Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Salah tingkah


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Ceklek.


Layla membuka pintu kamar. Berjalan melangkah ke arah Danu berada. Meja bar dengan sepiring spaghetti di atas sana dan segelas air putih tersaji.


"Ayo duduk sini, habiskan makanan mu!" ucap Danu tanpa menoleh ke arah Layla.


Layla mendudukkan dirinya di kursi itu. "Apa ini kau yang memasaknya sendiri?" tanya Layla dengan menelan salivanya, ini pasti enak banget.


"Menurut mu, apa aku membelinya untuk mu?" Danu bertanya balik pada Layla, lalu mendudukan dirinya, saling berhadapan dengan Layla dengan terhalang meja bar yang ada di dapur.


"Tidak usah di jawab jika tidak ingin menjawabnya!" sungut Layla dengan kesal.


"Cepat habiskan makanan mu! Jangan protes jika rasanya tidak enak!" gumam Danu dengan memainkan hapenya yang tergeletak di atas meja.


Layla mengerdikkan bahunya. "Mana aku tau rasanya enak atau tidak, di coba aja belum!" Layla mulai meraih garpu yang terdapat di atas piring yang berisi spaghetti, dan mulai memasukkan ke dalam mulutnya.


Danu tampak acuh dan membiarkan Layla menyantap spaghetti buatannya, namun dalam diam, Danu mencuri pandang dan menarik sudut bibirnya saat Layla semakin lahap menyantap makanannya.


Layla mendongakkan wajahnya, menatap Danu, di lihatnya Danu tampak acuh padanya, sebegitu pentingnya apa itu hape? Apa sih yang dia lihat? Apa Danu lagi baca pesan dari pacarnya? Atau mandangin foto pacarnya? Ihs bete banget, orang mah tanya, enak gak! Mau lagi apa gak! Ini malah dia sibuk sendiri! Eh tapi kenapa juga gue yang jadi kesel sendiri ya!


Seperti mendengar apa yang menjadi teriakan hati Layla, Danu langsung menatap Layla, mengajukan pertanyaan apa yang di teriaki batin Layla.


Danu yang merasa di pandangi Layla, menjadi risih, ia pun langsung mengajukan pertanyaan pada Layla.


"Kamu kenapa? Apa rasanya ada yang aneh? Ada yang kurang? Kurang asin? Kurang manis? Atau terlalu pedas?" cecar Danu dengan tatapan menyelidik.


"Kurang perhatian!" celetuk Layla dengan spontan, lalu menutup mulutnya dengan tangannya dengan cepat saat menyadari apa yang sudah ia ucapkan.

__ADS_1


"Hah?" Danu ternganga mendengar pengakuan Layla, sedetik kemudian ia tersenyum.


Danu menaruh benda pipih yang sedari tadi ia mainkan di atas meja, tangannya terulur menyeka sisa makanan yang tersisa di dekat bibir Layla.


"Ke- kenapa gak ngomong? A- aku bisa sendiri!" ucap Layla dengan gagap dengan perlakuan Danu yang terbilang manis, Layla nampak salah tingkah, hingga menjatuhkan garpu yang sedang ia pegang.


Prang.


"Maaf, biar aku ambil!" seru Layla mencoba mencondongkan tubuhnya, tangan kanannya terulur ke bawah untuk mengambil garpu yang tergeletak di atas lantai dekat kakinya.


Danu merebut garpu dari tangan Layla yang tadi jatuh ke lantai.


"Jangan di gunakan lagi! Ini sudah kotor, pasti ada kumannya!" Danu meletakkan garpu itu pada tempat pencucian piring, dan mengambil garpu baru dari tempatnya.


Layla mengerjapkan matanya, ini beneran si Danu yang marah marah itu? Seriusan? Mimpi apa nyata sih ini!


Seolah terhipnotis dengan perlakuan Danu, Layla menurut dengan patuh, ia membuka mulutnya, melanjutkan makannya lewat suapan demi suapin yang di berikan Danu. Hingga tanpa sadar spaghetti yang ada di atas piring itu sudah tandas tanpa sisa.


"Untuk malam ini, kamu tidur di sini!" ucap Danu yang sukses membuat Layla tersendak salivanya sendiri.


"Uhuk uhuk."


"Hati hati!" Danu menyodorkan segelas air putih pada Layla. Lalu ia beranjak dari duduknya, membawa piring kotor itu dan mencucinya di tempat pencucian piring.


Prak.


Layla meletakkan gelas yang kosong di atas meja, setelah airnya habis di minum olehnya.


"Aku mau pulang! Nanti ayah sama mama pasti nyariin aku karena gak pulang! Aku izin sama ayah cuma ke mall nemenin Nina!" terang Layla menolak apa yang di katakan Danu.

__ADS_1


"Aku udah telpon om Noval, dan om Noval gak keberatan untuk malam ini kamu bermalam di sini." ujar Danu dengan santainya.


"Kamu bohong, mana mungkin ayah Noval izinin aku buat bermalam di sini! Ini rumah siapa sih, Danu? Apa gak ada orang lain lagi selain kita berdua?" tanya Layla dengan mengedarkan pandangannya.


Ia mengikuti langkah kaki Danu yang menuju suatu ruang yang terdapat sofa, meja, tivi, kulkas, dan beberapa majalah di sisi lain meja.


Danu mendudukan dirinya di sofa, menyalakan tivi dengan remot kontrol.


"Emang kamu mau, jika om Noval sampai tau apa yang sebenarnya terjadi pada mu? Heh! Hingga kau berakhir di apartemen ku! Hanya ada kau dan aku di apartemen ini!"


Layla ikut mendaratkan bobot tubuhnya di sofa dekat dengan Danu. "Memang apa yang terjadi dengan ku? Apa yang membuat aku bisa ada di sini bersama dengan mu? Di mana om Baskoro? Gak mungkin kan kalo kamu cuma tinggal sendiri di apartemen sebesar ini!" cecar Layla yang mulai bawel, mebatap Danu dengan penuh tanya di kepalanya.


Danu yang di tatap Layla jadi salah tingkah, merasakan ada yang aneh dengan dirinya.


Ini anak matanya bulat amat sih! Kaya mata kucing, gemesin kalo lagi bawel gini! Jadi pengen cubittt!


Tangan Danu terulur mencubittt pipi tirus Layla. "Kamu harus banyak makan Layla! Biar saat aku cubittt, pipi mu akan terasa kenyal, kaya bakpau!" gumam Danu tanpa sadar.


Prak.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅


...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....


...Makasih yooo ☺️☺️...

__ADS_1


__ADS_2