
...🥀🥀🥀...
"Ini!" Layla memberikan hape milik nya tanpa bertanya lagi.
Tak.
Prang.
Danu mematahkannn sim card milik Layla, lalu membuang nya lewat jendela pintu yang ada di sisi Layla.
"Apa yang ka Danu lakukan? Gimana kalo dosen dan teman teman ku menghungi? Belum lagi ayah dan ibu? Kaka kenapa sih?" tanya Layla dengan kening mengkerut, menatap heran atas sikap Danu yang gak biasa.
"Dengerin apa yang aku katakan sama kamu La! Jangan pernah memberikan nomor hape mu pada pria lain selain dosen! Jangan pernah berdekatan dengan pria di kampus kecuali dengan Deri, aku sudah percaya dengan nya. Ingat... kamu ke kampus untuk menuntut ilmu, bukan untuk dekat dengan pria mana pun." ucap Danu, menekannya pada Layla.
"Iya, aku tau. Tanpa ka Danu ingat kan, aku sudah tau. Terima kasih sudah memberi ku kesempatan untuk melanjutkan pendidikan ku." ucap Layla dengan senyum tersungging di bibir nya.
Danu mengembalikan hape Layla tanpa sim card di dalam nya.
"Ini! Kamu gak marah dengan apa yang aku tekan kan pada mu, La?" tanya Danu dengan heran.
Layla menggeleng kan kepala nya. "Untuk apa aku marah? Ini semua demi rumah tangga kita kan? Ka Danu bersikap seperti ini, karena ka Danu gak mau aku sampai salah pergaul kan? Aku tau akan status ku, ka!" ucap Layla lagi, meyakinkan Danu.
"Terima kasih, kau sudah mau mengerti aku, La!" Danu mengelusss puncak kepala Layla.
"Iya, jadi aku di beliin sim card baru gak nih? Biar gimana pun, hape ini membuat ku lancar dalam berkomunikasi dengan dunia luar ka!" terang Layla.
Tanpa menjawab pertanyaan Layla, Danu ke luar dari mobil.
"Ihsss mau apa lagi coba, bersikap seenak nya! Dasar ka Danu! Salah makan apa sih itu orang! Jdi aneh gitu sikap nya!" gumam Layla, mengikuti pergerakan Danu.
Ceklek.
"Ayo turun dulu!" seru Danu, setelah membuka kan pintu mobil untuk Layla.
"Kita mau ngapain ke dalam? Aku lagi gak ada yang mau di beli loh ini ka!" seru Layla, mengimbangi langkah kaki Danu yang melangkah beriringan dengan nya, jemari Danu semakin erat menggenggammm jemari Layla.
"Kata mu dengan hape... bisa membuat mu lancar dalam berkomunikasi, jadi aku belikan sim card yang baru untuk mu! Gak masalah kan?"
__ADS_1
Layla menggeleng kan kepala nya.
Danu gak menceritakan apa yang terjadi pada Mery dan Arsandi.
Ke dua nya kembali ke rumah setelah Danu mengganti sim card milik Layla yang ia patah kan.
"Selamat datang kembali Nona, Tuan!" seru pak Didi setelah membungkuk hormat.
"Aku harus jawab apa dong, pak Dedi menyambut ku seperti itu!" tanya Layla dengan otak yang berfikir.
Bukan pak Dedi yang menjawab perkataan Layla, tapi Danu yang langsung buka suara.
"Cukup hem!" seru Danu dengan wajah datar.
Dugh.
"Ughhhhh!" ringis Danu, pura pura kesakitan. Saat Layla mendaratkan kepalan tangan nya di punggung nya.
"Orang lagi nanya serius, malah ngeledek! Gak nyambung jek!" sungut Layla yang melangkah lebih cepat dari Danu.
"La tunggu! Enak aja kamu ya! Udah mukulll, langsung pergi! Tanggung jawab La! La!" seru Danu dengan tangan melambai, meminta Layla kembali.
Layla menjulurkan lidah nya ke arah Danu setelah menghentikan langkah kaki nya. Lalu melanjutkan kembali langkah nya menaiki anak tangga.
Danu mengikuti Layla, dengan langkah kaki yang lebih besar dari Layla, Danu berhasil menghentikan pelarian Layla saat Layla sudah berdiri di depan pintu kamar mereka. Tangan mungil nya hendak meraih hendle pintu kamar yang menjulang di hadapan nya.
Grap.
Danu menggenggammm pergelangan tangan Layla.
Sreeek.
Bugh.
"Akkhhh!" pekik Layla saat merasakan tubuh seperti angin dan berbalik badan dengan tangan di bahu Danu.
Jelas aja kaya angin, Danu menarikkk pergelangan tangan Layla, hingga membuat ke dua nya saling berhadapan.
__ADS_1
"Kamu udah berani menggoda ku?" tanya Danu dengan tatapan menggoda.
"Ihsss ka Danu yang menggoda, bukan aku!" kilah Layla, menyangkal apa yang di katakan Danu.
Hap.
"Kyaaa!" pekik Layla, saat ke dua tangan besar Danu membawa nya dalam gendongan nya, Danu membawa Layla masuk ke dalam kamar nya.
"Turunkan aku di sana ka! Iya di sana!" Layla menunjukan tempat tidur mereka berdua yang ada di dalam kamar.
Danu menghentikan langkah nya, berdiri gak jauh dari tempat tidur. Namun belum juga menurunkan Layla dari gendongan nya.
"Kamu udah gak sabar ya? Pengen memuaskannn ku di ranjang?" goda Danu, satu alis nya bergerak naik turun.
Brussss.
Pipi Layla bersemu dengan mata membola, lalu menggelengk kan kepala nya dengan cepat.
"Ihsss ka, jangan menggoda ku! A- aku cuma belum mandi!" kilah Layla, mencari cari alasan. Agar selamat dari Danu yang akan melahappp nya.
"Oohhh kamu ingin tubuh mu wangi dulu, baru memberikan ku jatah di ranjanggg? Baik lah, akan aku kabul kan sayang! Kebetulan aku juga gerahhh, ingin mandi." goda Danu, kembali melangkah menuju kamar mandi.
Layla gelagepan sendiri dengan ucapan nya yang malah memancinggg Danu.
"Bu- bukan begitu maksud ku ka! Ka- ka Danu! Ahhh ka!" Layla memberontakkk, dengan ke dua kaki nya yang menendanggg angin dalam gendongan Danu.
"Sudah terlambat sayang!" seru Danu dengan seringai di bibir nya.
Bruk.
Pintu kamar mandi tertutup rapat.
"Kaaa! Tunggu dulu!" suara teriakan Layla terdengar sampai di kamar, meski ke dua nya berada di dalam kamar mandi.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
__ADS_1
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️