Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Sepiring berdua


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Pelan pelan, itu sakit ka!" rengek Layla.


"Ini sudah pelan, tahan sedikit lagi... aku yakin kamu bisa sayang!" seru Danu dengan lembut.


"Iya tapi itu sakit, perih ka." cicit Layla di sertai dengan ringisan


"Tadi aja bilang gak apa apa, gak ada yang luka. Kenapa sekarang baru bilang sakit hem?" protes Danu.


"Tadi kan emang gak sakit, siapa yang tau kalo ternyata bisa lebammm gitu!" dalih Layla.


"Banyak alasan!" sungut Danu.


Julia menyeringai, otak nya sudah berfikir buruk dengan percakapan Layla dan Danu yang baru aja ia dengar.


Sreeek.


Dengan bersemangat, Julia menarikkk kain penyekat yang menutupi ke dua nya, yang berada di salah satu berangkar ruang kesehatan, di sertai niatan untuk mengumpat dan memaki sikap Danu dan Layla yang siap meluncur bebas dari bibir nya.


"Dasar ka-----"


Julia gak lagi melanjutkan kata kata nya, saat melihat apa yang ke dua nya lakukan dengan mata terbelalak gak percaya.


"Eh ada Julia, mau apa kamu di sini?" tanya Layla, menoleh ke arah nya.


Sementara Danu tampak abai dengan kehadiran Julia di tengah ke dua nya. Danu tetap fokus mengolesi lebammm di siku kiri Layla yang tadi tertindih tubuh Julia.


'Sialll, gue pikir mereka lagi berbuat asusilaaa, tapi ini sama aja gue mempermalukan diri gue sendiri!' umpat Julia dalam hati dengan tangan mengepalll menahannn kesal.


"Sudah selesai mengintip nya? Kembali ke kelas mu! Kau pasti berdalih ke toilet untuk bisa sampai ke sini kan!" ucap Danu dengan wajah datar, menatap tajam Julia.


"Si- siapa juga yang ngintip kalian! I- ini saya juga mau pergi! Menyebalkan kalian berdua." umpat Julia, berbalik badan meninggalkan ke dua nya dengan wajah memerah.


Brak.


Julia menutup pintu ruang kesehatan dengan membantinggg keras.


"Ada apa dengan Julia ka? Aku pikir tadi khawatir dengan keadaan ku, tapi ternyata salah!" ujar Layla, dengan berjingkat kaget mendengar suara pintu di tutup.


"Gak usah perdulikan dia! Istirahat lah! Aku akan temani kamu di sini!" ucap Danu.


"Tapi aku gak apa, aku bisa kembali ke kelas." tolak Layla, saat Danu mendorong bahu nya untuk membantu nya rebahan di atas berangkar.

__ADS_1


"Aku bilang gak ya gak La! Jangan membantah!" seru Danu, menjawil hidung Layla.


"Ihsss!"


Beberapa bulan kemudian.


Layla tengah berkutat di dapur dengan di bantu sang asisten.


"Ya ampun Non, udah biar bibi aja yang lanjutkan. Non udah cantik, nanti bau masakan Non!" bujuk sang asisten, melihat sang majikan tengah menyiapkan masakan untuk sang suami.


"Gak apa bi, dikit lagi juga udah mateng ini." tolak Layla.


Sementara sang asisten langsung menata meja makan.


Danu yang udah rapi dengan setelan kantor nya hanya bisa menatap nya dari kejauhan, sebelom ia melangkah menghampiri sang istri.


Grap.


"Morning sayang!" seru Danu, memeluk Layla dari belakang dengan ke dua tangan melingkar di perut Layla.


"Morning ka! Hemmmmm udah wangi aja suami aku! Udah sana duduk, sebentar lagi mateng nih!" titah Layla, indra penciuman nya mengendus parfum yang di kenakan Danu.


"Aku bantu ya!" Danu membantu Layla, menggenggammm jemari Layla saat tangan sang istri memindahkan hidangan yang ia masak ke dalam wadah.


Danu menarik kursi ke belakang, mempersilakan sang istri untuk duduk.


"Ka Danu yang suapin aku!" serono Layla.


"Pasti!" Danu menyuapkan lebih dulu ke mulut Layla, baru gantian menyuapkan untuk diri nya sendiri.


