Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Aku gak murahannn kan?


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Aduh La, ini beneran sakit, masa kamu gak percaya sama aku La!" Danu pura pura meringisss, menunjukkan keseriusan nya.


"Terus aku harus gimana dong ka? Minum ya? Atau coba tarik nafas perlahan, buang perlahan juga. Coba ka, coba!" usul Layla dengan bersemangat, membantu Danu beranjak dari tidurnya.


"Aduuh sayang, gak perlu seperti ini, bukan ini yang aku butuhkan." keluh Danu, namun menuruti Layla, memudahkan sang istri yang tengah menopang bahunya dengan jemari mungil Layla.


"Iya di coba dulu ka, kalo ini masalah pernafasan, jangan sampai gagal nafas ka, eh itu maksud nya gagal jantung. Jangan sampai ka Danu gagal jantung! Ayo pelan pelan!" bujuk Layla.


Layla berdiri di belakang punggung Danu dengan ke dua lutut nya, dengan ke dua tangan menopang bahu Danu.


"Coba ka, pelan pelan tarik nafas, buang nafas, yuk bisa yuk!" bujuk Layla, menyemangati Danu dengan wajah menoleh tepat di samping pipi Danu.


Layla dan Danu sama sama saling tatap, saling menyelami ke dua mata pasangan nya.


'Aku mencintai mu La, gak ada yang berharga selain melihat mu ada di depan ku! Apa pun, sanggup aku berikan hanya untuk melihat mu bahagia, tawa mu, senyum mu!' batin Danu, menelan saliva nya saat tatapan nya menjurus pada bibir merah muda Layla yang tampak menggoda.


Beda hal nya dengan Layla, 'Kenapa dengan gue, rasa nya nyaman banget mandang ka Danu, ada yang pengen meledak, tapi apa ya? Dekat sama ka Danu, buat jantung gue gak karuan, mau nafas aja kaya nya sulit, apa iya jangan jangan sakit pernafasan ka Danu nular ke gue? Tapi kalo inget ka Danu bakal ninggalin gue seminggu di luar kota... hati gue takut, tapi gue juga gak mau ikut. Kasian juga kan kuliah gue, udah di bayarin mahal mahal malah bolos mulu!' batin Layla, penuh pertimbangan.


Grap.


Sreeek.


"Akkhhhh ka! Apa yang ka Danu lakukan?" pekik Layla dengan mata membola, terkejut sudah pasti.


Danu menggenggammm tangan Layla, dengan sekali tarikannn, membuat Layla kini berada di atas pangkuan nya.


"Apa yang aku lakukan? Tentu aja meminta hak ku hehehe!" kekeh Danu dengan tatapan penuh damba, membiarkan Layla berada di atas pangkuan nya, membuat sesuatu di bawah sana menjadi meneganggg


"Ihsss gak lucu!" Layla mengerucutkan bibir nya, menatap tajam Danu, "Sakit tadi pura pura kan?" tebak Layla.

__ADS_1


"Kelihatan nya? Apa aku pura pura?" goda Danu semakin mendekatkan wajah nya di ceruk leher Layla.


"Kaaa, nanti bisa terlambat! Gimana kalo nanti kamu tertinggal pesawat? Terus rencana kerja yang udah di atur jauh jauh hari jadi kacau berantakan." terang Layla, menahannn dada bidang Danu dengan ke dua tangan nya.


Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar, ia memilih beranjak dari duduk nya dengan membawa serta Layla yang langsung ia gendong.


"Ekhhhhh ka, kita mau ke mana? Turunkan aku!" pinta Layla, dengan ke dua tangan mengalung di leher Danu.


"Mau ke mana lagi, ya mandi lah." ujar Danu dengan santai melangkah ke kamar mandi.


"A- apa? Kamar mandi? Kaka aja duluan yang mandi, a- aku bisa menyusul. A- aku kan mandi nya kilat, a- atau kita mandi terpisah." ucap Layla dengan gugup, saat ke dua nya sudah memasuki kamar mandi.


