Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Pahit nya patah hati


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kaya nya emang ke lu deh Mer! Hehehe ketawan lo sekarang!" ledek Nina.


"Apaan si lo, Nin! Diem deh, jangan bikin gue salah tingkah!" celetuk Mery, mencubittt gemasss lengan Nina.


"Ahahhaha bisa salah tingkah juga nih wadonnn di depan ayang beb ahahah!" ledek Nina dengan tergelak, melihat wajah Mery yang bersemu mana kala Arsandi kini menatap nya dengan lekat.


"Kenapa lama sekali? Ayo, biar aku antar kamu pulang!" seru Arsandi, menggenggammm jemari Mery tanpa malu di depan Nina.


"Kaya nya kudu belajar dari pak Arsandi deh pak Danu nih, liet tuh! Gak malu lagi hihihi!" ledek Nina, melirikkan ekor mata nya ke jemari Arsandi dan Mery yang saling bertautannn.


Mery berusaha melepaskannn jemari nya dari genggamannn Arsandi. Tapi Arsandi semakin erat, bahkan memperlihatkan tautan tangan nya pada Danu, Layla dan Nina.


"Mungkin ini yang di sebut jatuh cinta, gak perduli dengan apa kata orang!" Arsandi mengecup punggung tangan Mery, membuat gadis itu semakin bersemu dengan pipi merona.


"A- apaan sih. Gak usah lebay deh! Hayo lah jalan! Gak enak jadi bahan tontonan anak anak lain!" ucap Mery dengan tergagap, menarikkk diri nya dengan Arsandi yang ikut serta.


"Lah terus gue sama siapa dong?" cicit Nina, menggaruk kepala nya yang gak gatal.


"Dasar pria bucin! Gak malu memperlihatkan kemesraan nya di depan bos nya sendiri!" gerutu Danu, kalah selangkah dalam romantis.


"Gak usah ngedumel, ayo antar kita ke resto. Gak keberatan kan ka?" Layla membuka pintu penumpang bagian belakang, "Ayo masuk! Mau tunggu apa lagi?" Layla nenatap Nina yang masih terpaku.


"Gue ganggu kalian gak, kalo nebeng di sini?" Nina menunjuk kursi yang akan ia tempati.


"Deri ke mana? Biasa nya kalian berdua selalu menempelll!" Danu mengerutkan kening nya, menatap Nina dengan menyelidik.


"Gak usah banyak tanya. Ayo masuk! Kaka juga masuk!" titah Layla, gak mau di bantah, mendorong Nina masuk ke dalam mobil.


"Makasih atas tumpangan nya!" seru Nina dengan wajah berbinar senang, duduk manis di kusri penumpang.


Mobil yang di kemudian Arsandi sudah melaju lebih dulu.


"Kalian janjian di restoran?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik sang istri.


"Iya, gak apa kan? Mau sekalian ngerjain tugas." cicit Layla.


"Mau ke rumah kenyang, apa rumah cinta?" tanya Danu.

__ADS_1


"Cinta aja, sekalian mau ketemu ibu." ucap Layla.


"Ma- mau ketemu ibu? Mau ngapain La?" Danu langsung menoleh ke arah Layla dengan tergagap.


'Gimana ini, gimana kalo ibu sampai membahas soal kalung itu sama Layla? Layla pasti akan sangat marah. Bukan hanya ke pada ayah, tapi pada ku juga?' pikir Danu dengan peluh yang mulai membasahiii kening nya, meski ac di dalam mobil sudah di hidup kan.


"Iya kan aku pengen ngobrol, mau tuker pikiran soal mama Sifanye yang udah gak ada. Apa ka Danu keberatan?" Layla melirik sekilas Nina, yang kini tengah menatap benda pipih nya.


'Deri pergi ke mana ya? Apa mungkin Deri lagi ngikutin gue, nguntittt gue, gue kangen sama lu Der. Kenapa sih lo gak jujur aja sama gue, bilang aja kalo lo udah bosen sama gue! Gak harus gini juga cara nya!' pikir Nina dalam hati, tampak ke dua mata nya mulai mengembun dengan hati yang terasa tertusukkk sembilu.


"Kalo mau nangis, nangis aja! Gak usah sok kuat!" Layla menyodorkan kotak tisu ke depan Nina.


"Huaaaa, gue sedih. Gue gak nyangka aja Deri bisa selingkuh di belakang gue! Pake alesan cewek itu sepupu nya. Masa iya sepupu bisa semesra itu huaaa gue gak terima Layla!" tangis Nina pecah, gak bisa lagi menyembunyikan perasaan nya yang tengah gundah.


"Dasar bocil, laki laki di dunia ini banyak. Lagi pula, apa kalian sudah memiliki ikatan yang sah di mata hukum? Sampai kata selungkuh itu terlontar dari bibir mu?" tanya Danu, dengan gelengan kepala, melihat Nina dari kaca spion.


