
...🥀🥀🥀...
Danu mengerutkan kening nya. "Dari mana dia tau apartemen ku di sini?" gumam Danu dengan tangan mengepalll.
Ting nong ting nong.
"Kenapa gak di buka si ka?" teriak Layla dari meja makan.
Bukan nya membuka pintu, Danu langsung menghubungi pihak keamanan apartemen nya.
"Pak, saya Danu. Salah satu penghuni unit apartemen lantai 4, tolong usir wanita yang ada di depan unit saya, pak. Wanita itu mengusik ketenangan saya!" ucap Danu.
Lewat sambungan telepon nya, dengan benda pipih menempelll pada daun telinga kanan nya, Danu mengutarakan apa yang ingin ia sampaikan pada pihak keamanan apartemen.
[ "Baik pak, akan segera kami tindak lanjuti. Ada lagi pak, yang bisa kami lakukan untuk kenyamanan anda?" ]
"Jika wanita itu menyebutkan nama saya, bapak tolong bilang jika saya tidak lagi menempati apartemen ini. Apartemen ini sudah di jual. Bisa kan, bapak mengatakan hal itu kepada nya?"
[ "Baik pak, akan kami sampai kan seperti apa yang bapak minta!" ]
"Terima kasih pak atas bantuan nya!" ucap Danu dengan membuang nafas lega.
"Entah siapa yang mengatakan nya pada wanita itu... kehadiran nya mengusik ketentraman hidup ku saja!" gerutu Danu dengan kesal.
Suara bel terus saja berbunyi hingga berkali kali, namun Danu tetap acuh.
"Apa gak akan ganggu penghunin lain ya? Itu bel dari tadi bunyi terus. Gak mau liet gitu siapa yang ada di luar? Kali aja penting!" ujar Layla, sesekali tatapan nya mengarah pada pintu yang tertutup rapat.
"Gak penting, udah lanjutkan makan mu! Habiskan, lalu tidur! Besok akan aku temani kau mencari oleh oleh." terang Danu panjang kali lebar.
"Perasaan yang nama nya daging steak itu daging nya utuh, kenapa aku makan buatan mu, ini gak utuh ya? Tapi daging steak milik mu utuh!" protes Layla, tatapan nya mengamati tampilan daging steak yang ada di piring nya, dengan daging steak milik Danu.
"Jelas berbeda, tangan yang memasak nya saja sudah berbeda. Tapi rasa nya, enak kan?" tanya Danu.
Tangan kanan Danu terulur dengan sendiri nya, mengarahkan potongan daging steak ke depan mulut Layla.
"Ayo, buka mulut mu!" titah Danu.
"Itu kan bagian mu! Kau habiskan saja sendiri!" Layla tidak menghiraukan perkataan Danu, mengabaikan potongan daging steak yang ada di garpu yang Danu pegang.
Danu menggeleng kan kepala nya.
__ADS_1
"Layla apa itu!" tanya Danu dengan menunjuk ke arah lain dengan tatapan mata nya.
"Apa ummmm!" Layla melotot tajam, sialannn nih orang.
Baru juga buka mulut, tangan Danu langsung mengarahkan potongan daging steak ke dalam mulut Layla. Membuat Layla dengan terpaksa memakan nya.
"Anak pintar!" puji Danu, dengan mengangguk kan kepala nya.
"Eh kok udah gak ada suara yang neken bel lagi! Apa udah bosen kali ya itu orang!" tanya Layla dengan heran.
Danu mengerdilkan bahu nya. "Mana aku tau, bisa saja bagian keamanan apartemen, atau bisa saja penghuni unit lain yang merasa terganggu." ucap Danu sekena nya.
"Biar aku yang cuci piring nya!" Layla menyambar piring piring kotor yang ada di atas meja, lalu menumpuk piring piring kotor itu menjadi satu tumpukan dan membawa nya ke westafel, tempat pencucian piring yang ada di dapur.
"Aku akan membantu mu!" Danu membawakan gelas yang tadi mereka gunakan.
"Biar aku yang cuci, kau yang bilas!" titah Danu setelah meletakkan gelas ke dalam westafel.