Danu hanya terkekeh melihat respon Layla. "Biasa aja, gak usah gugup gitu! Aku tau pikiran mu La, kita hanya mandi. Tapi kalo kamu mau melakukan kewajiban mu, aku gak akan menolak La hehe!" Danu menurunkan Layla di dekat bath tab, dengan tatapan menggoda.


Danu langsung menanggalkan pakaian nya satu persatu yang melekattt pada tubuh nya, dengan ke dua mata yang terus memperhatikan Layla yang malah memejamkan mata dengan bergeming dari sejak ia menurunkan Layla dari gendongan nya.


"Sayang, ayo tanggalkan pakaian mu lalu mandi! Kata nya gak mau sampai rencana yang di buat jauh jauh hari jadi berantakan." sindir Danu yang masih belum mengerti, apa yang di lakukan sang istri dengan berdiam diri.


Sementara Layla memejamkan ke dua mata nya, memikirkan apa yang di katakan Danu. 'Benar juga, ingat kewajiban La. Jalanin kewajiban lu sebagai istri. Ka Danu udah cukup menahannn diri saat SMA dulu. Sekarang kan lu udah jadi mahasiswi, cus lah jangan sampai menunggu ka Danu ngelirik perempuan lain, yang ada pasti cuma penyesalan yang gak ada akhir.' batin Layla.


Dengan mantap di landasi keyakinan, Layla menanggalkan pakaian nya, lalu dengan malu Layla melangkah menghampiri Danu.


'Kalo kaya gini, gue gak murahannn kan? Bukan pula istri nakal kan, sebutan yang pantas buat istri yang nyerahkan diri nya buat di jamahhh sama suami nya sendiri?' tanya Layla dalam batin nya.


Dengan menelan saliva nya, Layla berseru memanggil nama sang suami.


"Danu!"


Danu tengah membalurrr tubuh nya dengan sabun cair, gak memperhatikan Layla yang sudah berdiri di belakang nya, karena posisi nya kini Danu membelakangi Layla.


Danu menoleh, menelan saliva nya dengan sulit, saat dua gundukan kembar Layla terpampang nyata di hadapan nya.

__ADS_1


'Siallll, ini nama nya bukan lagi menggoda. Apa Layla sedang berinisiatif, memulai duluan? Atau hanya sekedar menguji kesabaran ku?' sekerasss mungkin Danu menahannn diri, sementara adik kecil nya semakin meneganggg, dengan kepala bawah dan atas nya yang semakin berdenyut.


"Aku!" Layla menyentuhhh lengan Danu dengan tangan nya.


"Iya? Kamu mau ikut mandi di bawah shower juga?" tanya Danu, salah mengartikan seruan Layla.


Wuussss.


Layla menarikkk diri untuk mandi di bawah guyuran shower.


"Aku gak murahannn kan?" tanya Layla di telinga Danu dengan berjinjit.


Jemari kanan Layla bergerak liar menyentuhhh wajah Danu, sementara tangan kiri nya merabaaa punggung Danu.


Danu tersenyum senang, membalas sentuhannn Layla, Danu merekattt kan, ke dua tangan nya di pinggang Layla, membuat tubuh ke dua nya semakin merapat tanpa jarak.


"Justru aku suka kau yang seperti ini, kau berinisiatif sendiri untuk melayani ku! Boleh kan aku membuang bibit unggul ku ke dalam sini!" bisik Danu, dengan terong nya yang ia arahkan ke mulut surga lokaaa nya Layla.


"Lakukan lah sesuka mu ka! Aku akan menemani mu bermain!" bisik Layla, dengan suara yang gak bisa lagi menahannn getaran yang semakin membuncahhh.


"Jangan menyesali nya sayang! Kau yang menyerahkan diri mu pada ku!" terang Danu, yang sengaja memancing Layla.


"Jangan banyak bicara lagi! Cepat lah ka mulai, aku udah gak tahannn pengen itu! Udah basahhh ini!" ucap Layla setengah membujuk, setengah memaksaaa dengan suara merengek.


Dengan gemericik air yang membasahiii tubuh ke dua nya, seolah menjadi saksi ke dua nya memadu cinta dengan suara nakal, erangannn, desahannn, yang saling sahut bersahutan.


Tok tok tok.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2