Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Bonus bapak akhir tahun


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kenapa aku jadi ngeri ngeliet senyum pak Baskoro?" gumam Tati pelan, bergidik ngeri melihat besan nya tersenyum tipis melihat Yanto.


"Sip nasib, orang gak punya duit, gini amat ya!" seru Yanto dengan gelengan kepala nya.


"Bang, malu di lietin pak Baskoro... jangan gitu napa!" omel Tati melihat kelakukan suami nya.


"Sebodo lah dek, bingung abang tuh... mau cari kerja, ijazah cuma sampe sekolah dasar doang." gerutu Yanto lagi.


"Gak usah ngeluh bang! Malu, ngeluh di depan besan. Maaf ya pak!" ucap Tati, dengan wajah gak enak hati pada Baskoro.


"Gak apa bu, saya maklum ko." ujar Baskoro.


'Kenapa juga Noval bisa berpisah dari wanita ini? Peringai Tati jauh lebih baik dari Sifanye.' batin Baskoro.


Flashback and.


"Maaf Tuan, saya dapat kabar dari security yang berjaga di depan gerbang, ada ayah Nona Layla di depan. Apa boleh masuk, Tuan Muda?" tanya pak Didi sengah berbisik, saat sudah berdiri di sisi Danu.


"Datang dengan siapa?" tanya Danu.


"Supir Tuan." jawab pak Didi.


"Biarkan ayah masuk. Laen kali gak usah pake tanya, langsung aja kasih ayah masuk!" umpat Danu dengan wajah kesal.


"Maaf Tuan." pak Didi langsung melangkah meninggalkan ruang keluarga.


Layla mendongak, menatap Danu penuh tanya.

__ADS_1


"Apa yang di katakan pak Didi ka?" tanya Layla, yang gak dengar pembicaraan ke dua nya.


"Ada ayah Noval di depan." jawab Danu apa ada nya.


Layla menegak kan duduk nya, "Ayah sama siapa ka?" tanya Layla, lalu menoleh sesaat ke arah Tati dan Yanto bergantian.


Layla menelan saliva nya dengan sulit, 'Apa gak akan jadi masalah, membiarkan ayah Noval, ibu Tati dan bapak Yanto di saat yang bersamaan?' batin Layla, dengan hati yang di liputi kegelisahan, keringat dingin ia rasakan, degup jantung yang gak karuan.


Setahu Layla, bapak Yanto nya itumasih menyimpan perasaan cemburu, jika melihat ayah Noval nya berada di sekitar ibu Tati.


Danu menatap Layla penuh selidik, mengamati perubahan pada sikap sang istri. Seolah tau apa yang sedang di pikirkan oleh Layla.


Grap.


"Santai aja, bapak udah berubah!" ujar Danu, menggenggammm jemari Layla yang kini terasa dingin.


"Jika sampai bapak Yanto hilang kendali, aku yang akan mengatasi nya! Jangan takut! Ayo tersenyum!" ujar Danu, menguatkan hati sang istri, berusaha mengembalikan ketenangan di hati Layla.


"Jangan terpaksaaa, harus ikhlas dan yakin sayang!" Danu menarikkk Layla hingga gadis itu kini berdiri di sisi nya.


"Kalian mau ke mana?" tanya bapak Yanto, melihat putri bawaan sang istri bersama Danu beranjak dari duduk nya.


"Menyambut tamu kehormatan, pak!" ledek Danu, mengayunkan tangan Layla yang ada di genggamannn nya.


"Siapa tamu kehormatan nya, Danu?" tanya ibu Tati dengan penasaran.


"Bapak, janji ya sama Danu... bisa bersikap santai, Danu kasih bonus bapak akhir tahun honda jasss warna hitam. Setuju gak!" tantang Danu untuk bapak Yanto nya, namun tatapan Danu tertuju pada Layla dengan alis naik turun menggoda sang istri.


"Oke, siapa takut." bapak Yanto menerima tantangan dari menantu nya itu.

__ADS_1


"Apa gak berlebihan ka?" tanya Layla.


"Danu, kamu gak lagi bercanda, janjiin bapak kamu mobil?" tanya Tati dengan tatapan gak percaya pada menantu nya.


Tap tap tap tap.


Suara sepatu berbunyi nyaring di lantai, semakin nyaring bunyi nya, semakin dekat langkah nya ke arah ruang keluarga.


"Gak apa sayang! Asal aku bisa selalu melihat senyum mu di kala bersama dengan keluarga mu, aku udah cukup senang." ujar Danu.


Danu mengelusss puncak kepala Layla, lalu menghujani puncak kepala Layla dengan kecupan kecupan singkat.


"Bapak, bapak, bapak gak kaya kaka Danu! Tuh coba lihat, kaka Danu cium kepala kaka Layla!" Dea mengguncanggg lengan sang bapak, lalu jemari nya menunjuk ke arah Danu dan juga Layla.


"Aku harap kedatangan ku, tidak merusak kebahagiaan kalian!" seru Noval, yang berdiri tidak jauh dari Danu dan Layla berdiri.


Danu menganggukkan kepala nya, membiarkan Layla berlari ke arah Noval dengan mata yang berkaca kaca.


"Ayah!" seru Layla, berhambur memeluk sang ayah Noval.


"Sehat selalu ya sayang, putri ayah!" seru Noval, mengelusss punggung sang putri, Noval merasakan tubuh Layla yang bergetar dalam pelukan nya.


"Aku kaya nya udah lama banget gak peluk ayah kaya gini!" ucap Layla dengan suara tertahannn tangis.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅

__ADS_1


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...


__ADS_2