
...🥀🥀🥀...
"Kalian lagi ngomongin apa? Serius banget?" tanya Bayu dengan menyelidik.
"Bukan urusan mu!" sungut Reina dengan ketus, berlalu meninggalkan Bayu dan Ella.
"Jika kamu bijak, kamu gak akan gegabah seperti Reina. Jika kamu ingin menyusul Aleta di penjara, ya aku mah sih cuek aja. Toh kamu yang memilih jalan hidup mu!" ujar Bayu dengan bergidik, hebdak melangkah meninggalkan Ella.
'Enak banget kalo ngomong! Di kata gue sama kali kaya Reina dan Aleta! Dasar Bayu!' umpat Ella.
Plak.
Dengan acuh nya, Ella menjitak kepala Bayu dengan kerasss, dan melewati nya begitu aja.
"Awhhhh sialannn lo, Ella!" sungut Bayu dengan tangan yang mengelusss kepala nya.
"Sukurin!" cibir Ella dengan menjulurkan lidah nya ke arah Bayu, lalu berlalu memilih bergabung dengan teman nya yang lain, menikmati hidangan yang mereka bakar tadi.
'Dasar cowok gak punya pendirian. Tadi aja ngajakin gue buat pacaran, buat jadi jodoh nya. Lah sekarang udah tebar pesona aja sama cewek seumuran nya, dasar kabel lo ka Bayu!' umpat Mery dengan menatap tajam Bayu, bibir nya komat kamit meski gak ke luar suara.
"Mer, yang ini lo masih mau gak?" tanya Julia, menunjuk sosis bakar yang ada di depan Mery.
"Gak, buat lo aja. Gue udah kenyang! Gue balik kamar duluan!" Mery mengambil gelas minuman nya, lalu menenggak nya dengan tatapan masih tajam pada Bayu.
Nampak Bayu yang berjalan ke arah kerumunan teman teman nya, terlihat begitu akrab dan dekat dengan teman wanita, begitu lah Bayu. Yang gampang berbaur dengan siapa aja, apa lagi teman satu alumni yang udah lama gak ketemu, meski Bayu hanya menganggap mereka sebatas teman dan keluarga.
"Gimana kabar suami lo? Kok gak ikut?" tanya Bayu saat mengajar Wenny bicara.
"Alhamdulillah baik, dia lagi ada dinas dari kantor, paling lusa nyusul ke sini." jawab Wenny.
"Heh Bay, lu kapan merid?" tanya Asih yang berdiri di depan nya.
"Nah iya itu benar, kapan lu merid? Jangan lupa undang, jangan kaya Danu." sindir Asih dengan ekor mata melirik Danu.
"Undangan pasti nyampe ke tempat kalian, cuma nanti setelah Layla lulus, bukan begitu sayang?" ucap Danu dengan menatap Layla penuh harap.
"Oya ka, insyaallah pasti undangan nya nyampe, tapi nanti kalo aku udah lulus. Baru kita adain resepsi." jelas Layla dengan ramah.
"Tapi kalian gak nabung duluan kan, maka nya sampe di nikahin?" tanya Wenny dengan tatapan menyelidik.
"Apa? Nabung duluan?" tanya Layla dengan membola.
"Maksud nya hamil duluan, La!" Bayu meluruskan maksud perkataan Wenny.
__ADS_1
Wenny mengangguk pasti.
"Iya itu, aku dengar dari Bayu. Kalian menikah dalam waktu yang singkat, setelah pertemuan orang tuan kalian?" timpal Asih.
"Iya tapi gak sampe itu juga ka." jelas Layla dengan pipi merona.
'Gimana mau hamil, aku sama ka Danu aja belum melakukan nya. Aihhhss dasar orang dewasa, pemikiran nya udah jauh aja... ihsss kalo denger nikah cepat.' batin Layla gak habis pikir.
"Kami bahkan belum melakukan nya!" ujar Danu dengan berterus terang.
