Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Di taman belakang / Bayu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Arsandi melewati kamar yang di tempati Mery. 'Itu anak udah makan lagi, belum ya? Makan sedikit, apa kenyang, dan ini udah mau mendekati sore.' Arsandi melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.


Arsandi melewati nya begitu aja kamar yang di tempati Mery dan Nina, tapi gak lama ia menoleh lagi ke arah pintu kamar yang masih tertutup rapat.


"Bodohhh, kenapa juga aku peduli pada nya. Terserah dia lah, mau makan atau tidak, sudah makan lagi atau belum. Itu urusan nya, bukan urusan ku!" umpat Arsandi pada diri nya sendiri, lantas benar benar menghilang di balik pintu kamar nya.


Di dalam kamar, Arsandi mengerjakan pekerjaan nya. Mengecek laporan yang di kirim anak buah nya lewat email, baru ia akan mengirimkan nya kembali pada Danu.


"Kalo urusan pekerjaan lancar begini, kerjaan terasa begitu ringan." ujar Danu, dengan tatapan yang fokus pada laptop nya.


Tok tok tok.


"Mas Arsan, boleh aku masuk?"


Ketukan pintu yang di susul seruan Julia, terdengar di depan kamar Arsandi.


"Tunggu sebentar!" Arsandi menyimpan laptop nya di atas kasur, lalu ia beranjak dari tempat tidur.


Ceklek.


"Ada apa?" tanya Arsandi datar, setelah pintu kamar nya ia buka.


"Mas Arsan lagi apa? Boleh aku masuk?" tanya Julia yang sedikit berjinjit untuk bisa melihat ke dalam kamar.


"Aku sibuk, mengerjakan laporan kantor. Kau kabung saja dengan teman teman mu!" usir Arsandi datar, tangan nya berusaha menutup pintu.


"Tapi mas, temani aku jalan jalan yuk! Aku bosan di villa terus, kita main apa kek gitu, buat game ajak yang lain nya juga boleh. Ayo lah mas!" bujuk Julia dengan setengah memaksaaa, menggenggammm pergelangan tangan Arsandi.


Arsandi membuang nafas nya dengan kasar. "Tunggu lah, aku selesai kan pekerjaan ku dulu. Kamu kembali saja ke kamar mu, atau kau bisa memulai game dengan yang lain." ujar Arsandi yang langsung menutup pintu.


Brak.


"Menggangu aja." umpat Arsandi kesal.


Arsandi melanjut kan pekerjaan nya kembali.


"Bodohhh, harus nya tadi aku minta saja Julia untuk memperingati Mery untuk waspada terhadap Bayu!" umpat Arsandi lagi, gak bisa lepasss pikiran nya dari Mery.


Nina yang hendak kembali ke kamar, bertemu dengan Bayu.


"Nin, Mery ada di kamar gak?" tanya Bayu, menghentikan langkah kaki Nina.


"Eh pak Bayu, tadi sih ada. Gak tau ya kalo sekarang. Kenapa pak?" ujar Nina setelah tau siapa yang memanggil nya.


"Saya ada perlu sedikit sih sama Mery, nanti tolong sampaikan ya. Di tunggu di taman belakang jam 11 malam, tapi jangan bilang saya yang mengajak Mery bertemu." jelas Bayu dengan menoleh ke kiri dan ke kanan, seakan menatap waspada pada sekeliling nya.


Nina mengerutkan kening nya, menatap curiga Bayu. 'Aneh nih pak Bayu, ngajakin ketemu Mery, tapi gak mau kasih tau kalo yang ngajakin ketemuan itu dia.'


"Kamu mau kan bantu saya? Ini buat kamu beli jajan! Aku tunggu Mery di taman jam 11 malam ini!"


Bayu meletakkan beberapa lembar uang merah di telapak tangan Nina, dengan senyum mengembang Bayu meninggalkan Nina yang kini memperhatikan uang di tangan nya.


"Serius nih? Cuma nyampein pesen pak Bayu, gue dapet uang sebanyak ini?" gumam Nina gak percaya.

__ADS_1


'Mudah mudahan itu anak, ngerti dengan apa yang gue omongin.' batin Bayu dengan seringai licik nya.


Malam menjelang, semua nya berkumpul di lantai bawah, terkecuali Reina yang benar benar meninggalkan villa setelah di usir Danu.


"Ka Reina mana, ka? Kok aku dari tadi gak lihat ya!" tanya Layla pada Wenny yang duduk di samping nya.


"Ada urusan dia, jadi pulang duluan." kilah Wenny.


'Kalo gue bilang Reina balik karena di usir Danu, makin gak enak Layla nanti nya. Sorry ya La!' batin Wenny dengan menyunggingkan senyum di bibir nya.


Julia muncul dari dapur dengan tangan membawa botol kosong.


"Mau ngapain lu bawa botol, Julia?" tanya Kevin.


"Kita maen game yuk pak! Kaka kaka, semua nya deh. Bosen tau cuma duduk duduk doang sambil main hape." ujar Julia, memilih duduk melantai beralaskan karpet permadani.


