
...π₯π₯π₯...
"Aku merindukan mu Mery, apa kau juga merindukan ku?" tanya Arsandi pada diri nya sendiri.
Arsandi memejamkan ke dua mata nya, namun yang terlihat hanya lah wajah Mery.
"Sialll, kenapa wajah nya terlihat terlihat di mata ku! Harus nya ini menjadi jalan untuk ku mengambil keputusan. Melepaskannn nya dan pergi jauh dari nya!" Arsandi menggaruk kepala nya dengan frustasi.
Arsandi beranjak dari tidur nya, memilih mandi di bawah guyuran air dingin. Membiarkan pikiran kusuttt nya terbawa dengan buliran buliran air yang saling berjatuhan di tubuh nya.
Danu menekan tombol bel di depan pintu kamar Arsandi.
Ting nong, ting nong.
"Arsandi! Buka pintu nya!" seru Danu, namun gak ada balasan seruan dari dalam.
"Aku kirimkan di pesan aja lah, biar dia menyusul ku!" gumam Danu, mengetikkan pesan di benda pipih nya lalu berlalu meninggalkan pintu kamar Arsandi yang masih tertutup rapat.
Arsandi ke luar dari dalam kamar mandi dengan tubuh berbalut handuk yang hanya menutupi aset berharga nya.
Arsandi meraih benda pipih nya yang ia letakkan di atas nakas dekat tempat tidur nya.
"Bagaimana kerja Doni, apa sudah melakukan apa yang aku perintahkan?" gumam Arsandi yang belum juga mendapatkan kabar dari Doni.
"Tumben Danu mengirim pesan, kenapa gak mengatakan nya secara langsung!" gumam Arsandi saat melihat pesan dari Danu.
...Turun ke bawah, aku menunggu mu di lobby hotel!...
__ADS_1
^^^Kaka ipar mu π ^^^
"Apa itu, bisa bisa nya dia mengancammm ku! Dasar kaka ipar gak berakhlak." gerutu Arsandi yang langsung mengenakan pakaian santai sebelum akhir nya meninggal kamar hotel nya.
"Aku pikir kau tidak akan datang!" omel Danu, melihat Arsandi yang sudah berdiri di hadapan nya.
"Mana berani aku tidak datang, kau sudah mengancammm ku kaka ipar!" gurau Arsandi.
"Sudah lah, ayo jalan. Nanti ke buru malam." oceh Danu yang berjalan lebih dulu meninggalkan lobby hotel.
"Kita mau pergi ke mana? Bukan kah hari ini urusan pekerjaan sudah selesai?" tanya Arsandi, saat mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan hotel.
"Nanti juga kau akan tau, jangan banyak bertanya lah adik ipar! Nikmati saja waktu kita yang hanya tinggal beberapa hari di kota orang!" seru Danu, menumpu kan siku nya pada jendela mobil yang ia buka jendela kaca nya.
"Bukan mengajak ku ke tempat yang aneh aneh kan?" tebak Arsandi dengan tatapan menyelidik.
Sementara mobil terus melaju, tanpa Arsandi tau akan membawa nya ke mana. Dengan duduk di belakang kursi penumpang, Danu dan Arsandi sama sama fokus menatap ruas jalan lewat jendela mobil. Sementara pak supir yang sejak tadi diam, sudah di beri tau, tempat yang menjadi tujuan ke dua nya.
"Jangan sok misterius, katakan pada ku, kau mau membawa ku ke mana kaka ipar?" tanya Arsandi sekali lagi pada Danu.
"Kalo aku beri tahu, itu bukan lagi kejutan. Anggap saja aku sedang memberikan kejutan pada adik ipar ku!" goda Danu dengan sedikit senyum tersungging di bibir nya.
Arsandi mendecih, "Ciihhhsss sejak kapan kau suka hal yang berbau romantis? Kau itu pria kaku, dingin sedingin lemari pendingin. Datar sedatar permukaan meja, kedebong kayut, tiang listrik tak berperasaan!" gerutu Arsandi dengan jengkel.
Pluk pluk pluk.
Danu menepukkk nepukkk bahu Arsandi dengan tangan kanan nya sambil tergelak.
__ADS_1
"Ahahahha terserah apa kata mu saja lah, asal kau senang adik ipar ku!" goda Arsandi yang di sertai gelak tawa nya.
"Cihhs kau ini! Salah minum obat ya? Atau efek dari berjauhan dengan kaka ipar Layla?" Arsandi menempelll kan punggung tangan nya di kening Danu, seolah sedang memeriksa suhu tubuh nya.
"Aku ini bukan kurang obat, justru karena ini terlalu merindukan nya." ucap Danu dengan senyum yang hilang dari bibir nya.
"Maka kita harus cepat menyelesaikan tugas kita di kota C. Biar kaka ipar bisa segera bertemu dengan kaka ipar Layla." ujar Arsandi, menyemangati Danu dengan tatapan penuh harap.
"Iya, aku bertemu Layla dan kau segera bertemu dengan Mery... yang masih tertutup pintu hati nya." goda Danu dengan tatapan mengejek Arsandi.
"Sialannn, aku lagi yang kena. Menyesal aku sudah berusaha menghibur mu!" umpat Arsandi.
"Tidak ada kata menyesal, yang ada kau akan bangga dengan apa yang aku lakukan untuk kalian berdua." Danu merangkul bahu Arsandi.
Danu berbisik di telinga Arsandi, "Aku tidak akan membiarkan adik ipar ku menderita karena cinta!"
Arsandi mengerutkan kening nya, menepis tangan Danu dari bahu nya.
Arsandi menatap Danu dengan penuh selidik, "Apa yang kau lakukan pada Mery? Kau gak ikut campur dengan hubungan kami kan?"
Danu mengerdikkan bahu nya.
...π₯π₯π₯...
Bersambung...
...Jangan baper, kehaluan semata ππΌββοΈππΌββοΈππΌββοΈ...
__ADS_1
βββββ kalo mau update banyak π€ΈπΌββοΈπ€ΈπΌββοΈ