Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Salah tingkah


__ADS_3

...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


Layla mengangguk pasti.


"Apa rencana mu, La?" tanya Danu.


Layla mendekatkan bibir nya di dekat telinga Danu, membisikan kata demi kata perihal rencana nya.


'Kirim mereka ke negri entah berantah, tempat yang asing bagi mereka. Aku rasa itu menjadi pelajaran paling berharga untuk mereka berdua ka!' pikir Layla.


Danu mengerutkan kening nya, menjauhkan telinga nya dari bibir Layla.


"Apa kamu yakin... mereka berdua gak akan merencanakan hal buruk lagi pada mu?" tanya Danu mengungkapkan kegelisahan dalam hati nya.


"Kita kan hanya berusaha mencoba mencari jalan aman tanpa menyakiti tanpa memisahkan anak dari orang tua nya, terlepas dari Lea yang anak pungut." ucap Layla.


"Baik lah, tapi biar aku yang akan menentukan kemana mereka tinggal, La!" ucap Danu dingin dengan tatapan yang berubah tajam.


"Iya udah cepat kabarin orang kaka itu!" seru Layla, menujuk ke depan dengan bibir yang mengerucut.


"Jangan seperti ini, kau membuat ku gemasss!" Danu mencubittt gemasss bibir Layla yang mengerucut.


"Ihss!" Layla menyingkirkan tangan Danu dari bibir nya.


Danu mengotak atik benda pipih nya, memberi perintah seseorang di sebrang sana.


[ "Kau sudah melihat pesan dari ku kan! Aku ingin kau kirim mereka bertiga jauh dari kota ini! Jangan biarkan mereka kembali ke kota ini lagi! ] titah Danu dengan serius, lewat earphonefffff nya.


..."Aku sudah melihat nya bos, bos tenang aja. Mereka tidak akan bisa kembali ke kota ini lagi!"...


[ "Dalam waktu 1 jam, mereka akan tiba di tempat mu. Sisa nya kau urus mereka! Pastikan semua nya berjalan dengan keinginan ku!" ] Danu melirik sekilas Layla.


Danu memutuskan sambungan telpon nya.


"Makasih ka!" seru Layla dengan senyum mengembang.


"Hem. Hanya itu saja sebagai balasan terima kasih?" tanya Danu dengan satu alis yang bergerak naik di sertai tatapan nakal nya.

__ADS_1


"Jangan aneh deh!" seru Layla menggeser pipi Danu dengan tanggan nya.


Grap.


Danu menggenggammm tangan Layla, mendekatkan wajah nya dengan wajah Layla. Jarak mereka hanya tinggal beberapa sentimeter, namun pertanyaan Lea berhasil menyadarkan ke dua nya.


"Paman gak bawa mama dan papa aku kan? Aku masih bisa tinggal bersama ke dua nya kan?" tanya Lea dengan tatapan mengiba.


Danu mengerutkan kening nya, mengelusss kepala Layla lalu menenggelamkan wajah Layla ke dada bidang nya.


"Ka Danu ihsss! Jawab pertanyaan Lea!" Layla mendorong diri nya dari dada bidang Dan.


"Kau bocah, entah siapa yang sudah mengajari mu! Masih kecil sudah berani mengganggu kesenangan ku! Aku belum setua itu, tidak perlu memanggil ku paman!" sungut Danu dengan jengkelll, sekaligus protes dengan sebutan yang sematkan Lea pada nya.


Layla menghadiahi pinggang Danu dengan cubitannn, membuat pria itu menggeliattt.


"Sakit sayang!" ringis Danu.


"Maka nya harus ingat, kaka juga dulu nya pernah jadi bocah sebelom jadi dewasa seperti sekarang ini!" Layla menjawil dagu Danu.


"Kau ini! Sudah berani menggoda ku!" Danu merengkuh Layla.


"Kau tidak perlu turun, tunggu lah di sini!" titah Danu yang langsung turun dari mobil, berjalan ke arah pintu depan bagian penumpang.


"Tapi kan! Ihs nyeselin banget." protes Layla tapi tetap mendengar apa yang di katakan Danu.


Ceklek.


Danu membuka pintu mobil di mana Lea duduk di kursi depan samping supir.


Danu menggendong bocah itu, sesekali bocah itu menoleh ke belakang. Berharap Layla mau ikut turun dan mengantar.


"Jangan berharap yang tidak mungkin terjadi bocah!" seru Danu.


"Kenapa paman jahat sekali pada ku? Kaka cantik pasti ingin mengantar ku!" protes Lea yang berada dalam gendongan Danu.


"Jika aku jahat, aku tidak akan membiarkan kalian bertiga bisa hidup bersama! Setidak nya kalian harus merasakan kesulitan hidup. Kesulitan bertahan di wilayah yang asing di mata kalian" sungut Danu dengan seringai di bibir nya.

__ADS_1


Lea hanya mengerut kan kening nya, gak mengerti dengan apa yang di katakan Danu.


Pengawal yang di tugaskan Danu, langsung membuka pintu mobil.


"Papa! Mama!" seru Lea, begitu melihat mama dan papa nya berada di dalam mobil.


"Kerjakan tugas kalian! Kabari aku jika sudah menyelesaikan nya!" ucap Danu setelah Lea masuk ke dalam mobil.


"Siap bos!" seru pengawal.


"Danu! Lepaskan kami! Kami tidak bersalah! Bukan kami yang merencanakan nya tapi Aleta. Harus nya kau menghukum wanita itu! Danu!" teriak Sony tapi Danu gak pagi perduli.


Mobil yang di kemudikan Doni kembali meju memecah jalan.


Beberapa hari kemudian.


Danu mengantar Layla lebih dulu ke kampus sebelum ia berangkat ke kantor.


"Aku berangkat dulu ka!" seru Layla, mencium punggung tangan kanan Danu.


"Hem, fokus lah belajar... di sela sela belajar, ingat aku dalam doa mu!" seru Danu dengan senyum mengembang.


"Ka Danu ihs, seneng banget bikin aku salah tingkah sih!" protes Layla dengan menepuk lengan Danu


"Benarkan? Jadi kau salah tingkah? Apa yang membuat mu salah tingkah hem?" tanya Danu dengan tatapan nakal.


"Kaaaa, aku masuk dulu!"’ seru Layla yang langsung ngacir dari dalam mobil, begitu ia berhasil membuka pintu mobil.


"Dasar bocah nakal!" seru Danu melihat punggung Layla yang semakin menjauh setelah mendapatkan apa yang ia inginkan?


"Dor!"


...πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€...


Bersambung...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak πŸ€ΈπŸΌβ€β™€οΈπŸ€ΈπŸΌβ€β™€οΈπŸ€ΈπŸΌβ€β™€οΈπŸ€ΈπŸΌβ€β™€οΈ


__ADS_2