"Yeeeeh enak aja mau ngambil kerjaan orang! Aku yang cuci lah! Secara, aku udah pegang sabun nya tuh!" Layla memperlihatkan spon yang ada di tangan kanan nya.
"Iya iya, aku kan mau meringankan kerjaan mu, La!" cibir Danu.
"Sebodo! Udah gih sana, kerjain apa kek gitu!" Layla mengusir Danu dari dapur, dengan siku nya yang mendorong punggung Danu.
"Ribet banget ya! Mau nyuci aja pake di atur atur!" protes Layla.
Biar kata protes, tetap akur tuh Layla dan Danu, nyuci piring sama gelas kotor bareng bareng. Dengan tugas yang udah Danu atur.
Sempet sempet nya Layla jail, nowel pipi dan hidup Danu pake busa sabun cucian piring.
"Ahahahha ada badut!" Layla tergelak, mentertawakan Danu yang tampak lucu dengan busa sabun.
"Ahahaha kau juga sama, kita adil kan sekarang!" kini Danu ikut tergelak, setelah memberikan hiasan busa sabun ke kening dan hidung Layla.
"Ihsss maen nya pake balesan! Gak lucu lah kalo kaya gitu!" sungut Layla dengan bibir mengerucut, pura pura merajuk, pada hal mah pengen banget di bujuk.
Hap.
"Kyaaaa, Danu lepas! Aku bisa jatoh!" pekik Layla.
Untuk sesaat tubuh Layla terasa melayang, dan berakhir dengan diri nya yang berada dalam gendong Danu. Danu menggendong Layla ala bridal meninggalkan dapur.
__ADS_1
"Iya bakal jatoh kalo kamu gak pegangan leher aku, La!" ucap Danu dengan santai nya.
"Nih udah, tetap aja aku ngeri jatoh!" ucap Layla dengan polos nya.
Terang aja takut jatoh, toh yang Layla lakukan, bukan melingkarkan ke dua tangan nya pada leher Danu. Melain kan hanya menempelkan telapak tangan nya pada leher Danu.
"Ihhhsss kau ini La, La... polos kebangetan, apa pura pura lugu?" tanya Danu dengan gelengan kepala, tidak habis pikir dengan istri kecil nya.
"Kalo aku bilang pura pura lugu, percaya gak?" tanya Layla dengan tatapan meledek.
"Tentu aja aku gak percaya! Gadis seperti mu, apa lagi di usia mu yang sekarang. Gak mungkin lah kamu polos banget kaya gitu!" Danu membaringkan Layla di atas tempat tidur dengan hati hati.
Pipi Layla merona, entah kenapa membuat degup jantung nya kembali berdetak dengan kencang. Apa lagi saat tatapan Danu yang begitu teduh saat menatap ke dua mata Layla.
Sepasang mata yang terkadang mampu membuat Layla bungkam, dan terkadang membuat nya merasa takut dengan ketajaman mata elang nya.
"Gak usah ngeledek, aku ngantuk... mau tidur!" Layla memeluk bantal guling, dan memiringkan tubuh nya, alias memunggungi Danu.
"Met bobo, La... mimpiin aku ya! Love you sayang!" ucap manis Danu di telinga Layla, dengan hembusan nafas nya, mampu membuat bulu bulu halus Layla meremang.
Cup.
Danu mengecup pipi Layla, lalu ikut membaringkan tubuh nya di sisi Layla.
"Hemmm!" gila, sweet banget sih ini orang, bikin gue makin lama, makin kelepekkk kelepekkk, udah kaya ikan kurang aer bae dah gue ahahaha.
Layla mentertawakan diri nya sendiri, dengan istilah yang ia berikan untuk perasaan nya saat ini terhadap Danu.
Grap.
Danu memeluk tubuh Layla, dengan dada nya yang bidang menempel pada punggung Layla.
"Kalo belum ngantuk, ngomong aja La. Aku juga belom terlalu ngantuk!" ucap Danu dengan tangan nya berada di pinggang Layla, sementara lengan satu nya ia gunakan untuk menarikkk kepala Layla, dan menjadi kan nya bantalan untuk kepala Layla.
"Anjimmm gue malah jadi gak bisa tidur!" gumam Layla.
"Apa?"
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
__ADS_1
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