
...🥀🥀🥀...
Tangan Danu menyingkap jas milik nya, jas yang ia gunakan untuk menutupi tubuh Layla karena mengenakan pakaian minim bahan, namun ke dua tangan Layla mengenakan manset berwarna kulit.
"Aku lihat sebentar ya!" pinta Danu, yang melihat Layla meringis kesakitan.
"Ah awwwh sakit!" rintih Layla, saat manset tangan yang di kenakan nya di lepas oleh Danu.
"Ini aku pelan pelan!" ucap Danu, dengan perlahan hingga manset tangan terlepas dari tangan Layla.
Mata Danu membola, melihat sisa luka yang tertinggal di lengan Layla, bahkan manset tangan itu sempat menempal pada luka memar Layla yang masih kemerahan. Perasaan kesal sudah pasti ada, namun ia harus berusaha menekan perasaan nya, melihat Layla yang terus menangis tanpa mau berkata.
"Maaf kan aku, La. Aku gagal menjaga mu!" Danu memeluk Layla kembali, setelah menutupi tubuh Layla kembali dengan jas milik nya.
"His hiks hiks." air mata Layla kembali luluh lanta, mengingat apa yang terjadi pada nya sebelum acara pelelangan.
Flashback Layla.
Sebelum acara pelelangan.
Ceklek.
Layla yang mendengar suara pintu di buka dari luar, langsung menoleh ke arah pintu.
'Sebelum lo di lelang tua Basuki, gue bakal kasih lo pelajaran Layla. Maka nya jadi orang jangan sok kecantikan! Udah item ya item aja, gak usah sok manis tebar pesona di depan Juni dan Deri!' umpat batin Ratna, seringai licik terbit di sudut bibir nya.
Ke dua mata Layla membola, melihat siapa yang membuka pintu, bahkan menunjukkan tatapan sinis nya terhadap Layla, ketika wanita itu berjalan memasuki kamar itu semakin dalam.
'Ratna, kenapa bisa ada dia di sini? Apa yang Ratna lakukan? Gak mungkin kan!" Layla mengerutkan kening nya, mencoba berfikir keras, akan keberadaan Ratna.
Layla menatap bergantian 2 pria menyeramkan, dengan Ratna. Layla menggelengkan kepala nya dengan tatapan kecewa dan gak percaya.
'Gak mungkin Ratna ngelakuin ini semua ke gue! Kenapa Ratna sejahat itu sama gue? Belum cukup apa buat nama gue hampir ancur di depan teman teman.'
Sreek.
"Emmmm!" pekik Layla dengan suara yang tertahan, dengan mulut yang masih di lakban.
Ke dua mata Layla terpejam merasakan sakit yang luar biasa, saat tangan Ratna menjambakkk sekuat tenang rambut nya dan menarik nya. Hingga tubuh nya sampai terangkat dari posisi berbaring nya.
"Heh lo mau apain dia? Tuh anak bisa luka!" bentak pria berambut gondrong, menghampiri Ratna.
"Diem lo, gak usah bacottt! Sekarang dia jadi mainan gue, gue bakal poles dia lebih cantik lagi, biar banyak pria hidung belanggg yang mau menawar tinggi buat dapetin dia ahahahha!" ucap Ratna dengan menatap penuh kemenangan, melihat Layla yang kini gak berdaya di tangan nya.
"Serah lo deh! Tapi awas, ini anak jangan sampe mati!" ucap pria berambut gondrong lagi.
"Iya bawel! Mending lo liet aja deh, gue bakal kasih lo tontonan gratis!" ucap Ratna, memberikan kode lewat mata nya.
'Jangan apa apain gue, Ratna! Gue minta maaf atas kesalahan gue sama lo, tolong lepasin gue!' ucap Layla meski dalam hati.
Layla menggelengkan kepala nya, menatap Ratna dengan tatapan memohon, memohon belas kasih nya, dengan bulir bening yang terus membanjiri pipi nya.
__ADS_1
"Hai Layla! Apa tadi gue bilang! Sekarang gue bakal tunjukin ke lo, siapa gue sebener nya!" ucap Ratna dengan selembut mungkin di telinga Layla, namun tatapan nya mengejek Layla yang gak bisa apa apa.
Ratna melepaskan lakban dari mulut Layla dengan kasar.
Sreeek.
"Awwwwhhhh uuuhhhhh!" pekik Layla, merasakan sakit.
"Ups sorry, sakit ya? Emang itu yang gue mau!" ucap Ratna di depan wajah Layla.
"Lepasin gue Ratna! Selama ini gue salah apa sama lo!" Layla mencoba melepaskan ikatan tangan nya, meski hanya rasa sakit yang ia dapat.
"Terserah lo mau ngomong apa, tapi setelah ini gue bakal seneng banget, ngeliet lo bakal menderita! Ahahahha! Di buqng deh sama pak Danu, upsss laki lo!" ucap Ratna dengan tergelak, mengeluarkan sebuah cambuk dari dalam paper bag yang ia bawa.
"Na, lo jangan gila Ratna! Lo mau apa! Ratna!" seru Layla dengan ketakutan mencoba bergeser mundur dari duduk nya, melihat Ratna berseringai ke arah nya, apa lagi ada cambuk besar di tangan kanan Ratna.
"Jangan belaga polos! Masa lo gak tau ini apa! Gue bakal lukis tubuh mulus lo ini!" Ratna berseringi.
