Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Lulu menolak


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Apa___ ma ma Sifanye, yah?" ucap Layla dengan syok yang gak bisa lagi terhindar dari wajah nya.


Dugh.


Layla limbung, namun dengan cepat Danu menangkap tubuh Layla yang hendak jatuh ke lantai, jatuh ke dalam dekapan Danu.


"Sabar sayang! Kamu harus kuat, harus tegar! Mungkin ini udah garis kehidupan yang harus di lalui mama Sifanye." ucap Danu.


"Mama Sifanye, ka!" Layla menjulurkan tangan kanan nya ke arah Sifanye, bulir bening gak lagi terelakkan.


'Maafin Layla mah, Layla banyak salah sama mama, bukan ini yang Layla mau mah!' batin Layla dengan hati hancur.


Tatapan Layla seketika buram, kabur hingga akhir nya hilang kesadaran.


"Yah! Danu bawa Layla ke mobil, Layla pinsan yah!" ucap Danu, menyadarkan sang ayah mertua dari lamunan nya.


"Iya, kamu urus aja Layla. Biar ayah di sini." ucap Noval datar.


Danu menggendong Layla ke luar dari rumah 2 lantai. Rumah yang belum lama di huni Sifanye.


"Sayang, buka mata kamu La!" seru Danu, menggendong Layla masuk ke dalam mobil.


Wiiiw wiiew wiiew.


Suara sirine mobil polisi dan ambulans terdengar semakin mendekat. Dan gak lama mobil terparkir di depan gerbang hitam.


"Selamat siang, kami dari pihak kepolisian, baru aja menerima laporan. Atas tewas nya ibu Sifanye!" tanya salah seorang polisi, yang kini berdiri di depan Danu.


"Iya pak, saya yang tadi menghubungi bapak. Jenazah mama mertua saya masih ada di dalam pak, ada ayah mertua saya juga. Dan saya yakin, ini ada keterlibatan dari satpam itu pak!" jemari Danu menunjuk ke arah pria berseragam satpam yang masih tergeletak di atas lantai.


Polisi mengikuti arah yang di tunjuk Danu.


"Tadi beliau sempat menghalangi langkah saya dan istri untuk menemui mama." ucap Danu lagi, menatap ke dalam mobil.


"Apa itu istri bapak?" tanya pak polisi dengan tatapan menyelidik.


"Iya pak. Istri saya sangat terpukulll atas apa yang terjadi dengan mama sambung nya. Tolong pak, usut atas apa yang menimpa mama mertua saya." ucap Danu dengan tatapan penuh harap.


"Pihak kepolisian pasti akan melakukan yang terbaik, dan mohon kerja sama nya jika keterangan anda kami butuhkan." ucap pak polisi.


"Pasti pak, kapan pun. Saya akan siap menerima panggilan dari bapak."


Tubuh Sifanye langsung di bawa ambulans, untuk selanjut nya di lakukan otopsi di rumah sakit.

__ADS_1


Satpam yang bertugas di rumah Sifanye juga sudah di aman kan pihak berwajib.


Noval memberikan CCTV tersembunyi yang ada di rumah berlantai 2 itu, sebagai bukti dan memudahkan pihak kepolisian untuk mencari tahu apa yang terjadi pada Sifanye.


Noval, Layla dan Danu. Menunggu dengan harap harap cemas di depan ruang otopsi.


"Danu, sebaik nya kamu bawa Layla pulang. Kalian pasti lekah setelah seharian beraktivitas." titah Noval, menatap Layla dengan mata sembab.


"Aku mau di sini, nemenin ayah. Lulu, gimana yah? Apa Lulu udah tau dengan apa yang terjadi sama mama?" tanya Layla dengan tatapan sendu.


'Ayah pasti merasa bersalah dengan apa yang menimpa mana Sifanye. Gimana perasaan Lulu, Lulu gak akan menyalahkan ayah dan aku kan? Tapi ini juga salah ku. Setiap ada yang di ributkan mama dan ayah, pasti berhubungan erat dengan ku. Tuhan, kenapa kau ambil mana ku!' batin Layla.


"Lulu sedang dalam perjalanan menuju rumah sakit. Ayah sudah meminta pak supir untuk menjemput Lulu." terang Noval.


"Maafin mama Sifanye ya La, mama Sifanye udah banyak nyakitin kamu. Do'ain mama Sifanye biar di tempatin di surga nya allah." ucap Noval dengan tulus.


"Tanpa ayah minta, Layla udah maafin mama." ucap Layla.


"Ayah! Ngapain nyuruh Lulu ke sini? Gak tau udah malam apa, Lulu kan cape mau istirahat buat besok sekolah." gerutu Lulu kesal, apa lagi melihat Layla dan Danu ada di sana juga.


"Jaga sopan santun kamu, Lu! Bicara yang sopan sama orang tua!" tegur Noval, menarikkk Lulu untuk duduk di samping kiri nya, sementara Layla ada di sisi kanan nya.


