Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Akan terbiasa


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Baskoro yang awal nya bingung, akhir nya mengerti dengan Layla yang kini tampak baik baik saja.


"Kalian ini memang pantas mendapatkan piala dari papa, pandai sekali kalian main drama!" puji Baskoro.


"Hehehe papa bisa aja!" ucap Layla dengan merona.


"Oh iya La, paling ayah mu saat ini sedang menuju ke sini. Kalian istirahat lah saja dulu, atau kembali ke apartemen, biar kalian bisa lebih santai istirahat nya." saran Baskoro.


"Gak usah, pah! Aku juga udah kangen sama ayah, mama, dan Lulu. Apa mama dan Lulu ikut ke sini juga pah?" tanya Layla.


"Kalo itu papa kurang tau, sayang!" ucap Baskoro.


Layla memilih menyuapkan nenek Dahlia buah dengan potongan kecil. Dengan Danu yang memilih merenggangkan ke dua kaki nya dengan merebahkan tubuh nya di atas sofa panjang. Baskoro sendiri tetap nyaman di kursi yang ada di sisi kanan ranjang rawat ibu mertua nya.


"Ngomong ngomong, apa rencana kalian pada rumah nenek yang ada di Bali?" tanya Baskoro.


"Gimana kalo kita sewakan saja pah, lumayankan jadi ada tambahan pemasukan." ide Danu.


"Aku kurang setuju, maaf!" cicit Layla dengan mengangkat sedikit kepala nya, menatap Baskoro dan Danu dengan ragu untuk mengatakan ide nya ini.


Danu langsung beranjak dari posisi nya yang rebahan, lalu menyandarkan punggung nya pada sandaran sofa.


"Kau punya ide apa, sayang?" tanya Danu tanpa malu memanggil Layla dengan sebutan sayang.


"Ehem ehem, sayang, jadi panggilan nya berubah nih? Alhamdulillah akhir nya ada kemajuan juga pada diri mu, nak!" ledek Baskoro pada putra nya, tangan kanan nya terulur mengelusss dada nya sendiri.


Membuat Layla yang mendengar nya semakin merona malu, lalu menunduk kan kepala nya, mengalihkan pandangan nya pada buah dan wajah nenek Dahlia, yang kini ikut tersenyum meski sedang mengunyah buah yang ada di dalam mulut nya.


Nenek Dahlia terus memperhatikan wajah Layla yang semakin lama ia lihat, semakin bersinar, entah ada apa dengan pandangan nya kini.


Ada apa dengan anak ini, anak ini terlihat begitu istimewa di mata menantu ku, hingga Baskoro tanpa ragu melanjutkan perjodohan Layla dan Danu atas keinginan mendiang Devina.


"Pah, udah deh... gak usah ngeledekin gitu. Iri banget kaya nya sama kedekatan aku dengan Layla." ejek Danu, dengan isyarat gerakan mata nya yang meminta sang papa untuk melihat wajah Layla.


Baskoro mengikuti isyarat yang di berikan Danu pada nya, ia pun langsung menyadari kesalahan nya, dan mengatakan maksud nya pada Layla.


"Maaf ya sayang, papa gak maksud meledek kamu, papa cuma seneng. Akhir nya Danu bisa bersikap baik juga dengan kamu, bisa menerima kehadiran kamu dalam hidup nya." ucap Baskoro panjang kali lebar.

__ADS_1


"Gak apa pah, aku juga belajar buat terima perjodohan ini." jawab Layla, aku masih belum bisa sih, sedikit hati ku belum bisa menerima nya, mungkin karena aku belum mengenal nya.


"Lalu apa ide mu untuk rumah ibu mertua ku yang ada di Bali itu, La?" tanya Baskoro lagi, mengingat Layla yang belum menyuarakan pendapat nya.


"Gimana kalo di jadiin rumah singgah? Untuk anak anak yang tidak punya tempat tinggal, untuk anak anak jalanan yang memang kurang beruntung dalam hidup nya. Setidak nya rumah itu akan menjadi tempat yang nyaman, untuk mereka yang tidak punya tempat untuk pulang kan, pah!" ujar Layla panjang lebar, menyuarakan isi di kepala nya.


"Kenapa kamu kepikiran dengan ide mu itu, La? Pasti ada alasan kuat di balik saran mu itu kan?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.


Danu mengerutkan kening nya, menunggu jawaban apa di balik ide Layla, aku yakin, jika ini ada hubungan nya dengan diri nya. Meski punya rumah, orang tua yang lengkap, namun jika di bandingkan dengan nyaman, Layla tidak mendapat kan rasa nyaman dan kurang nya kasih sayang dalam keluarga nya sendiri.


"Emmm ya gak tau, tiba tiba aja kepikiran gitu." jawab Layla asal.


Ceklek ceklek.


Suara handle pintu yang berusaha di buka dari luar oleh seseorang.


