
...🥀🥀🥀...
Julia menutup pintu mobil nya kembali, mengenakan kembali sabuk pengaman yang sempat di lepas Arsandi.
"Om beneran orang baik, untung aku ketemu om. Kalo gak, aku pasti bakal jadi sugar kaya Ratna teman ku." cicit Julia, yang lagi lagi kebablasan omong tanpa ia sadari.
"Aku tidak tertarik dengan omong kosong mu! Jawab pertanyaan ku dengan jujur, untuk apa kau mengikuti teman mu itu hem?" tanya Arsandi, dengan tatapan mata yang tajam saat menoleh ke Julia, gadis yang di anggap nya bodohhh.
"Ratna ingin membalas sakit hati Sopur. Karena bagaimana pun Layla yang menyebabkan Sopur di ke luarkan dari sekolah." cicit Julia.
"Apa aku tidak salah dengar?" Arsandi menaikkan satu alis nya.
"Sopur emang gak di ke luarin dari sekolah, cuma yang aku tau ituuu... dia malu lah di depan teman teman. Jadi milih gak lanjut sekolah, tapi om gak usah khawatir, biar kaya gitu orang tua Sopur mah kaya, gak bakal habis 7 turunan itu harta nya." ujar Julia, ceplas ceplos.
"Dasar bocah pendek akal. Apa kau pikir, harta yang banyak bisa menjamin 7 turunan? Bagaimana jika perusahaan orang tua nya bangkrut, tidak ada satu orang pun yang bisa menjamin perusahaan itu akan tetap berdiri kokoh tanpa ada usaha untuk memajukan nya." jelas Arsandi.
"Ah aku gak ngerti itu om, aku cuma ngerti... udah waktu nya aku turun om, tuh udah ada angkot. Tapi kalo om mau anter aku sampe rumah, aku gak keberatan kok hehehe!" kekeh Julia gak tau malu.
Arsandi berseringai. "Boleh, tapi ada syarat nya. Jika kau berani menolak, aku tidak akan segan memberikan mu pada pria hidung belanggg, biar kau sama seperti teman teman mu yang gak jelas itu!" gertak Arsandi.
"Bujuk busrakkk, bisa begitu! Om lagi ngancem aku nih?" tanya Julia, dengan kening mengkerut.
Julia menelan saliva nya dengan sulit, saat Arsandi melirik nya dengan tatapan elang nya.
'Astagaaa, mimpi apa gue semalam. Ketemu om baik, tapi sayang nya ini orang tukang ngancem. Kalo gue gak nurut, lah sama aja gue kaya si Ratna dan Sopur dong, jadi sugar. Ogah lah!' Julia menatap Arsandi horor.
"Mau menurut atau tidak?" tanya Arsandi dingin.
"I- iya iya aku nurut. Awas aja kalo aneh aneh! Aku bukan cewek gampangan ya om!" Julia menatap waspada pada Arsandi.
"Cihsss dasar gila, aku tidak bernafsu dengan bentuk tubuh mu! Kau jauh dari kata standar ku!" seru Arsandi, dengan tatapan yang merebdahkan.
"Awas om, kalo benci itu jangan terlalu banyak, tar suka sama aku baru tau rasa lo! Langka ini, cewek kaya gini juga! Ahahahha!" ucap Julia, dengan tingkat percaya diri yang tinggi.
"Jika Ratna berniat jahat pada Nona Layla, kau cepat kabari aku! Kalo perlu, kau halangi niat jahat Ratna itu! Jika sampai terjadi apa apa pada Nona Layla, kau lah orang pertama yang aku cari!" ucap Arsandi dengan tegas, menatap Julia seakan ingin menguliti gadis itu.
'Kenapa om ini panggil Layla pake kata Nona? Layla kan seumuran sama gue, lah ini si om manggil gue ora pake embel embel Nona! Pilih kasih nih orang!' gerutu Julia dalam benak nya.
__ADS_1
Otak Julia yang rada lemot, belum menyadari akan posisi Layla di mata Arsandi.
"Kau mengerti kan dengan perkataan ku? Atau ingin aku mengulangi nya lagi?" tanya Arsandi tegas.
"Gak perlu, itu udah cukup jelas. Aku mau hubungin ke mana ya? Aku gak punya nomor kontak om!" ujar Julia, menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
Arsandi membuka dasboard mobil, dan menyerahkan selembar kartu nama milik nya pada Julia.
