
...🥀🥀🥀...
"Kaka siapa?" tanya Dea dengan netra coklat nya menatap Danu penuh tanya.
"Kaka Dea juga!" jawab Layla, membuat bocah perempuan berkuncir dua itu mengagguk mengerti.
"Jadi kamu gak hamil kan, La?" tanya Tati setelah melerai pelukan nya.
"Gak bu, ka Danu juga udah janji sama Layla... gak akan sentuh Layla, sebelum Layla lulus." ucap Layla.
"Kamu harus banyak sabar ya, Danu! Biar gimana pun juga, pria sulit lo mengontrol anu nya kalo udah kepingin!" cicit Tati.
"Ibu! Fak usah mulai deh!" kilah Layla dengan pipi merona.
"Insyaallah Allah, Danu bisa kalo setan lagi gak berkeliaran tante!" celetuk Danu.
Layla langsung melotot tajam ke atah Danu, berkata dengan penuh penekanan. "Heh, gak bisa gitu! Lo udah janji sama ayah, gak bakal nyentuh gue, kalo gue belom lulus! Inget tuh! Gue catet nih di kepala gue!" Layla menunjuk pucuk kepala nya dengan jari telunjuk kanan nya.
"Gak usah segitu nya juga kali, La!" cicit Danu dengan datar.
"Jadi kapan, rencana kalian untuk menikah?" tanya Tati, sedangkan Dea kini anteng bermain di dalam kamar dengan boneka yang di beli Layla.
"Beberapa hari dari sekarang, tante." ucap Danu.
"Apa? Kenapa terburuk buru sekali? Atau benar... jika Layla tengah hamil, jadi pernikahan di lakukan dengan cepat?" tuduh Tati yang masih tidak percaya.
"Astagaaa ibu, Layla ini masih ting ting... gak ada gitu gituan, pacaran juga gak... iya kan Danu! Lo jangan diem aja deh!" sungut Layla, jengkel dengan Danu yang hanya diam, tanpa ekspresi.
"Aku harus bilang apa lagi, La? Biar saja lah tante dengan pemikiran nya sendiri, toh waktu yang akan membuktikan pada mereka yang tidak percaya pada penjelasan mu itu!" cicit Danu.
"Lo mau ke mana?" tanya Layla saat melihat Danu beranjak dari duduk nya, berjalan ke luar.
"Ada yang harus aku ambil!" cicit Danu.
Prak.
Tati menggeprak lengan Layla dengan telapak tangan nya.
"Awwwhhh apa lagi bu? Kenapa ibu pukulll Layla?" Layla mengerucutkan bibir nya.
__ADS_1
"Yang sopan sama calon suami kamu! Lalu kalian akan nikah secara sirih, La? Usia kamu kan masih di bawah umur!" cicit Tati.
"Gak tau lah bu, Layla gak mikir ke arah itu!"
Grap.
Tati meraih jemari Layla, menatap benda indah yang berkilau, tersemat di jari manis kiri Layla.
"Apa ini La? Ini asli apa maenan?" tanya Tati dengan menelan saliva nya dengan sulit.
"Asli bu, ini cincin tunangan Layla dari Danu." cicit Layla.
"Kalo di jual, kira kira laku berapa duit ini, La?" tanya Tati lagi.
"Ihs ibu mah, mana Layla tau harga nya. Orang di kasih cuma buat di pake, bukan buat di jual... surat cincin nya juga Layla gak di kasih!" ujar Layla panjang lebar.
"Ehem ehem... ini ada titipan dari papa. Tante sekeluarga bisa kenakan ini untuk acara pernikahan kami nanti. Tunggu sampai orang ku datang untuk menjemput tante." Danu menyodorkan beberapa paper bag yang ia bawa ke depan Tati.
"Ini beneran buat tante sekeluarga, Danu?" tanya Tati memastikan.
"Kenapa harus repot repot?" tanya Layla, menatap Danu penuh tanya.
