
...🥀🥀🥀...
Malam itu juga Noval menjemput Tati beserta suami nya, menuju rumah sakit di mana Layla di rawat.
"Apa yang terjadi sama Layla, Noval?" tanya Tati dengan penuh tanya.
"Kenapa kau tidak mengajak serta istri mu, Noval?" tanya Yanto dengan tatapan mengejek Noval.
"Ah aku tau, istri mu itu... pasti gak mau kan ikut susah mengurusi anak perempuan mu yang susah di atur itu! Emang si Layla tuh, jadi anak kok hobi banget nyusahin orang tua! Gak tau apa kalo dia udah bersuami! Susah kan aja sana suami nya!" dumel Yanto lagi, dengan sesekali menguap.
"Jaga bicara mu Yanto! Jika tidak ingin aku menurunkan mu saat ini juga!" ucap Noval dengan nada mengancam.
'Sialannn nih orang, kalo bukan Tati ikut bersama nya, ogah banget gue naek mobil nya. Dasar orang kaya baru belagu!' umpat Yanto yang duduk di kursi penumpang, samping Noval yang tengah mengemudi.
"Bang, jangan memperkeruh keadaan. Kita juga gak tau kan apa yang sebenar nya terjadi sama Layla." ujar Tati, membujuk suami nya untuk gak banyak bertanya.
Yanto membuang nafas nya kasar, kesel sendiri melihat Tati yang membela Noval. Yanto menyandarkan punggung nya pada sandaran kursi mobil. Membuang pandangan nya, menatap jendela luar mobil.
'Noval pasti memiliki alasan yang kuat, untuk tidak membawa serta Sifanye saat ini. Tapi apa yang terjadi pada Layla? Ada apa dengan anak itu?' batin Tati dengan hati yang gak enak.
"Emang ada apa dengan Layla, Nov?" tanya Tati, menatap Noval lewat kaca spion mobil.
"Layla___" belum selesai Noval menjelaskan keadaan Layla, Yanto kembali menyela nya dengan kata kata yang gak enak di dengar.
"Maka nya jadi orang tua tuh jangan terlalu bernafsuuu, mentang mentang Danu orang kaya, langsung saja gegabah menikah kan Layla dengan nya. Jadi begini kan, setelah menikah malah tambah nyusahin orang tua aja!" dumel Yanto.
Secara gak langsung Yanto menyalahkan keputusan Noval, yang waktu itu ingin Layla segera di nikahkan dengan Danu.
Ciiiiit.
Telinga Noval yang panas mendengar ocehan Yanto, langsung menginjak pedal rem.
"Turun!" titah Noval dingin tanpa menatap Yanto.
"Kalian berdua ini, ini bukan waktu nya untuk berdebat. Jangan hiraukan perkataan Yanto, Noval. Kita harus cepat sampai di rumah sakit bukan?" ujar Tati, menengahi perdebatan mantan suami nya dan pria yang kini menjadi suami nya.
"Kau selalu membela nya terus, kenapa kalian gak rujuk aja sih! Menyesal aku mengizinkan mu untuk ikut bersama nya!" umpat Yanto menatap jengkel Tati yang duduk di kursi belakang.
"Bang, tolong mengerti. Layla itu putri ku, jangan pernah membahas aku dan Noval. Kami sudah berakhir. Kami bersama hanya untuk Layla. Ingat kan apa yang aku katakan pada mu, aku sudah berjanji pada almarhumah Devinta!" Tati mengingatkan kembali suami nya, menatap nya dengan tatapan memohon.
"Aku minta maaf, sekarang cepat kemudikan kembali mobil mu ini!" titah Yanto.
__ADS_1
Noval kembali melajukan kendaraan nya.
"Apa yang di katakan Danu pada mu, Noval? Kenapa Layla bisa masuk rumah sakit lagi?" tanya Tati.
Noval menceritakan apa saja yang di katakan Danu pada nya saat di telpon tadi.
"Kenapa bisa lepas sih? Terus gimana nasib teman nya Layla itu? Pasti tuh anak yang udah nyiksaaa Layla, sialnnn tuh bocah. Awas aja, kalo sampe gue ketemu tuh anak, abisss lo!" umpat Yanto, dengan kilatan amarah yang tampak jelas di ke dua mata nya, tangan nya pun kini mengepalll kencang.