"Siang ini aku akan langsung terbang ke Singapura, jangan nakal ya! Jika kamu bosan, menginap lah di rumah ibu Tati, kunjungi ayah Noval juga boleh. Atau aku minta sahabat mu untuk bermalam di sini jika perlu!" cecar Danu dengan bawel nya.


"Gak usah pikirin aku ka, di rumah kan ada bibi, ada pak Adi, ada yang lain juga. Aku gak akan kesepian kok. Kaka tenang aja ya! Selesai kan pekerjaan kaka dengan baik, fokus dengan pekerjaan!" ujar Layla, menyodorkan segelas air putih untuk Danu.


"Jika butuh sesuatu, minta lah pada pak Adi, ingat dengan supir yang akan selalu nengantar keman pun kamu pergi!" seru Danu lagi, mengelusss pipi Layla yang kini chabi, tubuh nya juga sudah mulai berisi gak kurus lagi.


"Iya ka. Bawel ihs, ayo lah berangkat! Nanti aku telat!" Layla menyudahi sarapan nya, setelah menerima suapan yang ke sekian kali dari Danu.


"Ini masih ada, habiskan dulu!" Danu menatap piring yang ada di hadapan nya.


"Gak mau, aku kenyang mendengar ocehan mu ka! Kaka aja yang habiskan!" Layla menyanggah dagu nya dengan satu tangan nya yang berada di atas meja.


'Kenapa setiap hari aku merasa ka Danu semakin bersinar?' batin Layla.

__ADS_1


"Ayo buka mulut mu! Sekali aja! Habis itu kita berangkat!" bujuk Danu dengan kepala di miring kan sedikit.


"Dasar pemaksaaa!" sungut Layla, dengan terpaksaaa menerima suapan nya lagi.


"Itu baru istri kecil ku!" Danu menyapu sisa saus yang menempelll di sudut bibir Layla dengan jempol nya.


"Manis juga, sama kaya kamu!" seru Danu, mengecap saus yang ada di jempol nya.


"Ka Danu!" rengek Layla dengan manja, pipi merona.


Mobil yang di kemudikan Danu membelah jalan dengan kecepatan sedang.


"Ingat pesan ku, selama aku tidak ada di samping mu, jangan nakal! Jaga jarak dengan laki laki! Aku tidak suka melihat mu dekat dengan pria mana pun selain aku!" cecar Danu, sesekali menoleh ke arah Layla.


"Iya sayang ku, suami ku! Ka danu pergi ke Singapura dengan bang Arsandi?"


"Iya, aku usahakan tidak sampai satu minggu di sana. Aku gak bisa berlama lama jauh dari mu, sayang!" Danu meraih tangan kanan Layla, lalu mengucup punggung tangan nya.


"Aku juga sama, gak bisa jauh dari kaka!" ucap Layla dengan tatapan teduh.


'Kenapa ada rasa gak ikhlas buat ka Danu pergi? Biasa nya gak gini, ini juga bukan kali pertama ka Danu ninggalin aku pergi urusan kerjaan.' batin Layla dengan senyum di paksakannn.


"Kamu bisa menyusul ku di akhir pekan, gimana menurut mu sayang?" usul Danu.


"Aku di sini aja, menunggu kaka pulang. Jaga hati mu ka!" Layla menyentuh dada bidang Danu yang berselimut jas dan kemeja hitam nya.


"Iya sayang! Aku suka kamu yang seperti ini!" Danu menyunggingkan senyum di bibir nya.


"Seperti ini gimana?" tanya Layla dengan polos nya.


"Mengatakan terus terang apa yang ada di hati mu!" Danu membalas menyentuh dada Layla.


Danu terus menatap Layla dari dalam mobil, hingga gadis berseragam sekolah kejuruan itu gak lagi terlihat. Baru ia kembali melanjutkan perjalanan nya menuju kantor nya.


[ "Sudah kau siapkan semua nya? Aku tidak ingin ada apa apa dengan Layla, keselamatan Layla. Aku serahkan pada mu selama aku tidak ada!" ] ucap Danu pada seseorang yang tengah ia hubungi lewat benda pipih nya.


^^^"Tidak perlu khawatir bos, aku sudah mengerahkan beberapa anak buah ku untuk mengawasi Nona, bahkan sampai Nona tidak menyadari jika orang itu adalah orang ku." ucap Doni, berusaha menenangkan hati bos nya.^^^


Tiiiiin.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...

__ADS_1


Like dan komentar nya dong, 😅😅


Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya


__ADS_2