
...🥀🥀🥀...
Lulu teriak dengan histeris, di ikuti dengan tangisan yang menyayat hati.
"Akkkkkkk ini i- ini gak mungkin! I- ini bu- bukan mama! I- ini o- orang lain yang cu- cuma mirip mama!"
Bugh.
Lulu memeluk erat tubuh Sifanye yang terbaring kaku di atas berangkar.
"Kenapa ini semua terjadi sama mama! Siapa orang yang udah tega berbuat sekejammm ini sama mama! Bangun mah! Mama jangan tinggalin Lulu, Lulu sayang mama, mama gak boleh tinggalin Lulu. Yang harus nya mati itu Layla, bukan mama! Bangun mah!" ucap Lulu dengan terisak, mengguncanggg tubuh Sifanye, berharap wanita yang di panggil nya mama akan segera bangun.
"Kamu jangan bicara begitu Lu. Layla itu kaka kamu, harus nya kamu bisa menyayangi Layla. Seperti Layla menyayangi kamu!" Noval mengelusss punggung Lulu yang bergetar, mencoba menenangkan hati gadis kecil nya.
Sreeek.
Lulu menepis tangan Noval, hati nya gak terima. Mendengar Noval terus membela Layla.
"Ini bukan salah aku Lu, aku juga gak tau apa yang terjadi sama mama." jelas Layla, muncul di ambang pintu bersama dengan Danu.
Lulu berbalik badan, menatap Layla dengan penuh dendam dan amarah. Dengan tangan yang mengepal.
'Kalo bukan karena kamu, ayah gak akan mungkin ceraikan mama, kamu anak pembawa sialll, kamu yang udah buat aku terpisah dengan mama, kamu yang udah buat mama menderita di akhir hayat nya. Kamu manusia gak punya hati, kamu jahat La! Aku akan merebut apa yang kamu miliki saat ini La, tunggu kehancuran mu La!' batin Lulu penuh tekad.
Lulu melangkah cepat mencengrammm leher baju Layla sambil berkata dengan penuh emosi.
"Berhenti kamu! Ini mama ku! Kamu gak berhak ada di sini! Udah puas kamu lihat mama aku udah gak ada? Ini yang kamu mau La! Anak sambung gak tau diri kamu La! Kamu bener benar jahat sama mama aku! Aku benci kamu! Pergi kamu dari hadapan ku! Aku gak mau liat muka kamu!"
"Lulu, apa apaan kamu? Ini bukan salah Layla! Salah kan saja kelakuan buruk mama mu selama hidup nya! Apa itu gak cukup buat kamu membuka mata hah!" Danu mendorong bahu Lulu, hingga ia jatuh terjerembab ke lantai.
Bugh.
"Akkkhhh!" pekik Lulu, merasakan sakit pada bokonggg nya yang mendarat kencanggg di atas lantai.
"Kalian, kenapa malah bertengkar?Jaga sikap kalian, ini rumah sakit. Di depan jasad mama, kalian malah seperti itu! Tolong lah akur! Kasian Sifanye, Lu, Danu, Layla!" ucap Noval lirih, menatap sendu tubuh kaku mantan istri nya.
"Maaf yah!" ucap Layla.
__ADS_1
Danu merangkul Layla lebih erat lagi. "Bukan kamu yang harus nya minta maaf La, harus nya Lulu berterima kasih sama kamu! Kalo bukan kamu, sampai detik ini pun, kita semua gak akan tau bagaimana kondisi mama Sifanye. Di mana kamu sebagai anak nya Lulu?" sindir Danu, menatap sinis Lulu.
Noval membantu Lulu beranjak dari posisi nya. "Aku gak butuh bantuan ayah! Ini semua karena ayah, kalo ayah gak usir mama dari rumah. Mama pasti masih ada di samping aku. Ayah, kalian, sama sama jahat!" sungut Lulu, menepis tangan Noval yang akan menyentuhhh lengan nya, menatap Layla dan Danu dengan marah.
"Apa yang di katakan ka Danu ada benar nya juga. Kamu kemana aja Lu, apa sesibuk itu hingga kamu gak bisa luangin waktu buat mama?" tanya Layla dengan tatapan curiga.
"Gak usah ikut campur La! Kamu anak pembawa sialll! Aku benci kamu! Apa pun yang kamu miliki, cepat atau lambat... akan menjadi milik ku! Camkan itu La!" sungut Lulu, mendorong bahu Layla.
"Lulu, kamu mau ke mana nak! Ayah akan mengurus pemakaman untuk mama mu! Kamu juga akan ikut mengurus nya kan?" tawar Noval, menggenggammm lengan Lulu, mencegah nya pergi.
'Buat apa juga gue ada di pemakaman mama, mama udah jahat sama gue. Kalo aja mama gak nolak permintaan gue, gue juga gak akan sejahat itu nyuruh pak satpam buat ngabisin nyawa mama! Kalo gue muncul di pemakaman mama, yang ada pak satpam nyerettt nama gue! Gue gak mau masuk penjara, gue gak mau sampe orang lain tau... kalo gue otak di balik tewas nya mama.' batin Lulu dengan kening mengkerut.
