
...🥀🥀🥀...
"Itu rumah siapa lagi?" Layla mengalungkan ke dua tangan nya di leher Danu. Menatap sebuah rumah yang berdiri kokoh di antara hijau nya sawah.
"Tentu saja rumah nenek, memang rumah siapa lagi." Danu menurunkan Layla dari genggaman nya.
"Maaf ya, aku tidak mengatakan nya dari awal pada mu, membuat mu berfikir jelek tentang ku! Aku tidak akan meninggalkan mu, La! Kita sama sama jalani hubungan ini dengan sama sama terbuka." ucap Danu.
Ting nong, ting nong.
Danu menekan bel yang ada di dinding dekat pintu. Sementara Layla menatap sekitar yang tampak sejuk udara nya, tempat yang begitu asri dan sepi dari khalayak ramai.
Ceklek.
Seorang wanita muda, dengan mengenakan seragam perawat muncul di balik pintu.
"Bagaimana keadaan nenek, suster Lia?" tanya Danu pada wanita yang di panggil suster.
"Baik Tuan." jawab suster dengan tatapan berbinar menatap Danu.
"La, ayo kesini dulu! Kenalin sus, istri saya!" Danu mengenalkan Layla pada wanita muda yang masih berdiri di depan pintu.
"Istri Tuan Muda?" wajah terkejut langsung nampak di wajah suster Lia.
__ADS_1
Layla menangkap keterkejutan yang di perlihatkan suster Lia, kenapa dengan suster Lia? Apa dia juga berfikir sama kaya ibu dan bapak, aku menikah karena hamil duluan?
"Layla!" Layla mengulurkan tangan kanan nya di depan suster Lia.
"Suster Lia." Lia membalas uluran tangan Layla, menyunggingkan senyum terpaksa di depan Layla.
Apa lebih nya gadis ini? Usia nya tampak nya masih sangat muda? Lihat itu, si kembar nya saja masih lebih besar milih ku, tubuh nya kurus kerempeng gak kalah kaya papan penggilesan, warna kulit nya begitu keling, seperti sering terkena sengatan matahari, beda dengan kulit ku yang mulus dan bersih. Apa mungkin... gadis ini menjebak Tuan Muda Danu, dan membuat Tuan Muda dengan terpaksa harus menikah gadus ini, sungguh lucik.
"Di mana nenek Dahlia, sus?" tanya Danu, melihat Dahlia yang terus menelisik Layla.
"Ada di belakang Tuan Muda, mari masuk Tuan, Nona... Nyonya besar pasti sangat senang melihat kalian berdua." cicit suster Lia, menggiring ke dua nya menuju sebuah taman yang ada di belakang rumah.
Layla menarikkk narikkk kaos yang di kenakan Danu. "Apa sopan ya, nemuin nenek kaya gini? Kita kan bauuu keringet." cicit Layla, mengangkat sedikit tangan kanan nya, menghirup aroma tidak sedappp dari tubuh nya.
Suster Lia, merasakan perih yang tidak berdarah, saat tatapan nya melihat bayangan ke dua nya di kaca. Danu tampak begitu posesif merangkul bahu Layla.
Coba saja itu aku, batapa bahagia nya hati ku ini. Apa bisa hubungan ke dua nya kandas, dan aku yang menggantikan posisi Nona? Aku harus bisa merebut Tuan Muda Danu dari tangan gadis ini, aku harus membuat Tuan Muda bermalam di sini, aku harus gunakan kesempatan yang tidak akan mungkin datang 2 kali. monolog batin suster Lia.
"Nenek!" seru Danu, saat suster lia memutar kursi roda dan membuat orang yang ada di atas kursi roda dapat melihat ke datangan Danu.
Danu melangkah menghampiri wanita tua yang duduk di kursi roda, tangan nya terulur meraih dan mencium punggung tangan kana wanita yang di panggil nya nenek.
"Danu datang, nek! Nenek lihat itu siapa?" Danu memberikan kode pada Layla untuk melangkah mendekat.
"Tinggalkan kami, sus!" titah Danu. Yang arti nya mereka butuh waktu privasi.
__ADS_1
"Aku Layla, nek!" ucap Layla, meraih tangan kanan nenek dan mencium punggung tangan kanan nya.
Deg.
Dahlia merasakan getaran aneh dalam hati nya, saat sepasang mata nya menatap sepasang mata yang teduh milik Layla.
Dahlia hanya menyunggingkan senyum, berusaha mengajak bicara, namun bibir nya kelu dan hanya bisa bergerak tanpa mengeluarkan suara.
Siapa anak ini? Kenapa rasa nya tidak asing? monolog batin Dahlia.
Layla mengerutkan kening nya, kenapa sama nenek? Apa aku pernah melihat nenek sebelum nya? Perasaan aku baru kali ini ke Bali, baru pertama kali juga melihat nya. Tapi tatapan nenek nya Danu kok kaya gak asing liat gue!
Danu menyadari tatapan ke dua nya. Namun waktu juga yang menyadarkan nya untuk tidak mengatakan pada Dahlia.
"Layla ini istri Danu, nek! Cantik kan? Usia nya juga masih muda, wajah nya sama cantik nya dengan wajah mama saat masih muda dulu." terang Danu, mendorong kursi roda itu ke arah kolam renang yang ada di taman belakang.
Deg.
"Danu? Kenapa nenek hanya diam?"
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1