"Kau bisa hubungi aku di nomor itu!" jelas Arsandi.
"Oke, eh... waaaah jadi om itu asisten pribadi di PT. Sejahtera Makmur? Aku baru dengar nama PT itu om!" cicit Julia, yang kadar kelemotan nya kambuh.
Arsandi menghembuskan nafas nya dengan kasar. 'Kurang ajarrr ini bocah, masa nama PT sebesar dan seterkenal itu dia gak tau. Benar benar anak yang gak bisa di duga!'
.........
Malam menjelang.
Angin malam yang kala itu membawa udara dingin. Menyapa Layla yang sedang menikmati indah nya malam di balkon kamar nya.
"Gimana kabar ibu ya? Aku udah lama gak main ke rumah ibu. Siapa yang bantuin ibu ngurus catring selama gak ada aku? Apa motor yang ayah kasih, masih di gunain sama ibu?" gumam Layla pelan, berbicara pada bintang yang kerlap kerlip di atas langit.
Layla menoleh ke asal suara, di lihat nya Danu tengah bersandar pada dinding kaca, pembatas kamar dengan balkon.
"Sok ganteng! Tapi emang ganteng sih!" sungut Layla, tanpa pikir panjang, ia langsung memalingkan wajah nya dari Danu, dan menatap kembali ke langit yang bertabur bintang.
"Aku denger kamu ngomong apa barusan, La! Perpaduan antara ganteng dan manis, jadi nya apa La?" tanya Danu.
Tanpa Layla sadari, kini Danu mengayunkan langkah kaki nya, mendekat ke arah Layla dan berdiri di samping Layla. Tangan Danu langsung merangkul bahu Layla, membawa nya merekat pada tubuh nya.
Seketika Layla merasakan hal aneh pada tubuh nya, ia meneganggg, tangan nya pun meremasss pembatas dinding balkon yang ada di depan nya. Rasa nya pasokan udara yang ia hirup, seketika menipis.
"Biasa aja La! Nanti juga kamu akan terbiasa dengan sikap ku ini!" jelas Danu, mengelusss lengan Layla.
"Biasa gimana, gini aja udah buat sport jantung." celetuk Layla tanpa sadar.
"Emang nya aku makan kamu? Sampe buat kamu sport jantung?" tanya Danu, membuat Layla mengadahkan wajah nya, menatap wajah Danu.
__ADS_1
"A- apa kita beneran bakal pergi berdua? Nenek gak di ajak?" tanya Layla.
"Dari sini kita emang pergi berdua, tapi nanti di puncak. Ada beberapa teman ku juga kok. Teman angkatan ku saat masih di SMA dulu." jelas Danu.
Layla membuang nafas nya lega, tapi sejurus kemudian ia mengerutkan kening nya.
'Aman sih kalo nyampe di villa gak cuma ada aku sama ka Danu doang, ada beberapa teman SMA nya juga... tunggu dah, teman SMA nya, jangan bilang ini acara ka Danu sama teman teman nya, reuni? Iya gak sih?' tebak Layla dalam batin nya.
"Ini acara reuni ka Danu?" tanya Layla pada akhir nya, menatap Danu dengan tatapan menyelidik.
Danu menganggukkan kepala nya.
"Lalu tante menor, apa tante menor juga akan ikut?" tanya Layla dengan mata memicing tajam.
"Menurut mu? Apa Aleta akan ikut?"
"Nama mantan masih di inget, sebut aja terus... apa cantik nya! Udah kalo pake lipen menor banget! Ihsss nyeselin!" ucap Layla dengan nada gak suka.
Sreek.
Layla kenepis tangan Danu dari bahu nya.
"Pergi aja sendiri! Aku gak mau ikut. Kalo aku ikut, yang ada cuma ngeliet kalian mesra mesraan, mengenang masa sekolah, ogah yah!" sungut Layla lagi, melangkah ke arah kasur.
Bugh.
Layla menjatuhkan tubuh nya di atas kasur, menenggelam kan wajah nya di bawah kasur karena posisi nya yang tengkurap.
"Kamu cemburu La?" tanya Danu, menyusul Layla, dengan seringai di bibir nya.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...