"Hem, ngapain ayah di sini? Ayo kita pulang aja yah!" ajak Lulu dengan memutar bola mata nya malas saat harus beradu pandang dengan Layla.


Danu membuang nafas nya dengan kasar. 'Astagaaa Lulu. Kenapa kamu gak sadar sadar juga. Gimana reaksi Lulu kalo tau mama nya meninggal dengan keadaan yang sangat mengenaskan?' tanya Danu pada diri nya sendiri.


"Kamu yang sabar ya Lu! Do'ain mama biar tenang di mana pun mama berada." Noval memulai pembicaraan nya dengan Lulu.


Lulu mengerutkan kening nya. "Mama kenapa yah? Maksud ayah apa, ngomong gitu ke Lulu?" cecar Lulu, menatap sang ayah dengan tatapan menuntut jawaban.


"Mama kamu __" Noval ingin memberi tahukan pada Lulu akan kondisi Sifanye. Tapi sayang nya seorang petugas forensik ke luar dari ruang otopsi.


"Gimana dokter?" tanya Layla yang langsung menghampiri sang dokter di ikuti Danu yang berdiri di belakang Layla.


"Kami menemukan ada nya luka bekas terjadi nya tindak penganiayaan, sebelom korban menghembuskan nafas terakhirnya. Beberapa kali korban mengalami kekerasan seksual." terang sang dokter wanita dengan kaca mata menengger di hidung.


"Apa yang menyebabkan nya meninggal, dokter?" tanya Noval, beranjak dan berdiri menghampiri sang dokter.


"Luka benturan di kepala, terdapat gumpalan darah di otak. Keretakan pada tulang pinggul, lengan kanan, kaki kanan. Ada beberapa gigi bawah yang patah. Bagian inti nya mengalami robekan dan terdapat sisa sundutan puntung roko pada tubuh korban dan juga pada inti nya." jelas sang dokter panjang kali lebar.


"Astagfirullah, sekejammm itu mereka memperlakukan mama?" tanya Layla, menutup mulut nya dengan tangan nya. Gak menyangka dengan apa yang di terima Sifanye sebelum ajal menjemput nya.


"Itu balasan untuk wanita jahat! Karena mama kamu, ayah jadi menceraikan mama ku! Jadi mama Tati sangat pantas menerima nasib buruk seperti itu!" cicit Lulu dengan angkuh nya menatap sinis Layla.


Lulu menyangka jika yang tengah mereka bicarakan adalah Tati. Belum menyadari jika yang ada di dalam ruang otopsi dan yang tengah mereka bicarakan adalah Sifanye.

__ADS_1


"Kamu sadar dengan apa yang sedang kamu katakan Lu?" tanya Danu dengan tatapan dingin.


'Anak durhaka, gak tau aja... orang yang ada di dalam itu adalah mama mu, bukan bu Tati.' batin Danu.


"Aku sangat sadar! Itu lah balasan yang setimpal untuk wanita jahat. Wanita yang sudah menghancur kan kebahagiaan aku, mama dan papa. Kenapa kamu gak nyusul aja sekalian ke neraka La? Susul sana mama mu ke neraka! Biar gak ada lagi pelakor yang berkeliaran bebas di sekitar ayah ku!" sungut Lulu dengan tatapan marah, meluapkan perasaan kesal nya pada Layla dan Tati.


Plak.


Noval melayangkan tamparan keras di pipi Lulu.


"Ayah nampar aku? Aku ini putri ayah!" teriak Lulu di depan Noval.


Sreeek.


Layla yang geram melihat ayah nya di bentak, menarikkk bahu Lulu hingga ke dua nya saling tatap.


"Yang meninggal itu mama Sifanye Lu, bukan ibu ku!!" teriak Layla dengan suara naik satu oktaf.


"Gak mungkin! Lo pasti bohong! Mama gue masih hidup! Mama gue ada di rumah nya! Jangan gila lo La!" seru Lulu dengan suara meninggi, ia bahkan mendorong bahu Layla dengan keras


Grap.


"Ahhhh!" pekik Layla, saat tubuh nya ternyata di tangkap oleh Danu.


"Apa yang di katakan Layla itu benar nak! Kamu harus bisa menerima ini semua Lu!" seru Noval, mencengkrammm lembut bahu Lulu.


"Do'ain mama kamu biar tenang di alam sana." ucap Noval lagi.


"Ini semua gak benar, apa yang ayah dan Layla ucapin itu salah. Mama baik baik aja!" Lulu menolak kenyataan pahit yang ada di hadapan nya.


Noval membawa Lulu masuk ke dalam ruang otopsi.


Lulu teriak dengan histeris, di ikuti dengan tangisan yang menyayat hati.


"Akkkkkkk ini i- ini gak mungkin! I- ini bu- bukan mama! I- ini o- orang lain yang cu- cuma mirip mama!"


Bugh.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅

__ADS_1


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭


__ADS_2