
...🥀🥀🥀...
"Udah berapa hari ayah kurang tidur? Pasti ayah gak jaga waktu tidur dan istirahat ayah! Gimana sama makan ayah? Ayah pasti makan gak beraturan. Benar kan apa kata Layla!" tebak Layla dengan yakin.
Noval menjawil hidung sang putri, lalu menghapus pipi Layla yang basah karena air mata nya.
"Putri ayah bawel sekali, apa kamu juga sebawel ini dengan nak Danu?" tanya nya, Noval dengan senyum tersungging di bibir nya.
"Ka Danu yang bawel, yah. Apa ayah udah gak cinta lagi sama mama Sifanye, sampe ayah tega menceraikan mama?" tanya Layla, yang gak tau alasan Noval menceraikan Sifanye.
Noval enggan membahas Sifanye, ia mengalihkan pembicaraan dengan mengajak Layla ke luar dari ruang kerja nya.
"Apa kamu sudah makan sayang?" tanya Noval beranjak dari duduk nya.
"Layla udah makan yah, ayah janagn mengalihkan pembicaraan. Kenapa yah, mama Sifanye ngelakuin kesalahan apa lagi?" tanya Layla lagi.
"Tapi ayah belum makan, kamu temani ayah makan... mau kan?" tanya Noval.
"Hem ayah ini, iya. Layla temani ayah makan. Layla simpan tas Layla dulu." Layla meletakkan tas ransel nya di sofa. Dengan menyimpan benda pipih nya di saku seragam sekolah yang ia kenakan.
Noval berpesan pada sekretaris nya, sebelum ia meninggalkan kantor.
"Sus, nanti jika ada yang mencari saya. Bilang saya ke luar sebentar. Atau kamu hubungi saya aja ya!" ucap Noval.
"Siap pak, ada lagi pak? Tapi gimana kalo Nyonya Sifanye yang datang, gimana pak?" tanya Susi.
"Bilang gak ada." Noval meninggalkan kantor, bersama dengan Layla dengan di supiri pak Jono.
"Kita mau makan di mana Tuan?" tanya pak Jono.
"Yang dekat dengan kantor aja, pak!" seru Noval.
Mobil melesat, menuju alamat yang di tuju. Gak jauh dari gedung yang di jadikan kantor oleh Noval.
"Yah!" seru Layla, dengan tatapan gak lepasss dari Noval, sang ayah.
"Hem?" Noval menoleh sang putri dengan tanya.
"Lulu tinggal sama siapa? Apa mama menerima keputusan ayah?" tanya Layla ingin tau.
"Lulu tinggal dengan ayah. Keputusan ayah udah bulat, mama kamu gak bisa berbuat apa apa lagi selain menerima keinginan ayah, La." ucap Noval datar, gak nampak rasa sedih nya.
"Lulu pasti gak terima keputusan ayah. Iya kan?" tanya Layla.
__ADS_1
"Mau gak mau, Lulu harus bisa menerima nya La. Ini lah kehidupan La. Hidup gak selama nya berjalan sesuai dengan keinginan." ucap Noval.
"Lalu mama tinggal di mana, yah?" tanya Layla.
"Ayah sudah belikan mama mu itu sebuah rumah yang layak huni. Untuk di tempati nya.
"Layla boleh kan menemui mama?" tanya Layla.
"Boleh, asal jangan sendiri. Kamu tau kan, mama kamu itu orang nya gimana. Ayah gak mau, pertemuan kalian hanya akan meninggalkan luka untuk kamu, nak!" Noval mengelusss puncak kepala Layla.
Mobil yang di kemudikan pak Jono, berhenti di sebuah parkiran.
"Kita udah sampai Tuan!" ucap pak Jono mengingatkan.
"Kamu beneran gak mau makan? Apa gak kepengen ikut makan gitu, jika hanya melihat ayah yang makan sendirian?" goda Noval, berusaha membuat Layla juga ikut makan.
"Layla udah kenyang yah! Ayah aja yang makan." tolak Layla.
Dring dring dring.
[ "Assalamualaikum ka, ada apa ya ka?" ] tanya Layla setelah menjawab sambungan telepon nya.
^^^"Kamu masih di kantor ayah, La?" tanya Danu.^^^
Sementara Layla menjawab sambungan telepon nya. Noval memilih menghabiskan makanan nya sambil memperhatikan Layla..
^^^"Cuma menemani? Kamu gak ikut makan juga La?" tanya Danu ingin tau.^^^
[ "Udah kenyang. Ka Danu lagi di mana? Ka Danu udah makan belum?" ] tanya Layla.
^^^"Baru mau balik, tadi habis meeting dengan kelien. Maka nya aku telpon kamu La, biar kita pulang bareng... aku belum makan sih." ujar Danu.^^^
[ "Kaa Danu sekarang lagi di mana?" ]
^^^"Masih di jalan, kamu kirim lokasi nya La. Biar aku langsung ke sana."^^^
[ "Iya, nanti aku kirim alamat nya. Kaka hati hati bawa mobil nya. Assalamualaikum." ]
^^^"Iya, waalaikum salam."^^^
Layla mengirimkan alamat pada Danu, tempat di mana ia dan Noval saat ini berada.
"Jadi Danu mau menyusul kita ke sini?" tanya Noval, yang udah pasti dengar pembicaraan Layla dan Danu.
__ADS_1
"Iya yah. Gak apa kan yah?" tanya Layla dengan mata mengerjap.
"Kenapa tanya gitu? Justru ayah senang kalo Danu mau menyusul kita ke sini." ucap Noval.
"Makasih ayah, apa rasa nya enak?" tanya Layla, yang melihat makanan yang ada di hadapan Noval tampak menggugah selera.
"Sangat enak. Ayo cicipi." Noval menyuapkan nya ke mulut Layla dengan sendok.
"Emmmm enak yah!" seru Layla, setelah mengunyah dan merasakan masakan nya.
"Ayah pesan kan ya, sayang!" tawar Noval.
"Ayah aja dulu yang makan. Aku menyusul, lagi pula a- aku masih kenyang hehehe." tolak Layla.
"Bilang aja mau makan bareng suami kamu, hehehe kamu ini La. Sudah terbiasa ya dengan nak Danu?" goda Noval.
Noval melihat ada cinta di mata Layla, untuk pria yang kini menjadi suami nya.
"Ihsss ayah. Gak gitu yah, cuma udah terbiasa makan bersama, jadi hehehe ya gitu." ucap Layla dengan malu, meski mengakui secara gak langsung. Sudah terbiasa dengan kehadiran Danu di samping nya.
"Perut kamu gimana, La? Masih sakit gak?" tanya Noval.
"Udah gak kok yah, cuma masih belum berani buat angkat yang berat berat."
"Anak perempuan jangan banyak angkat berat, gak bagus untuk kesehatan. Angkat berat itu cocok nya untuk kaum pria, karena dia lah kepala keluarga." cicit Noval.
"Apa hubungan nya dengan angkat berat yah?" tanya Layla.
'Ucapan ayah makin ngelantur, apa ini pengaruh hati ayah yang lagi gak karuan?' batin Layla, menatap heran sang ayah.
"Ya ada La. Kalo angkat barat, terlihat seberapa berat nya. Kalo beban kehidupan, lebih sulit lagi, karena itu gak akan terlihat berat beban yang kamu pikul saat itu." jelas Noval.
"Oooowh gitu ya yah. Apa ayah mau pesan lagi?" tawar Layla.
"Gak usah La, ini udah lebih dari cukup." ucap Noval.
"Ehem!"
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...
...Kehaluan semata...