
...🥀🥀🥀...
Dengan malas Layla menoleh dan melihat apa yang Danu perlihatkan.
Layla menatap tajam pria yang di perlihatkan Danu pada nya. 'Kaya nya sih iya, tapi tadi kaya nya badan nya lebih berisi, kalo ini lebih terlihat kurusan itu orang.' pikir Layla dalam hati, mengingat kembali orang yang tadi menemui nya.
"Jadi benar dugaan ku, dia pria yang tadi menemui mu? Apa yang sudah Leo lakukan sama kamu La? Leo gak macam macam sama kamu kan La?" cecar Danu dengan tatapan menyelidik, menyelipkan anak rambut Layla ke belakang daun telinga nya.
"Udah jalan, aku gak mau bahas itu sekarang. Aku kan mau ke rumah mama. Nanti aja kita bahas nya di rumah." ketus Layla, ingat kembali dengan tujuan nya saat ini.
"Tapi senyum dulu La! Gak mungkin kan, kita ke rumah mama saat suasana hati kamu lagi buruk!" seru Danu, mengingatkan Layla.
"Aku tau, bagaimana cara nya bersikap ka! Jangan buang waktu deh, cepet jalan!" titah Layla, gak mau ambil pusing.
"Iya iya, maaf ya sayang. Pertemuan mu dengan Leo malah memperburuk suasana hati mu!" ucap Danu dengan penuh sesal.
'Andai aku tadi tidak meninggalkan Layla, tidak akan mungkin Leo bisa mempengaruhi Layla!' batin Danu.
"Aku gak mau di sentuh ka Danu!" celetuk Layla kesal, ia menggeser duduk nya lebih dekat ke pintu.
"Aku ini suami mu sayang! Bukan hama yang harus di jauhi!" sindir Danu, menarikkk gas mobil nya, melajukan kembali kendaraan yang ia kemudikan.
__ADS_1
Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar. 'Apa aku harus meminta bantuan Mery atau Nina... mungkin. Membujuk Layla agar tidak lagi terpengaruh pada perkataan Leo.' batin Danu, menatap sedih Layla.
"Harus nya kamu bisa lebih percaya pada ku La, suami mu. Setidak nya kamu dengarkan apa yang aku katakan pada mu. Hubungan jika tidak di dasari dengan kepercayaan, yang ada hanya ada salah paham dan pertengkaran La." ucap Danu panjang kali lebar.
"Hemm!" Layla hanya berdehem tanpa berniat menjawab nya.
"Sayang, jika aku sedang bicara... tolong dengar kan! Aku ini suami mu La!" ucap Danu tegas.
"Iya! Aku sudah mendengar nya! Apa ada lagi yang ingin ka Danu katakan?" tanya Layla dengan malas.
"Sudah lah, percuma aku bicara dengan mu! Hati mu pasti lagi terjun bebas saking kesal nya melihat foto itu. Tau gak La!" Danu mencoba kembali menggoda Layla.
"Itu arti nya kamu lagi cemburu La. Di saat kamu melihat aku dekat dengan wanita lain, hati mu akan merasa terbakar, ada perasaan kesal, ada perasaan gak nyaman. Bukan begitu La?" tanya Danu, memastikan apa yang ia katakan, di rasakan oleh Layla.
Layla gak langsung menjawab pertanyaan Danu. 'Kalo aku bilang iya, yang ada ka Danu pasti besar kepala. Tensin lah gue, sama aja gue mengakui perasaan gue sendiri itu mah.' pikir Layla, mau mencoba mengelak dengan apa yang Danu katakan pada nya.
"Tuh kan... kamu gak berani jawab pertanyaan ku!" seru Danu dengan senyum terukir di bibir nya, melihat Layla yang hanya bungkam.
Layla memanyunkan bibir nya, memutar bola mata nya malas ke arah Danu.
"Da- dasar ka Danu ge'er! Sok tau. Siapa juga yang cemburu sama kaka, wuuuhh!" ucap Layla dengan tatapan yang gak bisa lagi memungkiri nya.
__ADS_1
"Ahahhaha Layla, istri ku lagi cemburu! Aku sudah mendapat kan hati istri kecil ku!" seru Danu, bak orang gila.
Danu berteriak dengan kaca mobil yang ia turunkan, seolah berkata pada dunia, jika Layla cemburu pada nya.
"Aku sudah mendapatkan hati istri kuuuu! Hai duniaaaa! Aku pemilik hati Layla!" teriak Danu.
"Ka Danu ihs, jangan norak gitu apa!" Layla menarikkk lengan Danu, menjauh dari jendela mobil yang ia buka.
"Apa tadi kamu bilang La? Aku norak? Norak aku hanya untuk istri aku aja!" goda Danu, mengerlingkan satu mata nya.
"Ka Danu sakit mata?" tanya Layla penasaran.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅
Hayo yang baca ampe scroll akhir. Kasih rate ⭐⭐⭐⭐⭐ dong, biar makin semangat updat nya 😭😭
__ADS_1