Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Aku mempercayai mu


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kau mau ke mana, pak?" tanya Arsandi, menatap penuh selidik pada orang kepercayaan Danu di rumah nya.


"Ruang CCTV Tuan, saya permisi!" ucap pak Adi, langsung melenggang pergi menuju ruang CCTV.


"Apa kau pikir akan ada daftar baru, calon penghuni sel... setelah Aleta, Irfan dan Wisnu?" tanya Arsandi, menatap pengacara Weny dan Bayu bergantian.


"Kita lihat saja, apa yang akan terjadi ke depan nya!" ucap pengacara Weny, gak mau ambil kesimpulan.


Bayu mengangguk kan kepala nya, setuju dengan pengacara Weny.


"Ngomong ngomong, bagaimana dengan nasib orang yang menculik Layla tempo hari?" tanya Bayu, penuh penasaran menatap Arsandi.


"Kau tau dari mana?" tanya Arsandi penuh selidik.


"Aku ini tau dari orang yang terpercaya, meski aku tidak di sana, dan tidak terlibat dalam pencarian Layla." ucap Bayu dengan sombong nya.


Arsandi memutar bola kata nya dengan malas. "Kalo begitu, kau tanya kan saja pada orang yang terpercaya itu! Buat apa masih bertanya pada ku! Tidak ada guna nya!" umpat Arsandi kesal.


"Kau ini, aku bertanya pada mu... itu arti nya aku mempercayai mu! Ayo lah, katakan pada ku!" tuntut Bayu dengan memainkan satu alis nya naik turun.

__ADS_1


"Bisa tidak sih kalian berdua diam!" umpat pengacara Weny, menatap jengkel ke dua pria yang ada di hadapan nya.


"Jangan bilang kau sudah tau, pengacara Weny?" tanya Bayu penuh selidik.


Tak.


Arsandi mendaratkan kepalannn tangan nya di atas kepala Bayu.


"Awwwhhh sialannn kau Arsandi!" umpat Bayu, mengelusss kepala nya yang di jitak Arsandi dengan cukup keras.


Beberapa menit kemudian.


"Aku tidak habis pikir, apa sih yang kalian lakukan heh!" omel Danu menggeser laptop, hingga layar nya menghadap ke arah dokter Agus dan perawat Sisil.


'Sialll, kenapa aku tidak menyadari nya jika kamar itu di lengkapi dengan kamera CCTV! Harus nya mata ku lebih jeli sebelum bertindak!' umpat perawat Sisil dengan tangan mengepalll, nampak gurat kecewa di wajah nya.


Kecewa karena bodohhh, tidak menyadari ada kamera CCTV. Bukan menyesal karena sudah berbuat seronoh, dengan dokter Agus di saat jam tugas nya.


"Kamera itu bohong, Tuan! Seharus nya tidak seperti itu! Itu ada beberapa gambar yang di potong, Tuan!" kilah Sisil dengan penuh keyakinan, mencari alasan meski yang ada di layar monitor adalah kenyataan.


Dokter Agus menoleh ke arah perawat Sisil, senyum tertarikkk di sudut bibir nya.

__ADS_1


'Pintar juga anak ini ngeles, seperti nya ada langkah dan peluang besar untuk menipu keuangan keluarga Danu. Hitung hitung aku bisa sekalian membalas dendam pada Baskoro!' batin dokter Agus bersorak dalam hati.


"Apa ada pembelaan dari mu, dokter Agus?" tanya Danu dengan nada datar.


"Maaf Tuan, saya tidak harus membela diri. Itu semua bohong dan hanya rekayasa!" ucap dokter Agus santai.


"Benarkah? Jadi menurut kalian video itu hanya rekayasa? Maksud kalian ini adalah editan?"


"Benar Tuan." jawab dokter Agus.


"Kalo begitu, apa pendapat mu untuk mengembalikan kesehatan mental Layla? Bagaimana cara nya membuat Layla seceria dahulu?" tanya Danu.


Bersambung...


...🥀🥀🥀...


Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2