
...🥀🥀🥀...
"Kau pikir, aku sedang apa? Sudah jelas jelas aku sedang mengerjakan tugas kampus! Dasar pria gak tau diri!" umpat Mery dengan kata kata yang menusukkk hati Arsandi.
Dugh.
Arsandi yang sudah sejak tadi menahannn diri, akhir nya meluapkan kekesalan nya.
Sudah cukup ia bersabar, pura pura tidak melihat apa yang di lakukan Mery bersama dengan Roy. Tapi kini sabar nya hilang seketika, saat Mery berani mengatakan Arsandi pria gak tau diri.
Sreeek.
Hape yang sejak tadi menjadi pusat perhatian Mery, kini berpindah tangan setelah Arsandi berhasil merebut nya.
Mery berdiri dengan ke dua lutut nya, lalu bersuara dengan nada suara yang meninggi, dengan sorot mata tajam.
"Apa yang kamu lakukan? Kembalikan hape ku? Kau mengganggu kesenangan ku, pak Arsandi!" dengan tangan kanan nya, Mery berusaha merebut hape nya kembali, tangan kiri nya menarikkk lengan baju Arsandi.
Arsandi menajamkan mata nya, rahang pipi nya mengeras dengan tangan mengepalll. Setelah melihat apa yang ada di layar hape Mery.
'Berani berani nya pria itu! Kurang ajarrr! Aku salah sudah membiarkan mu bermain gila, kau tak ubah nya seorang jalanggg kecil Mery! Ternyata aku sudah salah menilai mu!' Arsandi mencengrammm hape Mery dengan kencanggg, menampilkan urat urat tangan nya.
"Arsandi! Kau tuliii! Kembalikan hape ku! Kau benar benar sudah membuat ku muak!" Mery mencengrammm lengan baju Arsandi lalu menarikkk nya.
Deg deg deg.
"Mery!" seruan Arsandi menggema dalam ruangan.
Nafas Arsandi memburu. Ingin rasa nya ia menamparrr Mery, tangan kiri nya mengudara, siap mendarat di pipi Mery. Namun tangan nya tertahannn udara, mana kala ia mengingat Baskoro.
Flashback Arsandi.
__ADS_1
Satu bulan sebelum nya, di rumah yang di tempati Arsandi dan Mery.
^^^"Apa pun yang terjadi, jangan tinggalkan Mery. Mungkin ini alasan nya, kenapa dulu aku mengadopsi kalian berdua. Danu untuk Layla, dan kau untuk Mery. Dunia ini seakan tengah berpihak pada ku, Arsandi!" ucap Baskoro saat itu.^^^
Arsandi membuang nafas nya dengan kasar, "Apa gak ada permintaan lain pah? Permintaan mu ini begitu sulit untuk ku jalani bersama dengan Mery, jika dulu Mery memang begitu mencintai ku, tapi saat ini. Ada pria lain di hati Mery." terang Arsandi.
^^^"Bersabar lah Arsandi, papa yakin. Mery di takdir kan berjodoh dengan mu! Papa percaya, kamu bisa melindungi dan membimbing Mery." ucap Baskoro dengan tatapan penuh keyakinan.^^^
Belum Arsandi menjawab, Baskoro kembali berkata lagi.
^^^"Devinta pasti sangat bahagia dan bangga pada mu, Arsandi. Devinta emang gak pernah salah dalam menilai kalian berdua." ujar Baskoro lagi.^^^
Arsandi masih ingat betul, jika Devinta lah yang saat itu bersikeras untuk mengadopsi Danu dan juga Arsandi.
Flashback and Arsandi.
Arsandi tersadar dari lamunan nya, saat Mery dengan berani nya menantang nya untuk segera menamparrr nya.
"Kenapa berhenti? Mau tamparrr? Ayo tamparrr! Aku tidak pernah takut pada mu, Arsandi!" teriak Mery dengan suara meninggi penuh amarah.
"Akkkhhhh lepasss! Singkirkan tangan kotor mu itu dari lengan ku, Arsandi!" ucap Mery, meringis menahannn sakit pada lengan nya yang di cengrammm.
Arsandi menatap sinis Mery, mendengar apa yang ke luar dari bibir Mery.
Arsandi berkata dengan nada suara mengejek, "Benar kah tangan ku kotor? Aku pria yang gak tau diri?"
Mery menatap Arsandi dengan kesal, "Iya, kau gak tau diri! Kau kotor! Sudah berapa kali ku bilang, jangan menyentuhhh Roy! Dia itu teman ku!" seru Mery di depan wajah Arsandi.
Arsandi menatap Mery dengan tatapan sinis, "Hanya teman?" tanya Arsandi dengan datar.
Tanpa Mery menjawab pertanyaan Arsandi pun, Arsandi sudah dapat mengetahui kebenaran nya. Arsandi udah tau betul, sejauh mana hubungan ke dua nya, meski belum sampai tahap ranjanggg.
__ADS_1
Arsandi menarikkk lengan Mery, membuat wajah Mery semakin dekat dengan wajah nya.
"Katakan, hanya teman?" tanya Arsandi, mengulang kembali pertanyaan nya.
"I- iya lah ha- hanya te- teman, me- memang a- apa yang kau fi- fikir kan? Jangan bilang kau menuduh ku berselingkuh dengan Roy!" kilah Mery dengan terbata bata, Mery gak berani menatap mata Arsandi.
"Wanita beristri jalan bersama dengan pria lain, apa itu bukan di sebut selingkuh? Kau berjalan mesra di depan umum, apa itu bukan selingkuh? Kau biarkan tangan mu, tubuh mu, di sentuhhh pria lain selain suami mu, apa itu bukan selingkuh?" bentak Arsandi dengan mata melotot.
Dugh.
Mery seakan terpergok dengan perselingkuhan nya sendiri. Apa yang ia tutupi, tercium juga oleh Arsandi.
Mery mengerutkan kening nya, menatap Arsandi gak percaya, 'Dari mana Arsandi tau? Selama ini kan dia sibuk kerja, dia pergi ninggalin rumah lebih dulu dari gue, bahkan selama ini gue berangkat dan pulang kampus bawa mobil sendiri.'
"Kenapa diam? Mau bukti? Mau sebanyak apa bukti yang kau inginkan untuk membuat mu mengakui nya?" tanya Arsandi dengan wajah yang lebih tenang, saat melihat ketakutan di wajah Mery.
Mery berhasil melepaskannn lengan nya, dari cengramannn Arsandi yang mengendur.
Arsandi mengedarkan pandangan nya, menatap ke cermin yang ada di dalam kamar mereka.
"Seperti nya cermin yang ada di kamar kita ini kurang cukup besar untuk mu bercermin. Hingga kau melupakan jati diri mu yang sebelum nya... sebelum kita menikah. Sadarkah kamu, siapa orang yang membawa mu pada ayah biologis mu? Aku atau kau yang tidak tau diri hah!" ucap Arsandi dengan menohok batin Mery.
Arsandi langsung berlalu meninggalkan Mery di dalam kamar sendiri dengan membawa serta hape Mery. Sementara Mery duduk terpaku di atas kasur, gak nyangka jika Arsandi mengetahui perbuatan nya.
"Akkkhhhh sialannnn Arsandi! Bisa bisa nya selama ini kau diam, kenapa tidak kau lepaskannn aja aku!" teriak Mery, melemparrr apa aja yang ada di hadapan nya.
"Gimana cara nya Arsandi bisa tau?" tanya Mery pada diri nya sendiri.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
__ADS_1
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️