Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Pelelangan aneh


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


[ "Bawa anak itu! Kaka nya masih gak mau mengatakan nya!" ] titah Arsandi pada salah seorang di telpon.


'Mampus, gue gak mau terjadi hal buruk sama ade gue, gue gak mau ngelibatin keluarga gue!' batin Arsan luluh.


"Oke gue ngaku!" ucap Arsan.


Flashback and


"Masih berapa lama lagi?" tanya Danu, yang udah gak sabar, pengen cepet sampe ke tempat Ratna membawa Layla.


"Kalo dari GPS, tinggal beberapa meter lagi dari sini. Gak nyampe 10 menit." ujar Arsandi, menatap layar pipih nya yang menunjukkan tempat tujuan mereka.


Danu dan Arsandi langsung turun, membaca situasi. Setelah di rasa aman, Danu dan Arsandi langsung mengambil langkah masuk dengan mengendap endap.


Deri, Juni dan yang lain ikut berpencar. Mengingat rumah yang ada di hadapan mereka rumah tua yang ukuran nya cukup besar. Untung nya penjagaan di rumah itu tidak terlalu ketat. Memudah kan mereka untuk masuk namun tetap waspada, berjaga jaga dengan senjata yang bisa di gunakan untuk mempertahankan kan diri.


'Apa ini gak terlalu aneh, penjagaan tidak terlalu ketat, tapi di luar ada beberapa mobil yang terparkir. Apa mingkin Basuki sedang mengadakan pesta?' batin Danu semakin gak tenang hati nya.


Sementara di salah satu ruang. Basuki sengaja mengundang beberapa rekan nya yang gak jauh beda dengan nya, mata keranjanggg. Mereka tengah mengadakan sayembara pelelangan yang gak biasa. Siapa yang berani menawar paling tinggi, maka dia lah yang menjadi pemenang nya, dan mendapatkan apa yang di lelang.


"Daddy yakin, teman aku itu bakal bernilai jual tinggi?" tanya Ratna dengan duduk di samping Basuki di salah satu meja.


"Kamu lihat aja nanti." ucap Basuki dengan seringai di bibir nya.


'Di saat ini... pasti Danu si bocah sialannn itu tengah kelabakan mencari keberadaan istri ingusan nya! Akan aku buat kamu menyesali perbuatan mu pada putri ku, Danu!' Basuki meski dalam hati.


"Apa kau sudah selidiki dengan benar, ini tempat apa sebelum nya?" tanya Danu, dengan membuka satu persatu pintu ruangan yang ia lewati.

__ADS_1


"Hanya rumah Tua yang di manfaatkan untuk pelelangan jalur hitam, Tuan." ucap Arsandi.


"Apa? Pelelangan jalur hitam? Serius kamu Arsandi! Basuki membawa Layla ke sini, jangan jangan!" Danu membola, dengan deru nafas yang gak karuan.


'Kurang ajarrr Basuki, awas saja jika sampai dia menjadi kan Layla salah satu barang yang ia lelang. Akan aku buat Aleta membusuk di penjara, akan ku habisiii kau, Basuki!' Danu mengepalll kan tangan nya.


Prok prok prok.


Tepuk tangan terdengar, saat barang yang di lelang berhasil terjual.


"Selamat atas pak Raya, telah berhasil membawa pulang sepasang organ mata manusia." ucap MC wanita.


Ratna bergidik ngeri. 'Astagaaa benar benar gila nih si Daddy, bisa bisa nya dia ngadain pelelangan aneh kaya gini! Ada aja lagi yang mau beli barang yang di tawarkan. Gue sih ogah, gak guna!'


"Untuk barang yang selanjut nya, kita lihat ini. Ini adalah tengkorak manusia, lebih tepat nya tengkorak balita turunan dari kerajaan Awan. Siapa yang bisa memiliki nya, makan usaha nya akan berjalan dengan lancar. Di buka dengan harga 100 juta. Siapa yang berani menawar lebih tinggi dari itu!" ucap mc wanita dengan pakaian kurang bahan.


Di atas panggung, temoat ia berdiri. Terdapat box transparan yang di dalam nya ada tulang berulang yang di yakini adalah tulang bayi.


"Sungguh sungguh apa?" tanya Basuki balik.


"Itu tulang bayi, keturunan dari kerajaan Awan. Mana ada kerajaan Awan?" tanya Ratna lagi.


"Mau itu bener atau gak, yang penting mereka percaya, dan kita yang menjual... harus bisa meyakinkan nya!" ujar Basuki.


"Oooooh, lalu kapan Layla akan di lelang, Ded?" tanya Ratna dengan menggeser kursi yang ia duduki, lebih dekat dengan Basuki. Lalu menggelayut manja.


"Setelah ini laku." jawab Basuki singkat.


Di salah satu ruang.

__ADS_1


"Tuan!" seru Arsandi, melihat salah satu ruang yang di jaga dengan 2 orang penjaga berbadan besar.


Danu menganggukkan kepala nya. Memberikan instruksi pada Arsandi dengan gerakan tangan nya.


"Siapa anda, anda bukan tamu Tuan Basuki kan?" tanya salah seorang yang melihat pria yang tidak ia kenal berdiri di depan nya.


"Gue bukan tamu.Tapi salah satu dari kalian. Lo dapet tugas baru dari Tuan Basuki, jaga di depan!" titah Arsandi, pura pura jadi teman para penjaga pintu.


"Masa sih? Kok Tuan Basuki gak ngomong apa apa tadi sama gue!" ucap salah satu penjaga pintu, gak percaya dengan kata kata Arsandi yang lagi nyamar.


"Bohong lo ya!" tanya salah satu penjaga pintu depan tatapan menyelidik.


Bugh bagh tak prak bugh.


Danu yang udah gak sabar, langsung melayangkan serangan ke arah penjaga pintu, yang di ikuti Arsandi. Ikut menyerang penjaga pintu.


Ceklek.


Tatapan Danu nyalang ke depan, dengan bola mata yang seakan hendak ke luar dari tempat nya, melihat ke atas panggung. Tangan nya mengepalll dengan kencanggg.


"Kurang ajarrr Basuki! Benar benar minta gue habisiii!" umpat Danu dengan penuh kemarahan.


Dor.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2