
...🥀🥀🥀...
"Ihhhsss duduk yang benar apa! Aku geli!" kekeh Layla, saat wajah Danu tidak henti bergerak, menduselll di buah kembar nya.
2 hari sebelum ujian Layla di mulai.
Nampak Danu dan Layla tengah menghabiskan sarapan mereka bersama, dengan hikmat dan hangat, dengan perhatian kecil yang Danu berikan untuk Layla.
Sementara pak Didi yang berdiri tidak jauh dari mereka. Berdiri dengan siap siaga, bersama dengan sang koki Adi, yang senantiasa menyajikan makanan yang sehat dan bergizi untuk Tuan nya.
"Adem ya, kalo liet Nona kecil dan Tuan akur, damai gitu di liet nya." koki Adi bersuara, membuka obrolan dengan pria kaku plus dingin seperti pak Didi.
Pak Didi hanya diam, enggan menanggapi nya.
'Ada benar nya juga, tapi kehidupan mereka akan jauh lebih tenang tanpa ada yang ikut campur dengan rumah tangga mereka. Terlebih jika ada Nyonya besar. Entah kenapa sikap Nyonya besar jadi terlihat kejam dan tegas dengan Nona dan Tuan. Tau gitu, lebih baik Nyonya besar tidak usah sembuh saja dari bicara nya.' batin pak Didi.
"Sayang ya, mereka berdua harus pisah kamar kalo ada Nyonya besar di sini! Kenapa Nyonya besar gak pindah aja sih ke rumah Tuan Baskoro!" ujar koki Adi.
"Kau tanya kan saja sendiri pada Nyonya besar!" seru pak Didi dengan dingin.
"Ihs sama aja aku memancing singa tidur kalo tanya sendiri ke Nyonya besar." gerutu koki Adi.
"Kau harus makan yang banyak, La!" Danu menambahkan sepotong daging rendang dan secentong nasi ke piring Layla.
"Iya tapi ini keterlaluan nama nya, ini tuh terlalu banyak!" protes Layla dengan bibir mengerucut.
"Tadi aku udah minta koki, buat siapin kamu bekel. Nanti jangan lupa di habiskan bekal nya ya, sayang!" ujar Danu.
"Hemmm!"
"Jangan cuma hem aja La, dengerin kalo aku ngomong!" protes Danu.
Layla mengelap mulut nya dengan tisu, setelah meminum susu hangat nya.
"Iyaaaa, aku udah kenyang! Aku tunggu kamu di mobil!" Layla melenggang meninggalkan Danu yang di buat melongo.
"Astagaaa Layla! Habiskan dulu sarapan mu!" seru Danu, dengan suara yang naik satu oktaf, berharap Layla mau kembali dan mendengarkan nya.
"Aku udah kenyang! Siapa suruh kamu nuangin nasi dan lauk buat kuli, aku kan gak makan sebanyak itu! Jadi, kamu aja yang habis kan hihihi!" gelak tawa Layla terdengar.
Dengan santai nya Layla mengatakan apa yang ingin ia katakan, tanpa menoleh ke belakang. Wanita itu terus melangkah maju menuju mobil yang sudah terparkir di depan rumah.
Danu hanya bisa membuang nafas kasar, pasrah menghadapi sikap Layla. Salah nya juga yang gak bertanya dulu. Main langsung sendok aja ke piring Layla.
"Pagi Nona!" seru Arsandi, membukakan pintu mobil untuk Nona Muda nya.
"Pagi ka!" balas Layla yang langsung masuk ke kursi penumpang belakang. Menunggu sang suami yang tertinggal di belakang nya.
Mobil melaju meninggalkan rumah megah yang selama ini tampak damai.
"Nanti gak usah di jemput ya ka!" pinta Layla.
"Gak bisa gitu La! Emang kamu mau ke mana lagi?" tanya Danu dengan menatap Layla penuh selidik.
"Mau ke rumah ibu Tati. Udah lama kan aku gak main ke sana." ujar Layla.
__ADS_1
"Biar kamu di antar sama Arsandi. Aku gak tenang kalo kamu pergi sendiri!" jelas Danu.
Layla memutar bola mata nya malas. Menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada.
"Aku bukan anak kecil yang gak tau pulang, aku juga bisa melindungi diri ku sendiri!" protes Layla dengan sikap Danu.
Sreeek.
Danu menarikkk bahu Layla ke belakang, membuat nya jatuh bersandar pada dada bidang nya.
Bruk.
"Akkkhhhh! Kebiasaan banget sih! Gak usah maen tarik tarik bisa kan!" sungut Layla, mencoba bangkit dan ingin duduk kembali, namun di tahan dengan tangan Danu yang melingkar di perut nya, Danu mendaratkan dagu nya di bahu Layla dan menyandar di sana.
"Bukan tanpa alasan La, aku kaya gini juga buat keamanan kamu juga! Aku gak ingin hal buruk yang menimpa aku, Arsandi dan Wisnu, terjadi sama kamu!" jelas Danu panjang kali lebar.
"Emang apa terjadi sama mereka?" tanya Layla yang memang gak tau.
"Kamu ingat, beberapa hari yang lalu setelah kamu mendapat perawatan di rumah sakit!" seru Danu.
Layla mengagguk namun sejurus kemudian ia menggelengkan kepala nya, dengan memasang wajah tidak mengerti.
