
...🥀🥀🥀...
"Apa kau sudah mengerjakan apa yang aku suruh?" tanya Danu, dengan tatapan yang masih fokus pada laporan keuangan yang ada di dalam laptop nya.
"Jadi benar, kau bos nya?"
Danu langsung mendongakkan kepala nya, menatap wanita yang kini bicara dengan nya dengan tatapan penuh tanya.
Danu mematikan laptop nya, sebelum ia meninggal kursi kebesaran nya. Sementara Layla masih tidak habis fikir dengan apa yang kini di lakukan Danu untuk nya.
"Apa ada masalah jika aku ini bos dari kafe ini?" tanya Danu.
"Ya gak sih."
Danu melenggang ke luar dengan di ikuti Layla.
"Lo langsung anter gue pulang aja. Bisa kan?" pinta Layla.
"Bisa kan mulai sekarang jangan pake lo gue!" ucap Danu dengan datar.
"Terserah lo aja!" ucap Layla dengan acuh.
Beberapa pelayan yang berpapasan dengan Danu, menunduk hormat.
Danu mengantar Layla pulang ke rumah Noval. "Aku langsung pulang ya! Salam untuk tante Sifanye dan paman Noval!" ucap Danu setelah menurunkan Layla dari mobil.
"Iya, makasih!" ucap Layla.
Sifanye menunggu kepulangan Layla dengan duduk di sofa, entah sudah berapa kali ia bolak balik majalah yang tidak ia baca, hanya ia lihat dan bolak balik saja.
__ADS_1
Di saat telinganya mendengar deru mobil meninggalkan rumah, ia tersenyum yakin, jika Layla sudah pulang. Dengan duduk tegak, ke dua tangan menyilang di depan dada, menatap sinis pada Layla yang kini memasuki rumah.
"Assalamualaikum!" ucap Layla dengan menelan saliva nya, melihat tatapan Sifanye yang tampak menyeramkan.
Layla meraih tangan kanan Sifanye, dan mencium punggung tangan kanan nya.
"Maaf, Layla baru pulang mah! Tapi Layla udah izin ko sama ayah!" cicit Layla, berusaha menjelaskan pada Sifanye.
"Iya mama tau itu!" jawab Sifanye dengan datar, "Mau ke mana kamu?" tanya Sifanye lagi saat Layla mengayunkan langkah kaki nya meninggalkan Sifanye.
"Ke kamar, mah! Layla lelah... mau mandi, terus istirahat." tetang Layla dengan datar.
"Kamu itu benar benar anak gak tau diri ya, La! Udah baru pulang? Gak bisa lihat jam? Sudah mulai lupa waktu? Mulai besar kepala! Ingat tugas tugas kamu selama kamu tinggal di rumah ini, Layla!" cecar Sifanye dengan mengikuti langkah kaki Layla.
"Mah! Layla udah izin sama ayah Noval, Layla mengerjakan tugas kelompok sama teman, mah! Kalo mama gak percaya, mama boleh tanya Danu!" cicit Layla dengan sesabar mungkin dan selembut mungkin, ke dua tangan nya mengepal.
Brak.
Layla menutup pintu dengan di banting keras.
Membuat Lulu yang berada di dalam kamar, yang tengah fokus mengerjakan tugas rumah jadi terperanjat kaget.
"Heh lo, kaka gak punya akhlak! Tutup pintu yang bener dong! Lo pikir ini kamar milik lo doang! Ini kamar gue juga keles!" cicit Lulu dengan melirik tajam Layla.
"Sorry... gue gak liet ada orang di dalam!" terang Layla dengan wajah penuh sesal.
Layla meletakkan tas sekolah nya di atas kasur nya. Mengambil baju ganti dari dalam lemari, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
Beberapa menit setelah Layla hilang di balik pintu kamar mandi. Suara teriakan Sifanye dari lantai bawah begitu nyaring terdengar hingga ke lantai atas, kamar ke dua putrinya.
__ADS_1
"Laylaaaaaa Laaaaaaaa! Cepat turun, Laaaaa! Kamu kamu gak turun juga, mama kasih hukuman kamu ya! Laaaaaa!" teriak Sifanye dengan urat wajah yang tampak meneganggg.
Bugh bugh bugh.
"La, cepet mandi nya! Mama udah manggil manggil kamu tuh di bawah!" seru Lulu dengan suara yang naik satu oktaf setelah menggedor gedor pintu kamar mandi.
Ceklek.
Layla ke luar dari kamar mandi dengan wajah yang kini tampak segar, sudah mengganti baju nya dengan baju rumahan. Rambut nya pun di cepol di balik handuk kecil yang ada di kepala nya, jelas jika Layla habis keramas dengan wangi sampo menyeruak dari rambut nya yang tampak basah di ballik handuk.
"Apa sih?" tanya Layla dengan santai.
Bugh.
Lulu menjegel kaki Layla. Membuat Layla jatuh terjerembab di atas lantai. Ke dua lutut Layla, sudah pasti membentur lantai dengan keras.
"Awwhhh!" pekik Layla.
"Sukurin lo!" sungut Lulu dengan tatapan puas, berhasil mencelakai Layla.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...
__ADS_1