
...🥀🥀🥀...
Ceklek.
Danu dan Angel menatap ke arah asal suara pintu yang hendak terbuka.
'Sialannn pake bangun lagi Nona Muda!' sungut Angel dengan tatapan jengkel.
Kreeek.
Layla terpaku, melihat sekretaris baru Danu berdiri di hadapan Danu, dengan memegangi kening nya, semakin membuat Layla berkecamuk.
Layla berdiri di ambang pintu, menopang tubuh nya dengan berpegangan pada pintu, sementara tangan satu nya ia gunakan untuk memegangi kepala nya yang berdenyuttt.
'Ada apa dengan sekretaris baru ka Danu? Kenapa mereka berdiri saling berhadapan? Kenapa wanita itu tampak marah pada ku?' batin Layla penuh tanya, dengan kening mengkerut.
"Sejak kapan kamu bangun, sayang?" tanya Danu, yang langsung menghampiri sang istri.
Bukan nya menjawab, kepala Layla semakin berdenyuttt, merasakan sakit.
"Ugghhhhh! Kepala ku!" pekik Layla dengan meringisss menahannn sakit kepala nya.
"Ada apa La? Kepala mu kenapa?" tanya Danu, ke dua tangan nya mencengramm lembut lengan Layla, menatap Layla dengan penuh selidik.
"Gak tau, kepala ku jadi sakit gini!" seru Layla.
Danu mengerutkan kening nya, menempelkannn punggung tangan kanan nya di kening Layla, 'Layla demam? Tadi masih normal aja suhu tubuh nya saat aku tinggal kan ia di dalam!' batin Danu.
"Pala aku sakit banget! Berat lagi! Apa aku kebanyakan tidur ya?" pikir Layla.
"Gitu ya!"
Hap.
"Kyaaaa!"
Tanpa menjawab pertanyaan Layla, Danu membawa Layla masuk kembali ke dalam kamar pribadi nya, tanpa memperdulikan Angel, melupakan kekesalan nya terhadap sekretaris baru nya itu.
__ADS_1
'Akan aku urus Angel nanti, sekarang Layla jauh lebih penting.' batin Danu menatap sejenak Angel yang kedapatan tengah melihat ke arah nya dengan tatapan sinis.
Angel mengepalkan tangan nya, menatap sinis Layla yang di gendong kembali oleh Danu.
"Sialannn, sekarang lo bisa abai terhadap gue, Danu. Tapi setelah gue berhasil membuat lu menyentuhhh gue, di saat itu pula, lo gak akan pernah bisa lepasss dari gue!" gumam Angel dengan sorot mata berapi api.
Angel pergi meninggalkan ruang kebesaran Danu dengan perasaan yang dongkolll.
Danu langsung mendudukan Layla di tepian ranjang, dengan punggung menyandar pada kepala ranjang.
"Awhhh pelan pelan ka!" pekik Layla, dengan bokonggg yang hati hati mendarat di atas kasur.
"Iya maaf." Danu mendudukkan diri nya di tepian ranjang.
Tangan nya menggenggamm jemari Layla, dengan tangan kanan menghubungi seseorang lewat benda pipih nya.
'Apa yang sedang ka Danu dan sekretaris itu lakukan ya? Mereka begitu dekat, apa mereka sedang berdebat? Atau ada hal yang membuat ka Danu marah?' batin Layla penuh tanya dengan memperhatikan wajah Danu yang tampak sibuk dengan gurat di kening nya.
"Ka!" seru Layla dengan tatapan penuh selidik.
"Hem? Ada yang ingin kamu katakan La?" ucap Danu, menatap mata Layla yang seakan sayuuu.
[ "Cepat kau datang ke kantor ku! Ku tunggu kau dalam waktu 5 menit!" ] titah Danu, dengan seenak nya.
Tanpa menunggu jawaban dari orang yang ia hubungi, Danu langsung memutuskan sambungan telepon nya.
'Siapa yang ka Danu suruh ke sini? Mau apa lagi? Apa wanita lain yang gak aku kenal lagi? Masih berapa banyak lagi wanita lain itu?' pikir Layla menelan saliva nya dengan sulit.
Layla berfikir jika Danu masih punya wanita lain, beranggapan jika Danu gak setia.
