
...🥀🥀🥀...
"Oooowh gitu ya yah. Apa ayah mau pesan lagi?" tawar Layla.
"Gak usah La, ini udah lebih dari cukup." ucap Noval.
"Ehem!"
Noval dan Layla menoleh ke arah asal suara deheman, tampak Danu yang berjalan ke arah ke dua nya dengan buket bunga mawar merah di tangan nya.
"Coba lihat itu, siapa yang datang! Menantu ayah tampak keren ya La, suami nya siapa sih itu?" goda Noval, melirik Layla yang tampak bersemu.
"Apa sih yah, ka Danu lagi nih! Ada ada aja pake bawa bunga!" ucap Layla yang kini beranjak menyambut sang suami, lalu menyalami nya dengan mencium punggung tangan kanan nya.
"Kenapa pake bawa bunga? Aku di ledekin ayah!" gerutu Layla dengan suara berbisik pelan.
"Gak apa sayang! Gak ada larangan untuk suami memberikan buket bunga untuk istri nya. Bukan begitu yah?" Danu merangkul Layla.
Danu langsung memberikan buket bunga yang ia bawa pada sang istri. Serta meminta pembelaan dari sang ayah mertua.
"Apa yang di katakan suami mu itu benar La! Makan nak Danu!" ucap Noval, sekaligus menawarkan makan pada menantu nya yang baru tiba.
"Pasti dong yah, Danu ke sini juga kan mau temani ayah dan Layla makan." ucap Danu, menyalami ayah mertua nya.
Ke tiga nya kini duduk bersama dalam satu meja, gak lama pelayan restoran datang, mencatat menu hidangan yang akan di makan Layla dan Danu.
"Ayah mau tambah sekalin?" tawar Danu.
"Gak usah, ayah udah kenyang. Pesan untuk kalian aja berdua." tolak Noval.
"2 porsi ayam bakar dan 2 es jeruk ya mbak!" ucap Danu.
"Jangan 2, tambah 1 lagi jus melon sama cumi goreng tepung." seru Layla dengan bersemangat.
Tinggal lah Noval, Danu dan Layla, setelah pelayan restoran meninggalkan meja mereka.
"Jadi gimana yah, apa ayah mau melebarkan sayap usaha ayah? Sama seperti Danu yang melebarkan sayap usaha." ucap Danu dengan tatapan penuh harap.
__ADS_1
"Ayah belum kepikiran ke arah itu, nak! Jadi kalian melebarkan sayap ke usaha apa nih?" tanya Noval ingin tau, dengan makan siang nya yang telah selesai.
Layla gak berani menjawab, tangan dan mata nya sibuk pada buket mawar merah yang baru aja di berikan Danu pada nya.
'Bunga nya harum, cantik lagi, baru kali ini aku di kasih buket bunga mawar merah sama ka Danu. Pria pertama yang kasih aku ini! Sweeet banget, udah kaya di novel novel yang aku baca itu.' batin Layla, sesekali melirik ke arah Danu.
"Restoran yah, gak jauh dari rumah makan. Bulan ini Danu udah buka 2 restoran atas nama Layla." ucap Danu, melirik sang istri yang tampak senang dengan buket bunga pemberian dari nya.
"Yang waktu itu ayah gak bisa datang ya, terus gimana itu dengan wanita yang melakukan penusukan terhadap putri ayah?" tanya Noval dengan tatapan menyelidik.
"Masuk rumah sakit jiwa yah... wanita itu depresi lantaran di tinggal calon suami nya yang ternyata sudah berkeluarga." jelas Danu.
Layla mengangkat kepala nya, menatap gak percaya dengan apa yang baru Danu katakan.
"Ka Danu serius? Terus apa hubungan nya dengan aku? Kok malah aku yang jadi korban depresi nya?" tanya Layla dengan menyelidik.
"Jangan bilang kamu curiga sama aku La, aku kenal juga gak sama wanita depresi itu. Aku datang ke restoran itu baru kemaren... tepat acara opening bersama dengan kamu." jelas Danu, panjang kali lebar, gak mau Layla salah paham dengan nya.