"Kasian putri ku, saat ini pasti ia sangat membutuhkan ku. Dia pasti menangis kesakitan, memohon untuk minta di lepaskan." ucap Tati dengan bulir bening yang menerobosss pelupuk mata nya.
Hati nya seakan sakit, merasakan apa yang terjadi pada Layla.
Danu mendudukkan diri nya di sofa, di temani sang ayah yang belum lama tiba di rumah sakit itu.
"Jadi keputusan apa yang akan kamu ambil selanjut nya, nak?" tanya Baskoro, menatap penuh selidik sang putra.
"Yang pasti, aku tidak akan membiarkan Basuki lolos gitu aja, pah! Sampai ke ujung semut pun, pasti akan aku cari dia!" ucap Danu dengan sorot mata tajam.
"Untuk perawatan Layla, bagaimana?" tanya Baskoro ingin tau.
Ceklek.
Danu beranjak dari duduk nya, menyambut kedatangan mertua nya.
Danu menyalami Tati dan Yanto, yang langsung melangkah menghampiri Layla yang berbaring di atas tempat tidur dengan mata terpejam.
Tati mendudukkan diri nya, di kursi yang ada di dekat ranjang rawat Layla. Dengan Yanto yang duduk di tepian ranjang rawat Layla, berniat memijat kaki putri sambung nya itu.
"La, bangun La. Buka mata kamu La, ini ibu La! Ibu dateng buat kamu La! Kamu gak sendirian sekarang La!" ucap Tati, menggenggammm jemari Layla.
Air mata Tati kembali menetes, melihat wajah pucat Layla. Tatapan nya jatuh pada lengan Layla yang tidak tertutup selimut.
'Itu pasti sakit La! Ya Allah anak ibu, kenapa berat sekali cobaan kamu, nak!' batin Tati.
'Aku gak nyangka, musuh Danu gak bisa di anggap remeh. Lihat apa yang di lakukan nya pada putri ku! Aku menyuruh Danu untuk menjaga dan melindungi Layla. Tapi apa yang aku lihat saat ini!' batin Noval.
'Kenapa ayah Noval diam aja, ayah Noval gak bicara satu kata pun. Maafin Danu, yah.' batin Danu, menelan saliva nya dengan sulit.
Danu mengikuti langkah kaki Noval yang menatap nya suram, Noval membalikkan badan dan langsung melayangkan kepalan tangan nya di perut Danu, membuat Danu meringis membungkuk, dengan tangan memegangi perut nya.
Bugh.
__ADS_1
Yanto menoleh ke arah Noval dan Danu, 'Gila, si Noval beneran mukulll si Danu? Anjimmm emang tuh anak. Jaga Layla aja gak becus!'
"Noval, ini rumah sakit!" bentak Tati.
"Noval, apa yang kamu lakukan?" tanya Baskoro menatap heran sahabat nya itu.
"Gak apa pah! Wajar ayah Noval kaya gini, ini salah Danu." ucap Danu, memaklumi apa yang di lakukan ayah mertua nya.
"Jadi apa kata dokter, Dan?" tanya Noval dingin, gak menghiraukan kata kata Baskoro dan mantan istri nya.
Danu mengatakan apa yang di sampaikan dokter pada nya tadi mengenai kondisi Layla.
Dring dring dring.
Telpon Danu yang ada di saku celana nya berdering.
^^^"Halo Tuan, kami berhasil menemukan Basuki dan melumpuhkan nya. Dan sekarang kami dalam perjalanan menuju markas."^^^
[ "Perketat penjagaan untuk nya, jangan sampai lolos. Aku akan menyusul kalian." ]
Danu langsung memutuskan sambungan telepon nya, dengan seringai di bibir nya.
"Tadi siapa yang menghubungi mu? Kau mau pergi? Meninggalkan Layla yang terbaring lemah?" tanya Noval dengan tatapan menyelidik.
Danu mengayunkan langkah kaki nya menghampiri ranjang rawat.
Cup.
Danu menghujani wajah Layla dengan kecupan singkat dengan tangan menggenggammm jemari Layla.
"Danu titip Layla pada kalian, Danu pasti kan. Orang orang yang membuat Layla seperti ini, gak akan pernah bisa Danu biarkan lolos gitu aja!" ucap Danu penuh penekanan, meninggalkan ruang rawat.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1