
...🥀🥀🥀...
"Te- ri- ma, ka- sih nak... ka- kau, sa- sa- tu kan me- re- ka, be- ber- du- dua." ucap nenek Dahlia, dengan suku kata yang terputus putus.
"Itu sudah menjadi keharusan untuk ku mah, menyatukan Layla dan Danu!" cicit Baskoro.
Kini semua penghuni duduk manis di ruang makan. Menikmati sarapan mereka dengan di selingi canda tawa.
Danu dan Layla memperlakukan para pekerja di rumah nya layak nya keluarga. Namun begitu, para pekerja yang ikut dengan Danu dan Layla cukup sadar diri dan tau posisi mereka.
Nenek Dahlia menghabiskan sarapan nya dengan di bantu suster yang merawat nya. Sesekali Layla ikut menyuapkan makanan yang ada di piring nya ke mulut nenek Dahlia.
"Sayang, aku juga mau di suapin sama kamu!" Danu membuka mulut nya, setelah berhasil membuat Layla menoleh ke arah nya.
"Ihs dasar irian!" cibir Layla, namun tetap menyuapi Danu.
"Cihhs kau ini La. Harus nya kau suapi saja bocah nakal ini dengan ini!" papa Baskoro, mengulurkan tangan kanan nya yang memegang centong sayur ke arah Layla.
"Itu nama nya keterlaluan, pah!" sungut Danu. "Bilang aja kalo papa iri! Gak ada tuh yang mau nyuapin papa!" ledek Danu dengan tergelak.
Papa Baskoro akhir nya terpancing dengan ledekan Danu, dan tanpa sadar mengatakan yang sebenar nya. Mengungkap apa yang ia rasakan saat ini.
"Siapa bilang papa iri! Papa sudah gak iri lagi dong, lagi pula... papa ini sudah bosan di suapin tangan wanita! Lebih baik makan sendiri! Weeek!" papa Baskoro balik membalas ledekan Danu, ia bahkan menjulurkan lidah nya.
Layla mengerutkan kening nya, menatap papa mertua nya dengan tatapan menyelidik.
"Bosen di suapin siapa, pah?" tanya Layla dengan polos nya.
__ADS_1
"Uhuk uhuk uhuk! Minum, minum, minum!" Baskoro tersendak makanan yang ada dalam mulut nya, tangan nya terulur meminta bantuan siapa pun untuk memberikan nya segelas air putih.
Si mbok yang duduk dekat dengan Baskoro, langsung menyerahkan segelas air putih pada Tuan besar nya.
"Ini Tuan besar!"
"Ma- ka- nya, ma- kan, i- tu, ja- ngan, sam- bil, ngob- rol!" ucap nenek Dahlia.
"Iya maaf, mah! Kami ini kan hanya sedang bergurau, gak usah lah di anggap serius!" terang Baskoro, setelah meletakkan kembali gelas nya.
Nenek Dahlia menatap menantu nya yang kini melanjutkan sarapn nya, belum lagi Layla dan Danu.
'Terima kasih Tuhan, kau masih memberikan kesempatan untuk ku, berada di tengah tengah keluarga ku. Aku tidak pernah menyangka... jika aku kini dapat menyaksikan keluarga ku yang utuh. Meski tanpa kehadiran Devina di tengah tengah kami. Mama yakin, kamu pasti sangat bahagia saat ini Devina. Anak mu kini, tidak perlu lagi merasakan pedih nya tinggal bersama dengan orang tua sambung yang tidak menyayangi nya.' monolog batin nenek Dahlia.
Setelah sarapan bersama, Layla mengajak nenek Dahlia di temani suster untuk menikmati segar nya udara pagi di taman.
Sementara Danu dan papa Baskoro, dengan terpaksa meninggalkan rumah, setelah sebelum nya mendapat kan kabar dari pihak gudang, jika terjadi masalah.
"Tergantung nek. Selama ka Danu bisa setia, bisa mengutamakan keluarga, untuk apa Layla meninggalkan ka Danu? Ka Danu itu segala nya untuk Layla, nek!" ujar Layla panjang lebar dengan mata berbinar.
"Per- ca- ya, lah sa- ma, Da- nu, a- pa, pun ya- ng ter- ja- di!" pinta nenek Dahlia.
Layla menggenggammm jemari nenek Dahlia.
"Layla percaya dengan ada nya kekuatan dan ketulusan cinta, nek! Ka Danu adalah pria yang berpegang pada prinsip. Ka Danu gak akan hianati Layla!" Layla meyakinkan nenek Dahlia.
Grap.
__ADS_1
Layla memeluk nenek Dahlia yang masih duduk di kursi roda.
"Do'a kan ya nek, pernikahan kami ini... langgeng sampai menua bersama, hingga maut memisahkan Layla dan ka Danu." ujar Layla.
...---...
Di tempat lain.
Danu yang membawa kendali mobil, dengan berada di belakang setir kemudi. Sementara papa Baskoro, berkali kali membuang nafas nya dengan kasar dari kursi penumpang.
"Apa kau yakin, Arsandi bisa mengatasi nya, Danu?" tanya Baskoro dengan meragu.
"Papa tenang aja, Arsandi itu pasti bisa mengatasi nya! Kita hanya perlu membereskan sisa nya." terang Danu.
"Kenapa bisa sih! Gudang bermasalah! Selama ini gudang selalu aman, para karyawan juga melakukan tugas nya dengan baik." protes papa Baskoro, dengan wajah gak tenang, sedari tadi pun duduk nya selalu berubah gak menentu.
Papa Baskoro gak terima, jika gudang tempat penyimpanan barang barang untuk supermarket milik nya, kini di periksa aparat kepolisian dan di temukan barang barang yang sudah kadaluarsa.
"Tenang, pah! Setelah kita sampai di gudang, pasti pertanyaan papa akan terjawab. Sekarang papa tenang ya!" bujuk Danu.
Ke dua nya pun tiba di gudang penyimpanan. Tampak 2 buah mobil polisi sudah terparkir dengan cantik di area parkir.
"Tuan! Seperti nya ada yang tidak beres!" ucap Arsandi, ia langsung menghampiri Danu yang baru saja turun dari mobil nya.
"Maksud mu, apa? Tidak beres apa? Kalo bicara yang jelas! Membuat ku pusing saja!" gerutu Danu.
"Mereka bukan aparat yang sesungguh nya, mereka tidak bisa memperlihatkan surat perintah untuk penggeledahan gudang." ucap Arsandi.
__ADS_1
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