
...🥀🥀🥀...
"Ada yang gak beres nih sama rencana gue!" gumam Julia, saat melihat mereka kembali ke dalam kelas tampak biasa aja.
Nina dan Mery menatap ke arah Julia dengan seringai di bibir mereka berdua.
"Waktu nya mancinggg emosi!" seru Nina dengan setengah berbisik pada Mery.
"Kita harus cari tau, apa yang sedang di rencanain Julia sebenar nya." timpal Mery.
Pak Deni mendudukkan diri nya di kursi guru yang ada di depan kelas. "Gak ada masalah kan, Sofian?" tanya pak Deni dengan tatapan mengedar ke murid nya.
"Aman pak!" seru Sofyan dengan sekilas menatap sang guru, lalu fokus kembali dengan tugas yang telah di berikan pak Deni sebelum nya.
"Gak nyangka ya, ada aja otak licik nya. Pada hal biang kerok di kelas ini udah gak ada!" cicit Mery berjalan ketempat nya duduk, lalu mengambil alat tulis nya, ia pindah tempat duduk di mana kursi yang tadi di duduki Layla.
Nina mendarat kan bobot tubuh nya di kursi nya, tatapan nya gak lepasss dari Mery dan sesekali ekor mata nya melirik Julia yang tampak menguping.
"Benar banget, baru tau gue... kelicikan seseorang itu ternyata bisa menular ya! Gue sih jauh jauh lah, harus lebih bersyukur dengan apa yang gue milikin." ujar Nina sinis.
"Benar banget." timpal Mery.
"Hei kalian berdua, udah lupa tempat kalo lagi seru gosip. Kalian ini lagi di dalam kelas, masih dalam mata pelajaran saya!" sindir pak Deni, mengingatkan ke dua murid nya.
__ADS_1
"Iya pak tau, sapa kata di dalam pasar." celetuk Mery.
"Kamu ini, kalo di kasih tau. Bisa aja ngejawab bapak!" seru pak Deni dengan gelengan kepala.
"Bisa lah pak, kan guru nya bapak sendiri yang ngajarin bisa jawab ahahaha!" kekeh Mery.
"Kalian gak nemenin Layla di ruang kesehatan?" tanya Lia yang duduk gak jauh dari Nina.
"Gak lah, orang Layla udah ada yang nemenin kok, udah gak butuh kita dia mah hehehe!" kekeh Nina.
"Siapa?" tanya Juni, diam diam menajamkan pendengaran nya.
"Mau tau aja apa mau tau banget?" goda Mery.
Tuk tuk tuk.
"Pak, saya izin ke toilet!" seru Julia dengan mengacungkan tangan kanan nya ke atas.
"Silahkan!" ucap pak Deni gak menghalangi atau pun curiga.
Julia beranjak dari duduk nya, hendak melangkah ke luar dari kelas. Namun sejurus kemudian, Julia memperlambat langakh nya, sampai telinga nya dapat mendengar apa yang tengah di ocehkan teman sekelas nya.
"Bujukkk busettt, si Julia beserrr amat. Baru tadi ke toilet!" nyinyir Mery dengan ekor mata melirik sinis ke arah Julia.
__ADS_1
"Keran nya lagi jebolll kali, jadi beserrr nya gak terkendali!" celetuk Nina dengan asal.
Memancing gelak tawa yang mendengar nya.
"Ahahahhaha!"
"Ahahaha ada bae lu kalo ngomong Nina! Awas lo, tar kalo di aduin bapak nya bisa berabe!" celetuk Mery dengan tatapan gak suka ke Julia.
'Kalo benar tebakan gue, harus nya mereka saat ini ada di ruang kesehatan, pasti lagi mesummm! Terus kenapa mereka bisa lolos dari jebakan gue? Harus nya Layla itu jatuh kan!' batin Julia dengan geram, tangan mengepalll.
Julia menajamkannn pandangan nya, saat pandangan nya gak melihat kelereng yang sudah ia letakkan di beberapa titik lantai anak tangga.
"Kurang ajarrr, siapa yang udah ambil itu kelereng? Pantes aja mereka selamat, sialll. Kenapa Layla selalu beruntung sih!" umoat Julia dengan kesal.
Julia melanjut kan langkah nya, membuktikan keberadaan Layla yang tengah berada di ruang kesehatan.
"Pasti ada di sana!" Julia melangkah masuk ke dalam ruang kesehatan tanpa kendala, dengan perasaan gak karuan, melihat gorden penyekat yang terbentang di salah satu berangkar.
"Pelan pelan, itu sakit ka!"
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
__ADS_1
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya