Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Kantin kampus


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Dasar bocah nakal!" seru Danu melihat punggung Layla yang semakin menjauh setelah mendapatkan apa yang ia inginkan?


"Dor!"


Belum lama mobil yang di kemudikan Danu ke luar dari area kampus Layla. Terdengar suara ledakan, yang di susul dengan mobil Danu yang gak enak di kendarai nya.


"Ada apa dengan mobil ini! Bukan nya aku sudah meminta Arsandi untuk melakukan perawatan rutin pada mobil ini!" gerutu Danu yang langsung menepikan mobil nya ke tepi jalan.


Danu turun dari mobil, mengitari mobil nya sendiri sambil mengecek keadaan roda mobil nya.


Dugh.


"Sialll! Ada saja!" Danu menendanggg salah satu roda belakang mobil nya, yang ternyata mengalami pecah ban.


Danu merogoh saku celana nya, mengeluarkan benda pipih nya, lalu mengirim lokasi keberadaan nya pada salah satu nomor yang ada dalam kontak nya.


Setelah pesan nya terkirim, Danu langsung menghubungi nomor tersebut.


Belum Danu bicara, sudah terdengar suara umpatan dari orang yang tengah Danu hubungi.


..."Hai! Kau kurang kerjaan, mengirimi ku lokasi, untuk apa hah!" umpat suara seorang pria....


[ "Kau kan pengangguran banyak acara, jadi aku berikan pekerjaan untuk mu!] titah Danu pada salah satu teman nya yang memiliki bengkel mobil.


..."Kau pikir, aku pengangguran seperti mu! Gak bisa, masih banyak mobil yang minta tangan ajaib ku untuk menyembuhkan nya!"...


[ "Hai aku serius! Kau urus mobil ku. Dalam waktu 5 menit... jika tidak kau urus, aku kacaukan bengkel mu!" ] ancammm Danu dengan terkekeh.


..."Dasar kau, bangkeee! Mana bisa hanya 5 menit! Kau pikir dengan otak mu, aku butuh waktu untuk sampai di lokasi mu!" umpat Radit dengan suara nya yang kesal....


[ "Baik lah, aku beri perpanjangan waktu. Aku beri kau 10 menit untuk sampai di lokasi ku!" ]


Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar, berjalan mondar mandir sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangan kiri nya.


Gak terasa Danu sudah menunggu 4 menit, membuat nya bosan. Tatapan nya kini menyipit tajam, saat melihat ke arah gerbang kampus di mana Layla menimba ilmu.


"Dasar bodohhh! Kenapa baru terpikir kan oleh ku!" umpat Danu, menyugar rambut nya dengan kasar.


Jas yang semula ia kenakan, kini ia lepasss dan ia tinggalkan di dalam mobil. Danu berjalan dengan langkah lebar, ingin mengetahui seperti apa Layla saat di kampus baru nya. Danu menggulung lengan baju nya sampai siku, dengan kancing kemeja bagian atas yang ia lepas.


Sementara di kampus.

__ADS_1


Satu persatu para mahasiswa meninggalkan kelas, begitu mendapat kan kabar dari sang dosen yang absen di mata pelajaran nya.


"Payah nih, kenapa gak ngabarin dari awal sih kalo dosen nya gak masuk! Udah cape cape dateng pagi, tau gini kan gue bisa molor dulu di rumah! Jengkelin banget tuh dosen!" gerutu Nina dengan bibir mengerucut, meninggalkan kelas beriringan dengan Layla.


"Udah gak usah ngedumel. Mending kita kantin yuk! Kalo gak perpus gitu!" tawar Layla dengan senyum mengembang.


"Ah kamu La, gak putih abu, gak kampus... sama aja kebiasaan nya, gak jauh dari perpus! Kantin aja lah mendingan, mayan bisa isi perut gue yang lagi laper!" Nina menggandeng lengan Layla menuju kantin.


"Ehem, gue boleh gabung kan sama kalian!"


Layla dan Nina sama sama menghentikan langkah nya, lalu menoleh ke arah asal suara yang berada di belakang mereka.


"Cewek ini satu jurusan sama kita kan La?" bisik Nina yang masih bisa di dengar Devi.


"Iya kita satu jurusan. Gue tau lo Nina dan Layla kan! Gak masalah kan kalo gue gabung sama kalian?" pinta Devi, dengan sorot mata mengiba.


"Ayo aja sih!" seru Layla.


"Tunggu apa lagi? Cus lah kantin!" seru Nina, meraih tangan Devi dan menarikkk nya.


Ke tiga nya berjalan menuju kantin bersama sambil sesekali bertukar cerita, berbagi sedikit pengalaman mereka.


"Mudah mudahan di kampus ini kita gak ketemu lagi deh ya sama yang modelan Sopur, Ratna, Nugi. Aduuuuh ampun deh pala gue, kalo kita ketemu itu model anak lagi." keluh Nina dengan ke dua tangan menutup teling nya.