"Tadi kamu mau ngomong apa La?" tanya Danu, menyimpan benda pipih nya ke dalam saku celana nya.
"Emmm jangan marah, aku cuma ingin tau aja." seru Layla dengan ragu untuk mengatakan nya.
"Iya aku gak akan marah, sekarang katakan. Apa yang ingin kau tanyakan?" Danu menyelip kan anak rambut Layla ke belakang daun telinga Layla.
"Sejak kapan ka Danu mempekerjakan seorang wanita sebagai sekretaris? Apa semenjak bang Arsandi pergi honeymoon dengan Mery?" tanya Layla dengan penuh selidik.
__ADS_1
'Tumben Layla menanyakan hal itu? Apa Layla sedang cemburu? Atau hati nya sedang waspada karena ada wanita lain yang dekat dengan ku?' tanya Danu dalam benak nya.
"Jawab ka? Kenapa cuma diam? Apa ka Danu gak suka, aku tanya tanya soal sekretaris kaka itu?" cecar Layla dengan bibir mengerucut, lalu kepala nya tertunduk.
'Kenapa hati ku sakit ya? Begitu tau jika ada wanita lain yang bisa dekat dengan ka Danu? Kenapa dengan perasaan ku? Aku sedih, ada rasa kecewa karena bukan aku satu satu nya wanita di hati ka Danu.' tanpa sadar ke dua mata Layla mengembun.
Danu menangkup pipi Layla, membuat nya menatap kembali mata indah Layla yang kini mengembun.
"Apa ini? Kau menangis? Karena sekretaris ku itu? Apa yang sedang kamu pikirkan sayang? Kamu melihat kami berdua tadi, ya?" Danu menghapus air mata Layla yang menerobosss membasahi pipi chabi Layla.
Entah terlalu terbawa perasaan, atau perasaan Layla yang lagi gak menentu. Layla mengatakan apa yang ada dalam benak nya tanpa menimbang lagi.
"Jawab aja dengan jujur, aku bisa pulang sendiri kalo aku ganggu waktu kalian berdua. Aku sadar, pernikahan kita berdasar atas permintaan ayah Noval sama ka Danu. Pernikahan ini bukan karena cinta, gak akan kuat rumah tangga tanpa dasar cinta. Tapi kalo ka Danu udah ketemu wanita lain, yang lebih baik dari ku, aku pergi aja. A- aku-- ummmpp!"
Danu membungkammm Layla, dengan menyatukan benda kenyal milik nya dengan milik Layla. Menarikkk tubuh Layla ke dalam dekapan nya.
Danu melepasss pagutannn nya, membuat jarak di antar ke dua nya. Jempol Danu menyapu bibir Layla yang basahhh karena perbuatan nya.
Ke dua tangan Danu mencengrammm lembut lengan Layla, berkata dengan serius, "Jangan kau katakan hal bodohhh lagi! Omongan mu, aku anggap omong kosong! Siapa bilang, aku gak cinta sama kamu? Siapa bilang, pernikahan kita atas dasar permintaan ayah Noval? Cinta itu udah aku pupuk sejak... sudah lah, kamu gak perlu tahu!" Danu menahan diri, lalu membawa Layla kembali ke dalam dekapan nya, tangan nya mengelusss punggung Layla yang bergetar hebat.
"Sejak kapan cinta itu ka Danu pupuk? Bukan nya di awal ka Danu orang pertama yang menolak permintaan ayah?" tanya Layla, memberontakkk dari dekapan Danu.
"Aku salah La, aku salah. Aku minta maaf, penolakan ku waktu itu sangat membekas di hati mu. Tapi aku pasti kan gak ada wanita lain selain kamu La! Aku sungguh sungguh!" terang Danu, mengelusss puncak kepala Layla lalu menghujani nya dengan kecupan.
Tatapan Layla seakan kabur, dengan mata menyipit berusaha untuk melihat wajah Danu agar terlihat jelas, semakin membuat sakit di kepala nya semakin berat.
"A- aku--"
Bugh.
Tubuh Layla seakan tak bertulang, dengan tangan yang terkulai lemas, Layla hilang kesadaran dalam dekapan Danu.
"La, kamu kenapa La? La?" Danu di buat kalanggg kabuttt, melihat Layla yang kembali pinsan.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
__ADS_1
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️