"Gak usah banyak tanya pak! Bapak gak tau kan perasaan patah hati itu kaya gimana, sakit pak, sakiiiiit banget, rasa nya aku gak bisa bertahan, aku menyerah, aku kecewa huaaa, aku tuh udah cinta sama dia, gak tau cinta itu dateng nya kapan. Tapi aku tuh sakiit banget liet Deri mesra mesraan sama cewek lain!" cicit Nina, panjang kali lebar, menyeka air mata nya dengan tisu, kotak tisu dengan setia menemani nya dalam tangis.


"Dasar cengeng!" umpat Danu datar.


'Dia gak tau aja, aku juga pernah ada di posisi itu. Tapi setelah tau kenyataan. Aleta gak sepantas nya aku tangisi, wanita gak punya harga diri! Wanita rendahannn!' sungut Danu dalam hati, namun bibir nya tersenyum sinis.


"Kenapa ka? Ka Danu pernah merasakan nya juga? Sakit nya seperti apa? Lalu sekarang menyesal pernah menangisi wanita itu? Emmm tante menor! Iya ka?" nyinyir Layla, tanpa bisa di rem. Bibir nya kini nyerocosss bak petasan banting.


Hati Danu seakan di seruduk, hingga mampu membuat nya jatuh ke dasar jurang. Apa yang di katakan Layla, benar ada nya.


"Ah ka- kamu ngo- ngomong a- apa La? A- aku ini pria. Mana bisa aku menangisi wanita yang gak guna, gak penting seperti Aleta, yang benar aja kamu La hahaha dasar ngaurrr." kilah Danu, menyangkal apa yang di katakan Layla dengan tawa renyah nya.


"Ahahahha, mau ka Danu berbohong sekali pun. Aku tau, ka Danu dulu sangat mencintai nya! Cinta pertama kan?" tebak Layla, dengan tawa getir nya, menyilang kan ke dua tangan nya di depan dada, menatap sinis Danu.


"Ahahahha kamu ngomong apa sih La! Cinta pertama aku ya kamu, sudah lupa dengan apa yang dulu aku ceritakan pada mu? Hingga kita di jodoh kan?" cicit Danu gak mau kalah, meyakinkan hati Layla.


"Aku gak nyangka lo, orang sehebat pak Danu. Bisa merasakan pahit nya patah hati ahahahha!" Nina tergelak, saat tangis nya gak lagi nampak berganti dengan tawa meledek Danu.


"Ahahahha nama nya patah hati, hanya milik orang orang yang berpikir pada setia yang di khianati. Kesetiaan harus nya di berikan pada orang yang tepat, seseorang yang menghargai arti cinta sejati." ujar Layla dengan tatapan menerawang.


'Apa aku akan patah hati, jika setia sama ka Danu? Apa ka Danu gak akan mengkhianati pernikahan ini? Pernikahan yang di dasari atas perjodohan? Atau pernikahan yang di dasari atas nikah paksa? Entah lah!' Layla mengerdikkan bahu nya, bingung dengan pertanyaan yang tiba tiba berseliweran di kepala nya.


"Ahahah La, kalo sampe pak Danu selingkuh. Tenang aja La, gue jadi orang pertama yang dukung lu buat tinjuuu pak Danu ahaha!" gelak Nina.

__ADS_1


"Dasar begeee, ngapain gue ngomong ngomong kalo ka Danu selingkuh, gue udah lebih dulu maju buat nyikattt tuh pelakor ahahah." sungut Layla dengan tergelak.


"Kalian berdua! Berani mentertawakan saya? Lihat saja, akan saya buat nilai kalian jeblokk, kalian harus mengulang pelajaran saya selama satu tahun. Dengan kata lain, kalian akan tinggal kelas ahahahha!" ucap Danu dengan penuh kemenangan di iringi tawa.


"Aaahhh tidak. Enak aja kalo ngomong!" sungut Layla.


Bugh bugh bugh.


"Urungkan niet mu itu ka! Enak aja kalo ngancemmm!" Layla melayang kan pukulannn di lengan Danu.


"Hajarrr La!" seru Nina, mendukung Layla.


"Kalian, saya lagi bawa mobil!" Danu mengingatkan ke dua nya, melirik secara bergantian Layla dan Nina.


Grap.


"Ya maaf, lupa!" seru Layla, membenarkan posisi duduk nya kembali.


Grap.


"Aku gak akan membiarkan mu tinggal kelas, sayang!" Danu menggenggammm jemari Layla dan mengecup nya.


"Waaaaa kalian jangan buat aku, calon jomblo ngiri dong!" seru Nina, menutup wajah nya dengan ke dua telapak tangan nya.


Ciiit.


Danu menginjak pedal rem, saat melihat mobil yang di kemudikan Arsandi berhenti di depan nya.


Bugh.


Nina yang gak tau mobil akan berhenti, tubuh nya condong ke depan dan terhempas kembali ke kursi mobil.


"Awhhhh!" pekik Nina, merasakan salit pada punggung nya.


"Lo gak apa Nin?" tanya Layla cemas.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya


__ADS_2