak marah marah lagi sama ibu. Sekarang aku, ibu dan bapak udah gak tinggal di rumah sempit itu lagi, ka! Kalo kaka udah sembuh, nanti aku ajak ke rumah deh, ada taman kecil, imut kaya aku." celoteh Dea, dengan berbisik di telinga Layla.


"Benar kah?" tanya Layla dengan tatapan berbinar, senyum melengkung di bibir nya.


"Kamu gimana La? Udah enakan? Apa yang kamu rasa sayang?" tanya Tati, setelah Layla menyalami ke dua nya.


"Baik bu. Bapak sama ibu, kabar nya gimana? Layla kangen sama ibu!" Layla memeluk Tati yang kini duduk di tepian ranjang rawat, sisi lain dari Dea.


Bukan Tati yang menjawab, melainkan Yanto, dengan memijak kaki sang putri.


"Kangen lah pak! Jadi apa ada yang mau jelasin ke Layla, kenapa Dea bisa ngomong gitu? Karena yang Layla lihat, penampilan bapak berubah, gak kaya biasa nya. Maaf pak, Layla jujur loh!" tanya Layla dengan sungkan, takut menyinggung perasaan sang ayah.


Tati dan Yanto saling tatap.


"Biar aku aja yang jelasin, pak, bu!" seru Danu, menepuk bahu sang ayah.


"Ya udah jelasin sekarang, biar Layla bisa bangga punya orang tua kaya bapak. Bapak yang dulu kerja nya cuma mabokkk, sekarang udah bisa nyenengin ibu nya, adik perempuan nya, bah kan kalo Layla mau... bapak bisa tuh beliin apa yang Layla minta." jelas Yanto yang malah gak sabar untuk mendengar penjelasan Danu, dengan mata berbinar senang.

__ADS_1


"Ini juga mau cerita, tapi bapak yang nyerocos aja." ejek Danu.


'Aku merasa ada perubahan besar dalam diri bapak, tapi apa? Apa bapak udah punya pekerjaan tetap? Bapak beneran udah berubah? Lebih sayang keluarga ketimbang mabokkk mabokannn dan main judiii?' batin Layla penuh tanya.


Tati mengelusss punggung Layla. Seolah tau apa yang sedang di pikirkan sang putri.


"Kabar baik kok La!" seru Tati dengan seutas senyum.


"Jadi begini La, bapak dan ibu udah aku percayai untuk mengelola rumah makan milik mu, gak apa apa kan? Lagi pula, setelah rumah makan itu di kelola bapak dan ibu, pengunjung makin ramai." jelas Danu, dengan senyum tanpa dosa.


"Sejak kapan aku punya rumah makan, ka?" tanya Layla dengan kening mengkerut.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2