"Mereka semua siapa? Kenapa lo gak mau ketemu sama modelan kaya gitu lagi?" tanya Devi dengan kening mengkerut.


"Sssttt gak usah di bahas lagi. Mending langsung pesen makan aja!" seru Layla, menyudahi gibahhh dari bibir Nina.


"Gila, ini kantin kampus gede banget. Bersyukur kita La, bisa kuliah di sini, dengan jurusan yang sama pula!" seru Nina saat ke dua kaki nya berpijak di kantin kampus.


"Lo baru pertama kali ke kantin ya Nin? Ke mana aja lo kemarin kemarin? Secara kita udah beberapa hari masuk kuliah kan. Pelajaran juga belum aktif banget, waktu pengenalan kampus, lo gak perhatiin ya?" ejek Devi dengan tatapan mengejek.


"Sorry ya, waktu gue terlalu sibuk selama beberapa hari ini sam apacar gue!" sungut Nina, menarikkk lengan Layla untuk mengikuti langkah kaki nya, dalam memilih menu makanan yang akan ia pesan.


"Sibuk pacaran apa sibuk buat adonan?" tanya Devi dengan nada gak suka, sambil mengikuti langkah ke dua nya.


"Ah bacottt lo!" sungut Nina kesal.


"Udah kita pilih makan sama minum aja dulu, lanjut ngobrol nya nanti aja!" sanggah Layla, menengahi perdebatan ke dua nya.


Ke tiga nya memilih duduk di meja paling belakang kantin. Dengan Nina yang dudik di samping Layla.


"Lo pacaran udah lama sama cowok lo itu ya Nin? Udah ngapain aja Nin? Hubungan lo udah sejauh apa Nin?" tanya Devi dengan tatapan menyelidik, ingin tau.

__ADS_1


"Sssttttt jangan kepo sama urusan orang! Gak baik tau banyak urusan pribadi gue!" seru Nina dengan menyantap makanan yang ia pilih.


'Sialannn nih si Nina, sok bijak banget sih lo! Jangan jangan apa yang di bilang Arsan, beneran lagi. Mereka berdua jadi sugar baby nya om om!' batin Devi menatap jijik Layla dan Nina.


"Kenapa lo?" tanya Nina, menangkap tatapan Devi yang gak biasa.


"Gak ada, lanjut makan lagi!" kilah Devi.


'Kalo mereka dapet sugar yang masih muda, royal, bisa memperlakukan gue dengan baik, boleh juga sih. Tapi gue harus pelan pelan nih, biar gak mencolokkk banget kalo gue deketin mereka berdua karena ada mau nya.' batin Devi, mengadukkk ngadukkk makanan nya, menatap Layla dan Nina bergantian secara diam diam.


"Ada yang mau lo tanyain ya, Dev?" tanya Layla.


"Eh emmm jadi kalian dulu satu sekolah? Satu kelas dan sekarang juga satu jurusan?" tanya Devi basa basi.


"Kita ini udah besti! Iya gak La!" Nina memeluk Layla.


"Iya besti! Jaga sikap lu, yang ada gue di kata kacang makan kacang!" gurau Layla, menepukkk nepukkk lengan Nina yang memeluk tubuh nya.


"Ahahah kamu ini La, ada ada aja candaan nya!" Devi tergelak mendengar sindiran Layla untuk Nina.


Nina melepaskan pelukan nya, duduk seperti semula, "Siapa juga yang mau sama lo! Secara lo udah gak tersegelll lagi hehehe!" timpal Nina dengan menutup mulut nya dengan telapak tangan nya.


"Maksud nya? Apaan nih?" tanya Devi yang belum mengerti.


"Gak usah di dengerin." bantah Layla cuek.


"Lo beneran La, pak Danu cuma nganterin lo... terus berangkat kerja?" tanya Nina, dengan tatapan lurus ke depan.


"Iya lah, kenapa emang?" tanya Layla, tanpa memperhatikan wajah Nina, fokus dengan makanan nya dan benda pipih nya sambil membaca novel online.


"Yakin pak Danu gak ikutin lo sampe kantin gitu?" tanya Nina dengan menelan saliva nya dengan sulit.


"Iya beneran lah! Ngapa sih! Udah kaya lihat hantu aja lo! Makanan tuh di makan bukan di aduk aduk doang Nina!" ledek Layla dengan menatap wajah Nina yang tampak lucu di mata nya.


"Pak Danu emang siapa, La? Nina kaya takut gitu sama orang yang nama nya pak Danu?" tanya Devi ingin tau.


"Pak Danu itu____" Layla gak melanjutkan kata kata nya, saat melihat apa yang ada di hadapan nya.


"Kamu di sini? Dari tadi aku nyariin kamu, La!"


...🥀🥀🥀...


Bersambung...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️


__ADS_2