"Nanti Lulu pertimbangin, Lulu butuh waktu yah!" Lulu berlalu meninggalkan ruang otopsi.
"Ada juga dia, anak pembawa sialll. Bisa bisa nya menyalahkan mu, La! Benar benar anak yang gak sayang sama orang tua." gerutu Danu.
Pemakaman Sifanye tanpa kehadiran Lulu di pemakaman. Menjadi tanda tanya besar untuk pihak kepolisian yang tengah melakukan penyelidikan.
Beberapa hari kemudian.
Di temani Danu, Layla di panggil pihak kepolisian untuk di mintai keterangan. Selama 2 jam, Layla di mintai keterangan terkait tewas nya Sifanye.
"Kenapa lama sekali, apa yang mereka tanyakan pada Layla! Sudah jelas, tewas nya mama Sifanye gak ada sangkut paut nya dengan Layla." gerutu Danu, menunggu Layla selama masih di periksa, dengan kaki yang mengetuk ngetuk lantai.
"Hai ka Danu, kaka ipar ku yang sebentar lagi menjadi suami ku!" seru Lulu di depan Danu, dengan kaca mata hitam yang menutupi ke dua mata nya.
Danu mengadahkan wajah, menatap seseorang yang tampak asing di mata nya, namun dari suara nya begitu familiar di telinga Danu.
"Astagaaa aku hampir aja gak mengenali mu jika bukan dari suara mu...kau tau... usia mu masih terbilang bocah, jauh dari penampilan mu yang terkesan dewasa Lulu! Berpenampilan lah sesuai usia mu!" cibir Danu dengan kaki yang menyilang, bertumpu pada satu kaki nya yang lain.
"Benarkan? Bukan kah aku begitu memukau di mata mu, ka Danu? Jauh dari Layla yang upik abu!" cibir Lulu pedas.
"Sayang nya wanita yang kau sebut upik abu, sebuah berlian yang tak ternilai di mata ku!" ucap Danu dengan senyum penuh kemenangan.
'Sialannn, gue udah tampil cantik pari purna gini. Masih aja lo muji muji itu anak sialannn. Tunggu sampai lo bertekuk lutut di depan gue ka Danu! Di saat itu lu gak akan pernah bisa lepasss dari gue!' gerutu Lulu dalam hati, ke dua tangan nya mengepalll.
Ceklek.
__ADS_1
"Terima kasih atas waktu nya Nona Layla." ucap pak polisi, menemani Layla ke luar dari ruang penyelidikan.
"Hai kaka ku tersayang, calon penghuni tahanan." cibir Lulu, menatap sinis Layla.
"Nona Lulu, silahkan. Anda sudah di tunggu di dalam!" seru pak polisi datar, meminta Lulu untuk masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"Habiskan lah waktu selama mungkin bersama nya, karena kelak... kamu akan kehilangan waktu untuk nya!" bisik Lulu di telinga Layla, saat hendak masuk ke dalam ruang pemeriksaan.
"Seperti nya kamu yang harus sabar untuk menerima kenyataan, Lulu!" seru Layla dengan tenang, tanpa terpengaruh dengan apa yang di katakan Lulu.
"Apa yang katakan Lulu sama kamu, sayang?" tanya Danu, di belakang setir kemudi.
"Seperti nya dia sedang memperingati ku ka, kita harus menghabiskan banyak waktu bersama. Seakan aku dan ka Danu akan berpisah dalam waktu yang cukup lama. Aneh kan di dengar nya!" Layla menoleh ke arah Danu.
"Jangan di ambil hati. Semua nya pasti akan berlalu. Apa yang di tanyakan pak polisi tadi di dalam?" tanya Danu.
Layla membuang nafas nya dengan kasar, menyandar kan punggung nya pada sandaran mobil.
"Pak polisi menanyakan hubungan ku dengan mama. Apa kami bermasalah atau gak. Aku rasa pak polisi mencurigai ku, ka!" seru Layla dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Kamu gak usah takut La, jika kamu tidak bersalah. Apa lagi yang di takuti? Kebenaran pasti akan terungkap." Danu menggenggamm jemari Layla, menguatkan hati Layla.
"Iya, buat apa aku takut. Toh aku gak melakukan apa apa. Tapi siapa yang tega melakukan ini sama mama? Apa alasan nya?" tanya Layla dengan pikiran yang ikut bertanya tanya.
"Apa pun alasan orang itu, pasti orang itu sudah terlalu jauh sakit hati pada mama, La!" timpal Danu.
"Kenapa juga harus berbuat kejiii seperti itu ka? Hewan aja masih memiliki belas asih pada sesama nya!" seru Layla, gak habis pikir dengan apa yang menimpa Sifanye.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭
__ADS_1