
...🥀🥀🥀🥀...
'Huruf huruf nya kenapa pada jalan gini ya? Mereka bisa bergerak?' batin Layla dengan pandangan semakin kabur di sertai pusing.
Bruk.
"Astagaaa Layla!" seru guru pengawas dengan wajah panik, melihat Layla yang tidak sadarkan diri, dengan wajah di atas meja.
"Danu!" seru guru pengawas, memanggil nama rekan seprofesi nya.
Adi yang mendengar nya langsung membuka pintu.
"Astagaaa Nona! Ada apa dengan Nona, pak guru?" tanya pak Adi yang ikut panik, dengan tangan memegang daun pintu dan berdiri di ambang pintu.
"Pinsan pak, di mana Danu? Atau panggil kan suster yang merawat Layla!" titah pak Gunawan, guru yang hari ini kebagian untuk menjadi guru pengawas ulangan untuk Layla.
"Biar saya panggilkan dulu mereka!" seru pak Adi dengan panik.
'Astagaaa bagaimana ini, Nona kembali drop!" batin pak Adi.
Sementara dokter dan perawat yang di tugaskan Danu, tidak berada di luar ruang kesehatan.
"Jadi gimana? Apa kelanjutan dari kasus Aleta?" tanya Danu dengan serius.
__ADS_1
Danu, pengacara Weny, Arsandi, Bayu dan papa Baskoro. Kini tengah membahas kasus Aleta cs di ruang kerja nya.
"Setelah saya selidiki, Nona Aleta ini banyak kesandung kasus di beberapa negara, bah kan salah satu nya kasus kriminal. Nona Aleta ini juga terlibat dalam sindikat obat terlarang." jelas pengacara Weny, memperlihatkan bukti bukti yang ia miliki kepada Danu dan yang lain nya.
"Kalo begitu, ini bisa kita jadikan tambahan untuk memperberat hukuman yang akan di jatuhkan pada Aleta?" tanya papa Baskoro dengan tatapan menyelidik.
"Sudah pasti bisa, saya juga sudah menghubungi rekan saya yang pernah melawan Aleta, meminta nya untuk memberikan saya beberapa bukti tambahan, jika mungkin saja di butuhkan saat di pengadilan nanti!" ucap pengacara Weny lagi.
"Bagaimana dengan Kevin dan Irfan?" tanya Bayu, menatap serius pengacara Weny.
"Untuk Irfan, hukuman nya bisa di perberat... tapi untuk Kevin, jika dia bisa menjawab pertanyaan dengan koperatif, kemungkinan besar akan mendapatkan keringanan dalam hukuman yang akan di jatuhkan pada nya nanti!" jelas pengacara Weny lagi dengan tatapan mata yang tajam.
Ceklek.
Semua mata tertuju, pada pintu yang baru saja di buka dari luar.
Danu mengerutkan kening nya, "Gawat apa?"
"Nona Muda gak sadarkan diri!" jelas pak Adi, membuat Danu dan papa Baskoro langsung beranjak dari duduk nya.
"Jangan bercanda kamu, Adi!" seru papa Baskoro, gak mau kalah berjalan mendahului Danu.
"Pah! Layla itu istri ku! Kenapa jadi papa yang terkesan lebih menghawatirkan nya... ketimbang aku yang suami nya?" tanya Danu, dengan menggaruk kepala nya yang gak gatal.
__ADS_1
"Bukan saat nya untuk berdebat!" omel papa Baskoro, tanpa menoleh wajah Danu.
Ke dua nya menghilang, sama sama menuju kamar perawatan di ikuti pak Adi. Melupakan 3 orang lain nya yang berada di ruang kerja Danu.
Pengacara Weny, Bayu dan Arsandi menggelengkan kepala nya, melihat dua orang pria dewasa beda generasi tengah berdebat.
"Apa itu bos mu?" tanya Bayu dengan menyikut lengan Arsandi.
"Bos mu ya bos ku juga! Dasar bodohhh!" umpat Arsandi.
"Iya juga ya!" Bayu membenarkan perkataan Arsandi.
"Kau mau ke mana pengacara Weny?" tanya Bayu, saat melihat pengacara Weny beranjak dari duduk nya.
"Melihat seorang gadis malang yang mencuriii perhatian Danu!" ucap asal pengacara Weny.
"Gadis malang?" Bayu menatap Arsandi penuh tanya.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...