"Permisi, maaf menunggu lama, makanan nya Tuan, Nona!" pelayan wanita itu datang kembali dengan membawa serta apa yang di pesan Danu dan Layla.
Danu dan Layla sama sama berhenti bicara, membantu pelayan itu menurunkan pesenan nya ke atas meja.
"Ka Danu gak lagi bohongin aku kan? Ka Danu beneran gak kenal cewe itu kan? Siapa sih nama nya kalo gak salah tuh!" cecar Layla, dengan perasaan di hati yang gak nentu.
'Ka Danu benaran gak bohongin gue kan? Gue gak mau kawin cerai kaya ayah dan ibu. Gue mau nya pernikahan ini sekali dalam hidup gue!' batin Layla, dengan rasa takut gagal dalam rumah tangga nya dengan Danu.
Noval merasakan apa yang Layla takuti dalam hati nya.
"La! Jangan menyudutkan nak Danu. Ayah yakin, nak Danu ini gak akan mengkhianati kamu." ucap Noval, memverikan pengertian pada Layla.
Grap.
Danu menggenggammm jemari Layla lalu mengecup nya.
"Aku gak akan khianati pernikahan kita ini La! Apa yang ayah bilang itu benar! Mending kita makan dulu ya! Gak baik bicara masalah itu di depan ayah, lagi ini masih di luar, nanti kita bahas di rumah ya sayang!" bujuk Danu.
Layla memperhatikan ke sekita, lalu beralih pada Danu dan Noval.
__ADS_1
'Ini restoran Layla, tempat untuk makan. Bukan tempat untuk mencari penjelasan, gak malu kamu di lihat ayah?' tanya Layla dalam hati nya sendiri.
"Iya maaf, kita makan ya! Apa ayah mau makan lagi hehehe? Ayam bakar milik Layla besar nih!" Layla memilih menurut apa kata 2 orang pria yang ada di hadapan nya. 2 orang pria yang ia sayangi.
Usai makan, Noval kembali ke kantor bersama dengan pak Jono sang supir.
"Jaga putri ayah ya, nak Danu! Harap di maklumi, jika ada rasa ketakutan sendiri dalam benak Layla sama kamu. Layla cuma gak ingin gagal, apa lagi usia kalian yang masih sangat muda, sangat rawan untuk hadir nya orang ke tiga." ucap Noval sebelum masuk ke dalam mobil nya.
"Ayah tenang aja, insyaallah Danu setia sama Layla." ucap Danu.
"Ayah, apa sih! Gak gitu juga! Kalo ka Danu gak setia, itu arti nya ka Danu siap buat Layla tinggalin." ucap Layla ketus.
"Kamu ini La!" Noval mengelusss puncak kepala Layla, gemasss melihat sang putri yang gak sadar menunjukkan rasa cemburu nya pada Danu.
"Sayang!" seru Danu dengan gelengan kepala pada Layla.
"Sudah sudah, ayah sudah harus balik kantor ini... terima kasih ya, kalian sudah mau meluangkan waktu buat temanin ayah makan siang." ucap Noval, setelah melirik jam yang melingkar di pergelangan tangan kiri nya.
Layla dan Danu, sama sama mencium punggung tangan kanan Noval bergantian.
"Makan yang banyak! Jaga kesehatan!" ucap Noval, dengan memeluk Layla erat.
"Iya ayah, ayah juga. Ayah kalo kangen, langsung main aja ke rumah. Nginep juga boleh yah!" seru Layla, mengelusss punggung sang ayah.
'Rasa nya nyaman banget di peluk ayah!' batin Layla.
"Mari Tuan!" pak Jono membuka kan pintu mobil untuk Noval, mempersilakan sang Tuan untuk masuk ke dalam.
"Jangan ngebut bawa mobil nya pak!" pesan Layla, dengan tangan melambai pada sang ayah yang sudah duduk di dalam mobil.
"Iya Nona!" ucap pak Jono, kini mulai melajukan mobil meninggalkan area restoran.
"Kamu mau balik ke rumah, apa mau jalan dulu La?" tanya Danu, menggenggammm jemari Layla menuju mobil yang ia parkir.
Bersambung...
Like dan komentar nya dong, 😅😅
__ADS_1
...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...