
...🥀🥀🥀...
"Bodohhh, harus nya aku gak selama itu di toilet! Ini pasti sudah di rencanakan! Reina dan Sony, mereka pasti ada di balik ini semua! Siapa bocah yang mereka manfaatkan!" gerutu Danu, tatapan nya mengedar mencari Layla.
Sreeek.
Sebelum sampai di depan pintu utama mall. Dua pengawal yang di tugaskan Doni akhir nya bisa menghalu Layla dan Lea.
Salah seorang wanita menghampiri Layla, berkata dengan pelan.
"Maaf Nona Layla, kami tidak bisa membiarkan anda pergi lebih jauh lagi!"
"Kita harus tau dalang nya bukan! Kau ikuti aku saja dari belakang! Dengan jarak aman, aku tidak akan terluka. Aku percaya pada kalian!" seru Layla dengan tersenyum, menatap pengawal nya dengan kesungguhan.
'Ka Danu, aku akan baik baik aja. Kita pasti bisa mengungkap dalang nya! Dengan umpan yang mereka berikan sendiri!' Layla menatap bocah perempuan yang terus menuntun nya.
Lea mengadahkan wajah nya, menatap Layla penuh tanya. 'Kenapa mama dan papa tega pada ku, meminta ku membawa kaka ini pada mereka. Apa aku berbuat nakal, sampai mama papa lebih sayang sama cantik?' gumam Lea dengan pikiran nya akan Layla.
"Mana mama dan papa mu? Kata nya di luar?" tanya Layla dengan senyum tersungging di bibir nya. Gak ada kata takut di mata nya.
"Mama papa pasti udah nunggu kita di dalam mobil kaka cantik!" seru Lea balas dengan senyum polos nya.
"Benarkah itu? Apa kamu tau, siapa nama mama mu?" tanya Layla.
Lea menjawab pertanyaan Layla dengan jujur. Sesekali mata mungil nya beradu pandang dengan mata bulat Layla. Menyiratkan ketakutan yang gak bisa ia bayangkan.
"Mama Reina, papa Sony. Mereka sayang pada ku... tapi mama papa meminta ku membawa kaka cantik untuk ikut bersama kami. Jika aku gak berhasil membawa kaka cantik, aku aku akan di buang di jalan hiksss!" ucap Lea dengan terisak.
Layla tampak terkejut dengan apa yang ia dengar. 'Mungkin itu Sony dan Reina yang dulu? Yang pernah mencoba melukai ku?' batin Layla.
"Aku gak mau di buang mama papa. Aku sayang mama papa." ucap Lea menelam saliva nya dengan sulit.
"Benar kah? Jika kamu di buang di jalan, itu arti nya mama papa gak sayang sama kamu nak! Ikut dengan kaka aja ya! Kaka akan menjaga kamu, kamu suka kucing? Kucing aja gak akan tega membiarkan anak nya sendirian." jekas Layla singkat.
Di sebuah mobil hitam yang sudah terparkir dengan cantik, dengan deru mesin mobil yang sudah hidup sejak tadi.
"Kau lihat sayang, gak ada salah nya kan. Kita memungut bocah itu dari jalan! Bocah itu sekarang bermanfaat untuk rencana kita." gumam Sony, yang duduk di belakang setir kemudi.
"Kau benar sayang! Tunggu apa lagi!" seru Reina dengan seringai di bibir nya.
Danu mengumpat lewat earphone yang terhubung dengan Doni, saat ke dua mata nya membola dengan sempurna melihat Layla yang sudah dekat dengan mobil seseorang yang ia kenal.
..."Doni sialannn! Kau mau membuat istri ku dalam bahaya! Kenapa tidak ada satu pun anak buah mu yang menghentikan istri ku!"...
Danu mengomel dengan terus berlari ke arah Layla yang masih bisa di lihat oleh nya, dengan suara meninggi.
^^^"Kau jangan gegabah bos. Nona muda jauh lebih pintar dari mu. Ini sudah di rencanakan Nona muda! Kami tidak akan membuat Nona Muda dalam bahaya!" ledek Doni.^^^
..."Sialannn, aku tidak setuju dengan cara mu menyelesaikan masalah! Bersiap lah jika kalian gagal!" ancammm Danu....
__ADS_1
"Mama! Papa!" Lea berseru memanggil mama dan papa nya, begitu Layla dan Lea sudah berada di pintu mobil belakang.
Ceklek.
Pintu depan samping kemudi di buka dari dalam.
"Kita bertemu lagi, Nona manis! Salah, bocah tengik sialannn!" umpat Reina begitu turun dari mobil, dengan tatapan mengejek Layla.
Dari dalam mobil, Sony melirik kanan dan kiri. "Aman, harus nya bisa ke luar dari parkiran mall tanpa ada yang curiga!" pikir Sony.
"Mama!" Lea berseru ingin berhambur memeluk Reina. Namun tangan kiri nya yang mungil di genggammm erat Layla. Membuat bocah itu gak bisa melangkah sedikit pun.
Grap.
Layla menggeleng kan kepala nya dengan senyum dan tatapan yang tenang. Membuat Lea mengerut kan kening nya.
"Kamu gak akan kembali ke mama mu, cantik!" seru Layla.
"Kaka cantik, Lea ingin sama mama. Lepasinnn tangan Lea!" Lea memberontakkk, memita Layla untuk melepaskannn genggamannn tangan nya.
"Lepaskannn tangan mu dari nya, Layla!" titah Reina dengan tatapan penuh marah, melangkah menghampiri ke dua nya.
Sony menoleh ke arah Reina. "Jangan buang buang waktu lagi Reina! Cepat sedikit, mumpung parkiran ini sepi!' seru Sony dari dalam mobil.