Tok tok tok.


Tidak lama, pintu di ketuk.


"Permisi, Baskoro!" seru Noval.


"Terpaksa pah, biar Aleta tidak kembali untuk menggangu ketenangan semua orang!" Danu beranjak dari duduk nya, melangkah ke arah pintu.


Pintu di buka, nampak Noval dengan di ikuti Sifanye dan Lulu di belakang nya dengan membawa buah tangan.


"Pah! Bagaimana kabar papa?" tanya Danu, setelah mencium punggung tangan ke dua mertua nya.


"Kabar papa baik, bagaimana kabar mu?" tanya balik Noval.


"Alhamdulillah baik juga pah! Ayo pah, mah, masuk!" Danu membiarkan ke tiga tamu nya untuk masuk ke dalam ruang rawat.


Layla menghampiri Noval, memberikan pelukan hangat dengan penuh kerinduan, Layla curahkan terhadap pria yang ia tahu adalah ayah kandung nya.


Noval melerai pelukan nya, mengamati wajah putri nya yang kini sudah menjadi istri dari seorang pria.


"Putri ayah baik baik aja kan! Danu menjaga mu dengan sangat baik, kamu pasti banyak makan ya selama liburan?" cecar Noval, mencubit gemas pipi Layla yang tampak chabi.


"Iya yah, ayah juga selalu jaga kesehatan kan? Gak tidur terlalu larut? Ayah menjaga pola makan ayah dengan baik kan?" cicit Layla dengan menyunggingkan senyum di sudut bibir nya.

__ADS_1


"Udah sayang sayangan nya, inget di sini bukan hanya ada kalian berdua! Jangan lupakan mama dan adik mu ini!" cibir Sifanye, menatap jengkel Layla dan Noval.


"Tau nih ayah sama Layla, merusak suasana aja!" sungut Lulu dengan jengkel.


"Ehem ehem. Kalian berdua datang ke sini ingin menjenguk nenek ku, atau mau mengejek?" sindir Danu dengan ekor mata yang melirik malas Lulu dan Sifanye.


"Menyebalkan, lo beliin gue oleh oleh apa buat gue, La?" tanya Lulu, dengan langsung memilih duduk di sofa tanpa menyapa Baskoro dan nenek Dahlia.


Sifanye tersenyum kikuk di depan Baskoro dan wanita tua yang berbaring di ranjang rawat. Tangan Sifanye terulur, meletakkan parsel buah dan paper bag yang ia bawa di atas nakas dekat ranjang rawat.


Dasar Lulu, kau membuat mama mu malu, harus nya sebelum berangkat ke sini, mama memperingati mu jika bicara dengan Layla!


"Lulu! Ngomong apa sih kamu, nak? Perasaan tadi di rumah kamu bilang kangen deh sama kaka kamu, kok sekarang jadi beda gini?" Sifanye berusaha ngeles, memperbaiki kesan buruk yang di ciptakan Lulu sendiri untuk nya.


"Apa sih mah! Lulu gak bilang gitu! Ogah amat Lulu kangen sama Layla." ucap Lulu dengan terus terang.


"Sayang!" tegur Sifanye pada Lulu dengan penuh penekanan.


"Gak perlu malu gitu mah, Danu juga akan terbiasa ko dengan panggilan yang di sematkan Lulu untuk istri ku, Layla!" Danu merangkul bahu Layla.


"Gak usah gini juga, gak enak di liet nya, risih!" Layla menggerakkan lengan nya, mencoba menyingkirkan tangan Danu dari bahu nya.


"Lebay!" nyinyir Lulu.


Sifanye mengepalkan tangan nya, kurang ajarrr ini mantu, aku pasti akan buat perhitungan sama kamu, lihat saja, apa yang bisa aku lakukan terhadap mu, Danu! Aku biarkan kalian bahagia, tapi setelah itu hanya akan ada pertengkaran dalam rumah tangga kalian, dan rumah tangga kalian hanya akan seumur jagung!


"Sudah sudah, tidak perlu kalian dengar kan itu perkataan Danu, putra ku memang seperti itu kalo bicara, pedas!" Baskoro mencoba mencairkan suasana yang tampak tidak menyenangkan, dengan tatapan kesal dari Sifanye terhadap Danu.


Baskoro menyunggingkan senyum, namun dalam hati nya, aku harus memperingati Danu, jangan sampai hal buruk terjadi pada rumah tangga kalian yang baru seumur jagung ini, nak!


"Ten- tentu aku ingat untuk membeli oleh oleh, bahkan aku membeli banyak oleh oleh untuk mama, ayah, Lulu, papa Bas, dan beberapa teman dekat ku. pasti nya." terang Layla yang sudah pasti berbohong.


"Terus mana, oleh oleh buat gue?" pinta Lulu.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅

__ADS_1


__ADS_2