"Keesokan pagi nya Bayu menemui ku di kantor, meminta ku untuk memberikan kesempatan pada Wisnu. Biar Wisnu menyelesaikan kekacauan yang sudah ia buat bersama dengan Aleta dan teman mu Irfan. Di saat itu pula aku mendapat kabar dari pihak kepolisian, Wisnu harus menjalani perawatan karena ada yang mencoba meracuni nya di dalam sel."
"Kok bisa? Apa hubungan nya sama aku? Terus yang nama nya Basuki, apa udah terbukti terlibat mau nyulik aku?" cecar Layla ingin tau.
"Jadi Basuki belum terbukti terlibat, belum ada bukti bukti yang menjurus ke sana. Namun dari hasil penyelidikan. Yang ingin meracuni Wisnu adalah Aleta.
"Aleta kan di tahan, emang bisa... seseorang yang di tahan berbuat kejahatan lagi?" tanya Layla penasaran.
"Tunggu sampai Arsandi menjemput mu, dia yang akan mengantar mu ke mana pun kau mau! mengerti kan!" titah Danu, sebelum Layla turun dari mobil. Sementara Danu, akan ke kantor karena gak ada jam pelajaran nya di hari ini.
"Hem! Hati hati!" Layla turun dari mobil, setelah mengecup punggung tangan kanan Danu.
Cup.
"Penyemangat pagi buat aku!" ujar Danu, setelah berhasil mencuri kecupan di bibir Layla.
Tanpa banyak berkata, hanya pipi yang merona, Layla langsung turun dari mobil. Melewati gerbang sekolah. Dan berpapasan dengan Julia.
"Ehem ehem, La! Itu gue mau tanya dong! Tapi lu jangan ngomong lagi ke Ratna!" Julia menoleh kiri dan kanan, serta belakang dengan tatapan waspada.
"Apa?"
"Boleh gak, gue maen ke rumah lu? Gue pengen belajar bareng lu, La. Biar nilai ulangan gue bagus La!" ujar Julia, dengan tatapan penuh harap.
"Kapan?"
"Ya tar pulang sekolah, biar gue sekalian bisa tau rumah lu!" ujar Julia.
Layla tidak langsung menyanggupi nya. Malah tampak berfikir.
'Tar kan rencana nya pengen main ke rumah ibu, kenapa jadi gini Sih! Bingung kan tuh jadi nya!' gumam batin Layla.
"Kenapa La? Gak boleh ya gue main ke rumah lu buat belajar? Atau lo punya acara lain?" cecar Julia ingin tau.
__ADS_1
"Aku pengen ke rumah ibu aku dulu bentar. Gimana dong? Apa nanti kalo aku udah di rumah, kamu baru aku kabarin buat ke rumah aku."
"Gue kan gak ada kendaraan, La! Ngetuk gue ke rumah lo?" sindir Julia dengan bibir mengerucut.
"Ya udah tar abis dari rumah ibu, aku langsung ke rumah kamu deh, jadi kamu tar aku yang jemput. Mau kan?" tanya Layla mengenai ide nya.
"Gue gak bakal nolak La! Gue setuju! Emang temen paling bae lu!" ucap Julia dengan bersemangat, memuji Layla.
"Iya sama sama!"
'Gue bisa ketemu lagi sama pahlawan gue, hihihi!' batin Julia cekikikan.
Di saat ke dua nya menaiki anak tangga, menuju kelas.
Ucapan sinis, tatapan sinis, perkataan yang gak enak di dengar, tatapan menghina, kata kata pedasss pun tampak di tujukan untuk Layla, saat mereka berdua melewati beberapa anak yang tengah berdiri, seolah menunggu Layla lewat.
"Astagaaa gak nyangka gue! Ternyata punya daddy dia!"
"Sssstttt berapa tuh sekali janjian?"
"Bukan daddy kali, tapi om om!"
"Pantes ya, sekarang lebih kelihatan bening, gak kaya dulu item kumel!"
"Mandi susu apa mandi air maaaniiii?"
"Udah berapa pria tuh yang di layanin sama dia?"
"Gue biar di kata geratis, ogah amat dah! Jijik! Gak punya harga diri jadi cewe!"
"Untung aja kita gak sekelas ama itu anak ya!"
"Kalian ngomongin apa si? Aku gak ngerti!" tanya Julia, menatap mereka dengan kening mengkerut.
"Heh Jul, jangan deket deket sama tuh anak! Tar lu di jual sama om om baru tau rasa!" nyinyir Lusi.
"Kalian lagi ngomongin gue? Atas dasar apa kalian bisa ngomong gitu ke gue?" tanya Layla dengan tangan mengepal, menahan marah.
Sreeek.
Beberapa foto berhamburan dari lantai atas, ada juga yang melempar nya langsung ke depan wajah Layla.
"Masih mau berkilah lo! Dasar looonteeee! Lo juga! Sejak kapan lo berteman dengan dia hah!" ucap Ratna, dengan tatapan tidak suka pada Layla, melihat Julia bersama nya.
"Kalian salah, Layla gak seperti apa yang ada di foto ini!" bela Mery, yang berdiri di belakang Layla dan Julia, memungut beberapa foto yang jatuh tepat di kaki nya.
"Ini fitnah! Layla bukan seperti apa yang lo omongin Ratna!" bela Juni dari ujung tangga.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...