
...🥀🥀🥀🥀...
"Melihat seorang gadis malang yang mencuriii perhatian Danu!" ucap asal pengacara Weny.
"Gadis malang?" Bayu menatap Arsandi penuh tanya.
"Siapa lagi kalo bukan Nona Layla!" ucap Arsandi yang kini beranjak, menyusul langkah kaki pengacara Weny.
"Apa yang terjadi Gun?" tanya papa Baskoro, menepuk bahu Gunawan.
"Saya gak tau pak, tiba tiba aja Layla gak sadarkan diri, tadi saya lihat dia masih baik baik aja!" jelas Gunawan yang menyingkir, memberi ruang untuk papa Baskoro untuk melihat kondisi menantu nya itu.
"Mana dokter Agus?" tanya Danu, menatap pak Adi penuh tanya.
"Ada di---" baru juga pak Adi mau menjawab, sudah ada sahutan dari orang yang tengah Danu sebut nama nya.
"Saya di sini, Tuan!" ucap Agus dengan menggaruk kepala nya, menatap canggung Danu yang menatap nya tajam.
"Dari mana saja kau? Di mana perawat itu? Apa dia juga bersama mu? Meninggalkan istri ku?" tanya Danu dengan sorot mata tajam.
__ADS_1
Berbeda dengan Danu, Gunawan menatap pria yang di sebut Agus itu dengan wajah datar.
'Jadi harus nya Layla itu di jaga, bukan di tinggal kan begitu saja di ruang ini bersama dengan ku? Wah wah wah, pintar sekali ke dua orang ini! Mereka kan bisa menunggu di luar. Tapi aku jadi penasaran, mereka berdua menghilang ke mana? Mana ular betina nya?' batin Gunawan, menatap pria berjubah putih dengan tatapan menyelidik, saat menangkap tanda merah di kerah jubah sang dokter.
"Maaf Tuan, tadi saya lagi ke kamar dulu, mengambil ini!" Agus memperlihatkan tetoskop di tangan kanan nya.
"Eh Nona udah selesai ulangan nya? Ada apa ini ramai ramai?" tanya perawat Sisil dengan wajah pura pura gak tau, langsung nyelonong masuk ke dalam ruang rawat.
"Kalian berdua! Cepat periksa memantu saya! Tunggu apa lagi?" titah papa Baskoro, menatap dokter Agus dan perawat Sisil yang hanya diam.
"Memang ada apa sih?" tanya perawat Sisil lagi, pura pura gak tau apa apa dengan wajah polos nya.
Danu menatap jengkel perawat Sisil. Perawat Sisil yang mendapat tatapan tajam dengan kode gerakan kepala dari dokter Agus, langsung mengikuti arahan nya. Yang semakin memancing kecurigaan pada Gunawan dan Danu.
Perawat Sisil dan dokter Agus, ke dua nya mendekat ke arah ranjang rawat Layla. Memeriksakan keadaan Layla.
Gunawan menghampiri Danu dan berbicara pelan.
"Aku saja yang merasa aneh, apa kau juga merasa kan hal aneh pada ke dua nya?" tanya Gunawan, dengan kening mengkerut mengamati dokter Agus dan perawat Sisil.
__ADS_1
"Aku juga merasakan hal yang sama, mereka berdua aneh!" gumam Danu.
Danu memberikan perintah pada pak Adi dengan jemari nya, membuat pria itu langsung melangkah menghampiri Tuan nya.
"Ada yang bisa saya bantu, Tuan?" tanya pak Adi.
"Cek CCTV, apa yang ke dua orang ini lakukan selepas ke datangan Gunawan! Cepat!" titah Danu, gak bisa menunggu lagi.
"Siap Tuan." pak Adi langsung mengikuti apa yang di perintahkan Tuan nya itu.
Mengundang tanya Arsandi, Bayu dan pengacara Weny, yang gak berani masuk ke ruang perawatan. Mereka bertiga menunggu Danu dan pak Baskoro di depan kamar.
"Kau mau ke mana, pak?" tanya Arsandi, menatap penuh selidik pada orang kepercayaan Danu di rumah nya.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...