"Hanya dengan botol kosong, kita mau main apa Nin?" tanya Ella.


"Mending lu buatin kita cemilan, atau makanan, enak kan malam malam gini sambil ngemil." usul Asih.


"Tenang kalo itu, biar aku ambil dulu. Mer, ayo bantuin bawa!" pinta Julia, yang kini sudah beranjak dari duduk nya.


"Aku bantuin Julia dulu ya!" pamit Mery yang di balas anggukan kepala dari Ella.


"Aku juga ikut bantu!" seru Layla ingin ikut membantu.


Grap.


Danu menggenggammm pergelangan tangan sang istri. "Gak usah sayang! Kamu di sini aja sama aku!"


Julia dan Mery berada di dapur, membawa cemilan yang sebelum nya udah di buat Julia.


"Aku ke dapur dulu ya yank, gak enak kalo gak bantu mereka!" pamit Nina pada Deri, yang sejak tadi menempelll terus dengan nya.


"Cepat kembali!" dengan berat hati, Deri membiarkan pujaan hati nya itu menyisul teman nya yang lain ke dapur.


"Mer, nanti jam sebelas malam ada yang mau ketemu sama kamu, di taman belakang villa ya!" ucap Nina pelan, saat berpapasan dengan Mery yang membawa gorengan di atas piring.


Mery mengerutkan kening nya. "Siapa yang mau ketemu sama gue? Malam amat si pake jam sebelas malam!" gerutu Mery.


"Kejutan, itu orang gak mau di sebutin nama. Poko nya lu dateng aja, dia nungguin lu. Tega amat lu kalo sampe gak dateng hehehe, kali aja dia jodoh yang di kirim tuhan buat lo, Mer hehehe!" guyon Nina, berlalu ke dapur dengan perasaan lega.


"Dasar lo, mentang mentang udah punya gebetan!" dengus Mery dengan menendang angin.


'Siapa juga yang mau ketemu sama gue ya? Jodoh, bearti cowok. Gak mungkin jodoh cewek! Ah bikin penasaran aja si Nina!' batin Mery dengan tanda tanya.


"Bawa apaan lo, Mer?" tanya Deri.


"Pisang goreng, sama tempe goreng." Mery meletakkan piring yang ia bawa ke atas meja.


"Gue mau dong Mer!" seru Bayu dengan tatapan penuh harap.


Mery melihat nya dengan malas. "Ambil aja sendiri!" Mery mengacuhkan Bayu, dan memilih duduk di lengan sofa dekat dengan Wenny.


"Lo lebih deket! Ambilin lah!" celetuk Bayu.

__ADS_1


"Ogah amat!" sungut Mery gak mau kalah.


"Ambil sendiri sana, punya tangan kan?" ujar Arsandi menimpali, membela Mery secara gak langsung.


"Siapa yang goreng, Mer?" tanya Wenny, melihat Mery tampak menikmati pisang goreng di tangan kanan nya.


"Julia yang goreng ka! Kaka mau?" tawar Mery.


"Boleh lah!" seru Wenny.


Mery mengambilkan nya untuk Wenny.


'Kamprettt si Mery, awas lo... setelah nanti malam. Lo yang bakal nguber nguber gue terus!' batin Bayu menatap tajam Mery dengan seringai di bibir nya.


"Gimana rasa nya?" tanya Layla yang menyuapkan Danu pisang goreng.


"Rasa pisang goreng, sayang!" seru Danu, dengan mengunyah pisang goreng yang ada di dalam mulut nya.


Plak.


Layla menggeprak bahu Danu dengan tangan kiri nya.


"Awwhhhh kenapa lagi sayang?" pekik Danu dengan manja.


"Aku tau ini pisang goreng ka!" Layla mengerucutkan bibir nya.


"Ayo kita mulai permainan nya!" seru Julia, dengan membawa mangkuk berisi tepung terigu.


"Bawa apa lo, Julia? Mau buat kue?" ledek Asih.


"Ihs yang kalah muka nya kita olesin tepung ka! Seru kan." ujar Julia.


"Cara main nya gimana?" tanya Kevin antusias. Ikut duduk melantai dengan Julia di depan meja.


"Kita putar botol kosong nya yang ada di atas meja, nanti mulut botol ini akan berhenti di siapa. Dia lah yang wajib satu pertanyaan dengan jujur dari sah satu kita ini, yang ada di sini." terang Julia panjang kali lebar.


"Gampang itu mah!" seru Ella.


"Ada ada aja ini anak!" seru Arsandi datar.


'Jangan sampe itu botol berhenti di gue. Males banget apa lagi kalo sampe pak Bayu yang ngajuin pertanyaan. Pasti bikin darting gue aja!' batin Mery.


Mery langsung bergidik, saat tatapan nya bertemu dengan Bayu, yang sejak tadi memperhatikan nya.


'Gue gak sabar Mer! Semoga aja Nina udah bilang seperti apa yang udah gue omongin tadi!' batin Bayu.


...---...


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2