
...🥀🥀🥀...
Layla menatap wajah Danu yang masih terpejam, lalu ke dua tangan Layla terulur dan menempel di depan dada, merasakan degup jantung nya yang gak karuan.
"Sejak kapan di sini terpatri nama ka Danu?" gumam Layla pelan, namun masih bisa di dengar Danu.
Layla menatap tajam ke arah ke dua mata Danu.
Bugh.
Layla memukulll lengan Danu dengan tangan nya.
"Awhhhhhhh, apa yang kau lakukan sayang! Kenapa kau memukulll lengan ku?" ucap Danu yang dengan spontan langsung mengakhiri pura pura tidur nya. Karena Layla benar benar mendarat kan tangan nya di bahu nya dengan tenaga nya.
"Masih berani tanya kenapa lagi! Jelas aku marah, kaka tuh bener bener ya! Keterlaluan tau gak! Ihsss nyeselin banget sih!" Layla menyeranggg Danu dengan gemas, dengan cubitan cubitan kecil di perut Danu.
"Sakit sayang, awwwwhhh astaga Layla!" pekik Danu.
Grap.
Bugh.
__ADS_1
Danu menggenggammm pergelangan tangan Layla, lalu menarik nya dan membuat Layla jatuh di atas dada bidang Danu, dengan nafas yang memburu.
"Kenapa kau bohong? Kenapa ka Danu bohong? Kaka tuh gak kritis kan? Terus kecelakaan... kecelakaan itu cuma ngada ngada kan? Kaka gak kecelakaan beneran kan?" cecar Layla, melemparkan Danu pada tuduhan.
"Astaga La, ini kecelakaan sungguhan. Apa kau belum melihat kondisi mobil ku? Coba kau minta lihat kondisi mobil ku, apa kau masih bisa mengatakan jika aku kecelakan bohongan." jelas Danu dengan sungguh sungguh, menahan tubuh Layla agar tetap berada di atas dada nya.
Layla mengerucutkan bibir nya, sudah merasa di bohongi oleh Danu, membuat nya terus mengerucutkan bibir nya, menatap kesal Danu, menatap Danu dengan kemarahan yang di lengkapi rasa kecewa di hati Layla.
Namun hati Layla berkata lain, debaran jantung nya kembali berpacu dengan cepat, ia sangat senang melihat Danu yang tidak dalam kondisi kritis.
Rasa syukur ia panjatkan berkali kaki dalam hati nya, ingin sekali memeluk Danu, mengecup Danu, menumpahkan segala rasa senang nya.
"Maaf sayang, aku benar benar kecelakaan. Dan seperti yang kau dengar dari papa. Polisi sedang menyelidiki kecelakaan yang menimpa ku." Danu mencoba menjelaskan pada Layla.
Layla mencoba beranjak dari dada bidang Danu, menumpukan ke dua telapak tangan nya pada dada bidang Danu.
"Biarkan seperti ini! Aku ingin memeluk mu! Tau kah kau, aku sangat takut tidak bisa melihat mu lagi!" ucap Danu, membawa Layla untuk memeluk nya.
Layla melemah, membalas pelukan Danu, menumpukan ke dua tangan nya di bahu Danu.
"Jangan membohongi ku! Aku tidak suka di bohongi!" ujar Layla.
__ADS_1
"Maaf sayang, tapi... apa kau sungguh sungguh dengan perkataan mu? Kau akan memberikan hak ku sebagai seorang suami atas diri mu? Itu benar kan?" tanya Danu dengan tanpa ragu.
"Jadi kau mendengar itu juga? Benar benar keterlaluan!" sungut Layla, beranjak dari tubuh Danu.
Grap.
Danu menarik Layla kembali lagi dalam dekapan nya.
"Tidak masalah jika kau belum siap, aku akan menunggu! Asal kau membuka hati mu untuk ku! Aku tidak akan memaksa!" ujar Danu.
"Maaf!" ucap Layla dengan punggung bergetar, isakan pun terdengar dari bibir Layla.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentarnya dong, 😅😅
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1