"Kamu tenang aja kalo itu mah, tante bisa jaga rahasia, kamu harus janji buat Layla bahagia. Jangan biarkan putri tante ini menangis karena sedih!" ucap Tati dengan tulus.
"Yang selama ini sering membuat Layla menangis karena sedih itu ya kamu, Ti! Bahkan Layla juga sering menagis karena kamu pukuliii! Gak inget kamu? Atau kamu pura pura lupa?" seru Juli yang ternyata sudah berdiri di ambang pintu.
Layla berhambur memeluk paman nya. "Paman! Layla kangen sama paman, paman sehat sehat aja kan?" tanya Layla dengan mengadahkan wajah nya menatap sang paman.
Juli mengelusss pucuk kepala Layla dengan penuh kasih sayang. "Paman baik nak, kamu sendiri gimana? Pipi kamu sedikit berisi sekarang ya! Pasti makan kamu, sedikit lebih banyak. Bukan begitu Danu?"
"Benar paman." jawab Danu.
"Paman udah kenal sama Danu?" tanya Layla dengan heran.
Danu menghampiri ke dua nya. Berkata dengan datar. "Berterima kasih lah sama paman Juli, berkat nya pula, kau bisa memiliki ku di antara banyak nya wanita yang mengejar cinta ku, La!"
"Maksud nya gimana ini?" tanya Layla dengan heran, menoleh ke arah Juli dan Danu secara bergantian, menuntut penjelasan.
"Apa maksud kamu bicara begitu, bang?" tanya Tati.
__ADS_1
"Apa kamu pikir, aku akan diam saja, melihat mu memperlakukan keponakan ku dengan tidak adil? Kau pikir aku ini punya uang dari mana, jika bukan pemberian dari Danu, calon menantu mu dan besan mu!" Juli menatap sinis Tati.
Tati tampak tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari mulut kaka ipar nya Juli.
"Sudah lah paman, yang terpenting sekarang... Layla tidak akan lagi pernah menangis karena sedih, yang ada hanya air mata bahagia! Bukan begitu?" Danu menatap Layla penuh arti.
"I-- iya tangis bahagia, mana bisa seorang Layla nangis sedih karena lo, Danu!" cicit Layla dengan bibir yang bergerak kanan dan kiri, memutar bola mata nya malas.
"Jadi lah istri yang baik, pengingat jika suami mu melakukan kesalahan." cicit Juli dengan mengelusss punggung Layla.
"Iya paman!" seru Layla.
"Jaga ponakan paman ini, paman yakin... kamu bisa menjaga nya jauh lebih baik dari orang tua nya sendiri!" Juli menyindir Tati, dengan ekor mata yang melirik wajah cemberut Tati.
"Paman tenang aja! Aku akan menjaga nya dengan segenap jiwa dan raga ku!" ucap Danu.
Layla menatap tidak percaya Danu, yakin lo? Ini anak mulut nya manis banget sih! Kalo lo gula, abis lo di kerebutin semut!
...----...
Kini ke dua nya sudah berada di dalam mobil, menuju rumah Noval.
"Ehem, gue gak yakin sama ucapan lo itu Danu... jadi tolong jangan terlalu banyak memberikan harapan harapan palsu, ucapan manis buat gue. Gue gak butuh itu!" cicit Layla dengan hati yang mendidihhh.
Pikiran Layla sudah di buat kesal, jika Danu tidak bisa menepati apa yang sudah ia katakan tadi di depan ibu kandung nya dan paman nya.
Danu menoleh sesaat, sebelum ia fokus kembali pada setir kemudi mobil nya. "Kamu ngomong apa sih, La? Ngomong yang jelas!"
Layla menyilangkan ke dua tangan nya di depan dada. "Gak usah belaga pelon, Danu! Ucapan manis lo itu... sama aja lo kasih harapan ke gue! Ngerti kan lo maksud nya itu!"
Ciiiiiit.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
__ADS_1
...Makasih yooo ☺️☺️...