Bugh bugh bugh bugh.
Ratna berkali kali mencambuk tubuh Layla, meski Layla sudah meringkuk dengan tangan dan kaki yang terikat, nyata nya tidak membuat Ratna puas hanya dengan mencambuk Layla.
"Akkkhhh aaakkkhhh sakit hiks!" teriak Layla, saat perih dan panas ia rasakan pada tubuh nya yang terkena cambukan.
Bugh bugh.
Grap.
"Lo ke luar, biar kita yang beresin sisa nya! Gue bakal buat ini anak ngerasain surga dunia, bukan cuma sakit doang yg bisa lo kasih ke dia." ucap nya dengan tatapan lapar.
Pria berkepala plontos menatap tubuh Layla, yang kini dengan seragam sekolah yang tidak lagi berbentuk di tubuh nya akibat cambukan dari Ratna.
"Gue mau di sini, gue bakal ngabadiin momen di mana Layla di puasin sama kalian berdua!" Ratna mengeluarkan hape nya dari dalam saku seragam yang ia kenakan.
"Jangan, aku mohon, jangan sentuh aku! Ratna, tolongin gue! Ratna! Hiks hiks akkkkhhhh!"
Layla terus memohon saat ke dua pria itu mencoba mendekati nya. Bahkan satu di antara mereka menarik kaki Layla yang masih terikat hingga dekat dengan diri nya.
Dalam keadaan tangan dan kaki terikat, ke dua pria itu bak binatang buas, menarik pakaian Layla dan menyisakan kain segi tiga, dan kain yang menutupi bagian inti Layla yang kini menyembul.
"Tolong jangan! A- aku sudah bersuami! jangan sakiti aku! Tolong!" ujar Layla mencoba bertahan dengan meringkuk, mencoba menutupi tubuh depan nya dengan tekukan lutut nya.
"Gak mau! Jangan!" Layla mencoba mempertahankan posisi nya, saat tangan besar menarik bahu nya menjarak dengan tekukan lutut nya.
Layla merintihhh kesakitannn, saat melon kembar nya di remasss dengan kencang pria berambut gondrong.
Tidak sampai di situ, Layla kembali berteriak dengan di ikuti suara tawa yang ke luar dari bibir Ratna.
"Akkkkkkk sakit! Jangan!" teriak Layla saat merasakan 2 jemari menghujam goa nya dengan paksaaa.
"Ahahhaha dasar bego, kenapa gak pake senjata lo aja! Nanggung banget lo! Dasar botak!" maki Ratna, melihat rekan nya hanya menggunakan jari nya.
__ADS_1
"Iya juga ya!" pria botak mencabutttt jemari nya dari goa rapat Layla.
"Biar gue aja!" ucap pria berambut gondrong yang puas meremasss melon kembar Layla.
Brak.
Ratna, dan dua pria berbadan besar, langsung menoleh dengan berjingkat, saat pintu di buka dengan kasar dari luar.
"Apa yang kalian lakukan? Cepat bereskan bocah itu! Kau Ratna! Di tunggu bos Basuki!" titah seorang pria gak kalah seram nya.
"Iya bawel lo... ganggu kesenangan orang aja lo!" omel Ratna, menyimpan kembali hape nya.
Dengan gak berperasaan, Ratna membantu Layla mengenakan kostum minim bahan, dan menutupi sisa penyiksaan yang di torehkan nya pada tubuh Layla dengan manset tangan, dan stoking berwarna kulit.
"Kalian benar benar manusia berhati iblis. Kalian gak punya perasaan! Apa lagi yang akan kalian lakukan pada ku? Jawab aku Ratna!" ucap Layla dengan suara meninggi, dengan air mata kecewa nya, sakit dan perih.
Bukan hanya fisik dan batin nya yang terluka, tapi hati nya pun terluka.
'Apa aku masih bisa bertemu dengan mu... Danu, ayah, ibu. Apa aku masih punya keberanian, untuk menghadapi hari esok dengan apa yang sudah mereka lakukan pada ku? Aku kotor!' pikir Layla dengan putus asa.
Flashback end.
Mobil berhenti tepat di parkiran rumah sakit.
Supir membukakan pintu mobil, membiarkan Danu ke luar dan Layla yang berada dalam gendongan nya.
"Kita sampai La, kamu bakal di periksa sama dokter, kamu pasti akan baik baik aja La!" ujar Danu memasuki rumah sakit.
Grap.
Jemari Layla mencengrammm kemeja Danu, seakan gak ingin di tinggal pria itu.
"Biar kami periksa dulu ya, dek!" ucap dokter.
Danu dapat melihat tatapan kosong Layla, saat jemari Layla di lepaskan seorang perawat dari cengramannn nya.
Danu berjalan mondar mandir di depan ruang tindakan, hati nya gak tenang. Apa lagi melihat kondisi Layla, entah apa yang sudah di alami Layla saat di sekap, hingga membuat nya seakan hancur. Seolah Layla yang saat ini ada di dalam ruang tindakan, bukan Layla yang ia kenal.
"Gimana keadaan Layla, pak?" tanya Deri gak sabar.
Kini Deri, Juni, Arsandi dan beberapa orang Danu sudah berada di rumah sakit. Setelah berhasil meringkus Ratna dan anak buah Basuki. Namun sayang nya Basuki berhasil lolos.
...💖💖💖...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...
__ADS_1