Reina menoleh ke arah Sony. "Sabar sedikit, aku ingin bermain sebentar dengan bocah tengik ini!" seru Reina, gak perduli dengan Lea yang memasang wajah takut.
'Kali ini aku harus berhasil membuat Layla masuk ke dalam mobil! Lalu kami pergi membawa nya, mendapatkan uang yang banyak!' batin Reina, senyum penuh kemenangan.
"Benarkan? Wah tante menor, otak nya semakin dangkal. Menggunakan anak kecil sebagai alat untuk berbuat jahat? Apa ini sudah termasuk dalam penculikan yang di rencanakan?" tanya Layla dengan tatapan sinis, melangkah mundur dengan Lea yang ikut mundur juga.
"Jangan main main dengan ku ya!" ucap Reina dengan dada naik turun, tangan nya siap meraih lengan Layla.
Grap.
Reina menoleh ke arah lain dengan kening mengkerut, saat tangan nya di pegangi seseorang.
"Jangan melawan Nona!" seru wanita yang gak lain adalah pengawal wanita dengan suara tegas.
"Sony, kita di jebak!" teriak Reina dengan kencanggg, berharap sang suami akan turun dan membantu nya lolos dari genggamannn wanita yang kini mencengrammm tangan nya.
Ceklek.
Sony langsung turun dari kemudian. Setelah melihat dari kaca spion, hanya seorang wanita yang memegangi tangan Reina.
"Dari dulu, aku sudah katakan pada mu, berlatih bela diri untuk melindungi diri sendiri! Menyusah kan aja kalo kaya gini! Menghadapi satu wanita pun kau gak becus!" ejek Sony dengan lantang.
Bugh bagh tak.
Sony yang gak siap pun, menerima pukulannn dari punggung, dan beberapa perut nya, dari pengawal lain nya yang sejak tadi bersembunyi di balik mobil.
__ADS_1
"Papa, jangan pukuliii papa ku!" teriak Lea dengan histeris, melihat sang ayah di pukuliii.
Layla berjongkok, menyembunyi kan wajah bocah perempuan itu di bahu nya, lalu memeluk nya.
"Sabar ya sayang, setiap perbuatan jahat itu akan selalu ada balasan nya! Papa mama kamu, ingin berbuat jahat sama kaka!" jelas Layla, memcoba membuat Lea mengerti.
Grap.
"Sayang! Kamu gegabah!" umpat Danu dengan kesal, membawa Layla ke dalam pelukan nya setelah berjongkok mengikuti apa yang Layla lakukan.
Kreeek.
"Awwwhhh tangan ku!" pekik Reina, saat tangan nya di tarikkk ke belakang oleh pengawal yang memegangi tangan nya.
Reina dan Sony di amankan dalam mobil Doni, dengan pengawal wanita yang mengapit ke dua nya.
"Dasar bodohhh! Harus nya kau mendengar apa kata ku tadi! Wanita sialannn!" umpat Sony dengan jengkelll pada Reina.
"Salahkan anak pungut mu itu, dasar bodohhh! Kau terus saja menyalah kan ku!" umpat Reina gak terima di salah kan Sony.
"Lea itu sudah benar, membawa Layla ke hadapan mu. Kau saja yang bodohhh! Lelet dalam bertindak!" umpat Sony, terus memojokkan Reina.
"Kalian berdua tidak usah saling menyalahkan. Kalian itu sungguh pasangan yang serasi. Sama sama bodohhh, mau saja di manfaat kan wanita ular jenis Aleta. Kalian tau, Aleta tidak lagi memiliki apa pun, apa lagi yang kalian harapkan dari membantu Aleta?" ejek Doni, melirik ke dua nya lewat kaca spion.
"Kau salah bung! Aleta masih lah kaya, ia masih memiliki beberapa aset yang gak orang lain tahu! Lagi pula apa yang kami lakukan tidak merugikan mu, kenapa kau selalu ikut campur hah!" omel Sony, dengan ke dua tangan yang terikat di belakang punggung nya.
Doni membuang nafas nya dengan kasar. "Tidak merugikan bagaimana maksud mu hah? Justru karena perbuatan mu ini, kau membuat nyawa ku terancam melayang!" sungut Doni dengan kesal.
"Persetannn dengan nyawa mu! Yang jelas kau menggagalkan rencana kami!" sungut Sony, membuang pandangan nya dari Reina, mengalihkan pandangan nya ke luar jendela.
"Aku rasa, kalian gak akan lagi bisa menyentuhhh Layla! Karena pasti nya... Danu akan memberikan kalian hadiah yang luar biasa." ucap Doni dengan seringai di bibir nya.
"Apa maksud mu? Apa yang akan Danu lakukan pada kami?" tanya Reina ingin tahu.
Di mobil lain.
Danu gak lagi mengemudi, ia duduk di samping Layla di kursi penumpang.
"Kita kan udah tau dalang nya, apa lagi yang kaka tunggu? Apa yang akan ka Danu lakukan sama Sony dan Reina? Kita gak mungkin biarinin Lea tanpa orang tua nya kan?" cecar Layla yang duduk menyandar pada Danu.
Tangan Danu mengelusss lengan Layla, merengkuh nya dengan erat. "Lain kali jangan berbuat nekaddd! Kau membuat ku hampir gak bisa bernafas! Dasar istri nakal!" sungut Danu ymgak menggubris pertanyaan Layla.
"Ihsss jawab pertanyaan ku yang tadi! Kenapa di cuwekin?" Layla mengadahkan wajah nya, menatap Danu dengan jengkel.
"Kita akan menyerahkan gadis kecil itu pada panti asuhan." ucap Danu dengan tenang.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
__ADS_1
...Kehaluan semata...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️