"Sumpah lo?" tanya Asih gak percaya.
Plak.
Bayu menepukkk bahu Asih.
"Hebatkan bos Danu, bisa tahannn cuy." ucap Bayu dengan bangga.
"Lo kata bahu gue ini jemuran! Bisa buat sandaran lo!" Asih menyingkirkan tangan Bayu yang bertengger di bahu nya.
"Ahahahha biasa aja dong! Gitu aja ngambek lo!" Bayu tergelak dengan mengelusss puncak kepala Asih.
"Beneran La, kalian belum melakukan nya?" tanya Wenny penasaran.
"Kenapa? Jangan lama lama, nanti gimana kalo Danu jajan di luaran? Secara dia udah punya istri kan!" seru Wenny.
"Jajan di luaran?" tanya Layla tanpa sadar.
"Iya itu, maksud nya nyewa jasa itu buat muasinnn si sosis megar." timpal Asih.
"Wiiih akhir nya Asih makin pinter ahahahha!" Bayu kembali tergelak setelah meledek Asih.
Kreek.
Asih mencubittt lengan Bayu dengan kencanggg, hingga meninggal kan jejak di lengan Bayu.
Wenny ikut mencubittt Bayu, mendukung Asih.
'Kamprettt, kenapa gue jadi kesel gini sih liet ka Bayu deket sama temen cewek nya! Sabar dong, biasa aja, siapa dia buat gue! Dasar Mery!' Mery mengumpat diri nya sendiri dalam hati.
Bruk.
Mery meletakkan gelas yang sudah tandas isi nya dengan kasar di meja.
__ADS_1
Mery semakin terbakarrr, melihat Bayu yang di cubittt ke dua teman wanita nya.
"Sialannn! Gak punya perasaan!" umpat Mery mengambil jagung bakar, dan memakan nya dengan kasar, tatapan nya tajam ke arah Bayu.
Julia mengikuti arah tatapan Mery, lalu cekikikan dalam hati. 'Ahahha ada yang lagi ke bakarrr cemburu nih, komporin lah biar meledug hehehe.'
"Kata nya mau balik kamar, lo lietin apa sih? Dari tadi kaya nya kesel banget!" seru Julia dengan suara meledek.
"Ngusir gue lo?" sungut Mery dengan bibir mengerucut.
"Ahahahha siapa juga yang ngusir lo, kan lo sendiri yang bilang mau balik kamar. Ini masih anteng lo di mari, ngelietin cowok ya? Samperin aja! Gue gak keberatan kok." ujar Julia dengan tergelak.
'Dasar begooo, ngapain juga gue masih betah ngelietin ono orang. Playboy di lietin, huh rugi gue!' umpat Mery pada diri nya sendiri.
"Kamprettt lo Julia!" sungut Mery pura pura marah, pada hal mah menahannn malu dengan ucapan nya sendiri.
"Kenapa tuh Mery? Muka nya kusuttt amat." seru Layla, menarikkk narikkk ujung kaos yang di kenakan Danu.
"Gue duluan!" seru Bayu, meninggalkan yang lain, Bayu berusaha menyusul Mery dengan langkah kaki nya yang lebar.
"Nambah lagi orang aneh 1." ujar Arsandi, tatapan nya fokus mengikuti arah Bayu yang tanpak tergesa gesa.
Grap.
Bayu berhasil menyamakan langkah nya Mery. Dan jemari nya memegangi pergelangan tangan Mery.
"Mau ngapain lo di sini!' seru Mery, menatap malas Bayu, mencoba melepaskannn pergelangan tangan nya dari genggamannn Bayu.
"Mau ngejer hati lu, lah!" ucap Bayu dengan tatapan menggoda.
"Najonggg! Waktu gue terlalu berharga buat ngeladenin lu, ka Bayu!" cibir Mery, dengan berhasil melepaskannn tangan nya dari cengramannn Bayu.
Bugh.
Cup.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
__ADS_1
...Kehaluan semata...