Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Iri


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Wanita itu siapa, om?" tanya Danu dengan menatap wanita paruh baya, yang langsung berdiri hendak menghampiri mobilnya dengan tanya.


"Ibu kandung Layla, mantan istri om." cicit Noval.


Gerbang hitam yang menjulang tinggi, langsung di buka dengan remote kontrol, saat Soleh mendapati Tuannya berada di dalam mobil, ketika Danu menurunkan kaca mobilnya.


Tati memanfaatkan peluang yang ada, ia ikut masuk ke dalam rumah, menerobos pagar hitam yang terbuka lebar.


Noval turun dari mobil dengan membawa parsel buah yang ia beli untuk Layla. Danu juga ikut turun dari mobil, memastikan pria yang ia panggil om, masuk ke dalam rumah dengan selamat. Mengingat Noval tadi sempat sesak nafasnya.


Sreek.


Bugh.


Tati menarik lengan Noval, sementara parsel buah yang ada di tangan Noval langsung jatuh dengan plastik pres yang robekkk dan beberapa buah bergelinding di lantai.


"Kenapa kau membawa Layla ke sini?" tanya Tati dengan marah, menatap pria yang dulu pernah menjadi suaminya.


Noval menepis tangan Tati dari lengannya, "Kau masih berani bertanya? Masih baik aku tidak melaporkan mu ke polisi! Jika aku tidak mengingat kau ibu kandung Layla, sudah aku jebloskan kau ke penjara!" Noval menunjuk jari telunjuk kanannya ke wajah Tati dengan marah.


"Berani kau melakukannya?"tanya Tati dengan tidak gentar.


"Bukan hanya kau, tapi suami pemakai mu juga akan ikut terseret. Kalian berdua tidak becus menjaga Layla. Kalian kan yang menyiksa Layla, luka lebam pada tubuh Layla itu karena mu! Sekarang kau tinggalkan rumah ini sekarang juga Tati! Sebelum kesabaran ku habis!" Noval menatap ke arah gerbang yang masih terbuka lebar.


"Aku seperti ini juga karena kamu, Noval! Kamu lebih mementingkan anak dan istri baru mu itu ketimbang aku dan Layla! Layla itu anak mu! Kamu biarkan aku dan Layla hidup di rumah kontrakan yang kecil... sementara kau dan keluarga mu hidup di rumah besar dengan kemewahan! Kau pilih kasih Noval! Kau tidak adil!" ucap Tati dengan tangan mengepal, rasa iri membuatnya buta, jika noval tidak lagi memiliki tanggung jawab padanya.


Noval menatap sini Tati, "Apa kau lupa status mu sekarang Tati, kau tidak lebih dari sekedar mantan istri ku. Jangan pernah kau iri pada Sifanye dan Lulu, aku juga memberikan hak yang sama pada Layla, aku masih bertanggung jawab padanya. Jila kau berharap lebih dari ku untuk mu, bercermin lah Tati! Ingat Yanto lah yang harusnya bertanggung jawab atas diri mu!" ucap Noval dengan menohok.


"Ayo masuk Danu, jangan kau perdulikan wanita tidak jelas ini!" Noval mengajak Danu masuk ke dalam rumah, tanpa menghiraukan Tati yang terpaku di tempatnya.


"Lebih baik tante pulang, gak enak jika Layla melihat tante seperti ini!" ucap Danu saat melewati Tati.

__ADS_1


"Maaf ya nak Danu, kami jadi menyaksikan apa yang seharusnya tidak kau lihat." ucap Noval dengan senyum tersungging di bibirnya.


"Santai aja om."


Tati kembali pulang ke rumah dengan perasaan dongkol.


Aku mengalah, bukan untuk mengakui apa yang aku lakukan Noval. Tapi aku akan membuat mu membuka mata mu, siapa itu Sifanye. Kau akan tau jika Sifanye tidak menyayangi putri kita, Layla. Dan aku akan membuat mu kembali pada ku!


Noval memaksa Danu untuk melihat kondisi Layla, sementara Sifanye sangat tidak suka dengan cara Noval yang memaksa Danu.


Danu, Noval dan Sifanye kini tengah duduk di ruang tamu.


"Maaf ya nak, kesan pertama mu datang ke rumah om jadi kurang bagus, tapi om harap kau tidak akan bosan untuk kembali ke sini!" ucap Noval.


Danu beranjak dari duduknya. "Gak kok om, itu masih sebatas wajar. Kalo begitu aku pamit ya om, masih ada pekerjaan di kantor." Danu melirik sekilas arloji limited edition yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.


Noval melirik ke lantai atas, sayang sekali jika mereka tidak bertemu. "Kalo begitu, ayo biar om antar kamu sejenak untuk melihat Layla." Noval beranjak dari duduknya.


Tangannya menggiring Danu menuju lantai atas. "Layla pasti akan sangat senang di jenguk oleh mu. Dulu itu Layla sangat suka sekali menempal pada mu, ke mana pun kamu pergi, Layla pasti mengikuti mu." terang Noval dengan wajah senang terlukis di wajahnya.


Sifanye berkata dengan ketus. "Gak usah di paksa yah! Kan bisa lain kali, lagi pula nak Danu masih banyak pekerjaan kan!" Sifanye mencoba menghentikan langkah kaki Noval dan Danu yang hampir sampai di ujung tangga.


Danu merasa tidak nyaman dengan situasi itu.


"Jika om memaksa, tapi hanya sebentar ya om!" ucap Danu yang akhirnya mengalah.


Tok tok tok.


Noval mengetuk pintu kamar Layla.


"Layla, ini ayah. Boleh ayah masuk?" tanya Noval dengan sumringah.


Tidak ada jawaban dari dalam kamar.

__ADS_1


"Mungkin Layla sedang tidur, om! Lebih baik lain kali saja aku menemuinya." terang Danu.


"Gak mungkin Layla tidur. Dia pasti gak denger, coba om ketuk lagi pintunya!" Noval tetap bersikeras ingin Layla dan Danu bertemu saat ini juga.


Tok tok tok.


Ceklek.


Noval nekad membuka pintu kamar putrinya.


Noval masuk ke dalam kamar Layla yang juga di tempati Lulu. Dengan Danu yang mengekor di belakang Noval.


"Tuh kan benar apa kata om, Layla itu gak mungkin tidur. Anak ini udah tau sakit, malah belajar, harusnya kan istirahat!" gerutu Noval.


Danu mengedarkan pandangannya pada seisi kamar, cukup bersih, tapi belum tentu juga itu anak bakalan bersih, bisa aja kan tetap jorok! Atau bahkan belum mandi, ihs benar benar.


"Apa yang sedang kamu lakukan, Layla?" tanya Noval namin tidak di jawab Layla.


Puk puk puk.


Noval menepuk nepuk bahu Layla. Layla menoleh dan terkejut bukan main, namun ada rasa senang saat melihat Noval ada di hadapannya.


"Papa? Papa udah pulang? Kok Layla gak tau!" cicit Layla dengan melepasss bola kapas yang menyumbat telinganya.


"Kau lihat itu kan Danu. Pantas saja kan om dari tadi mengetuk pintu, ia tidak menjawab. Anak ini selalu saja membuat om cemas!" dumel Noval dengan mengelusss pucuk kepala Layla, namun tatapannya mengarah pada Danu.


"Lo ngapain di sini?" tanya Layla dengan tatapan tajam pada Danu.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

__ADS_1


...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....


...Makasih yooo ☺️☺️...


__ADS_2