Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Sosis megar


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Maaf Tuan, saya mengganggu!" ucap pak satpam, yang kini berdiri di depan Danu.


"Kamu duluan aja, La!" titah Danu, meminta Layla untuk membawa nenek Dahlia lebih dulu ke taman belakang.


Layla menatap penuh tanya pada pak satpam. 'Ada apa dengan pak satpam ya? Tadi perasaan baik baik aja!' gumam batin Layla.


"La! Nanti saya menyusul!" seru Danu lagi, saat melihat Layla yang masih bergeming di tempat nya berpijak.


"Iya iya! Ini juga mau jalan ke taman." sungut Layla.


"Ayo nek, kita ke taman aja! Di taman udah banyak yang nunggu kita, dari pada di sini! Aku kok tiba tiba ngerasa panas ya! Apa cuaca kali ini lagi terik kali ya nek!" sindir Layla, dengan ekor mata melirik Danu.


"La!" seru Danu, dengan penuh penekanan.


Layla melangkah kan ke dua kaki nya, dengan tangan mendorong kursi roda nenek Dahlia. Sedangkan bibir nya terus bersenandung, meski suara nya gak bagus bagus amat di dengar nya.


"Lalalala, lalalala, lalalala!"


Nenek Dahlia menggelengkan kepala nya, mendengar Layla yang bersenandung, namun bibir nya tersungging lebar.


'Astagaaa anak ini, pasti sedang kesal pada cucuk ku Danu!' batin nenek Dahlia.


Kini tinggal lah Danu dan pak satpam, ke dua nya sama sama menatap ke arah Layla yang semakin menjauh dari pandangan nya.


"Apa yang ingin kau bicarakan, pak?" tanya Danu.


"Begini Tuan, tadi saya mendapati sebuah mobil berhenti tidak jauh dari gerbang, karena saya merasa curiga. Saya berinisiatif untuk menghampiri nya." ujar pak satpam, menatap serius wajah Tuan nya.


"Apa yang kau dapatkan?" tanya Danu, ingin tahu lebih lanjut.


"Dua orang gadis, mengenakan seragam yang sama dengan Nona, salah satu dari mereka bilang ingin memberikan kejutan untuk Nona. Tapi gadis yang lain nya bilang, mereka tidak sedekat itu dengan Nona di kelas... bahkan tidak saling menegur sapa." ujar pak satpam, panjang kali lebar pada Danu, tanpa ada yang terlewat.


Danu mengerutkan kening nya, berfikir keras, mencoba menerka siapa dua orang gadis yang di maksud pak satpam.


'Siapa kira kira 2 orang gadis yang di maksud pak satpam? Jika mereka itu Nina, Mery, seperti nya gak mungkin. Mereka pasti mengikuti mobil ku tadi. Apa mereka ingin berniat jahat pada Layla?' batin Danu.

__ADS_1


"Apa kau masih ingit dengan wajah mereka?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.


"Ingat Tuan."


"Jika kau melihat nya lagi, atau siapa pun yang mencurigakan... langsung tangkap mereka dan bawa ke gudang." titah Danu tegas.


"Baik Tuan."


"Kembali ke tempat mu! Lakukan tugas mu dengan baik." Danu melangkah kaki menyusul Layla dan nenek Dahlia.


Dari depan pintu, yang menghubungkan dapur dengan taman belakang, Danu menatap ke dua wanita beda generasi itu dengan tatapan yang silit di artikan.


Flashback Layla.


Saat perjalanan menuju rumah, Layla bercerita akan kedatangan polisi yang menjemput Irfan di sekolah.


"Jadi paman Asep menjemput Irfan, saat kalian mengikuti mata pelajaran di dalam kelas?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.


"Iya ka. Eh, mungkin gak... ini semua ada hubungan nya dengan masalah yang sedang ka Danu hadapi?" tanya Layla, yang mengingat terakhir kali video yang semalam di perlihatkan Danu di rumah sakit.


"Ihsss ka, apaan sih! Malu tau gak! Tuh lihat, di lietin sama ka Arsandi!" protes Layla, saat Danu mencoba mendekatkan bibir nya di leher jenjang Layla.


Layla terus menggeliet, menghindari kecupan Danu, namun tetap aja. Danu berhasil mendaratkan kecupan kecupan singkat di leher Layla, meski tidak meninggalkan jejak kepemilikan nya.


"Arsandi!" seru Danu, tanpa menghentikan aksi nya, menyusuri leher jenjang Layla.


"Saya tidak melihat nya Tuan, Nona. Lakukan saja apa yang kalian inginkan!" seru Arsandi, mengerti akan seruan Danu, sang Tuan.


"Ihsss ka, mana bisa begitu! Astagaaa, kaaaa, ka Danu! Aku geli ihs aaahhhh kaaa Danuuuu!" Layla melenguhhh.


Prak.


Niat hati ingin menepuk paha Danu dan mencubit nya, Layla malah merasakan aneh pada sesuatu yang ia tepak dengan tangan nya.


Danu seketika mengeranggg, saat pusaka nya di teplak tangan Layla.


'Astagaaa Layla, apa yang kau lakukan? Tangan kecil mu semakin membuat pusaka ku semakin meneganggg, kau sadar tidak La! Kau baru saja membangunkan sesuatu yang sejak lama memantikan goa rapat mu, La.' batin Danu.

__ADS_1


'Kok aneh, kaya sosis megar, tapi rada keras, apaan ya? Ini mah udah pasti bukan paha ka Danu! Ka Danu juga aneh, kenapa mengeranggg gitu?' batin Layla, dengan menatap aneh wajah Danu yang tampak menahan sesuatu.


"Kau mau memaksa ku meminta hak ku pada mu, La?" tanya Danu dengan tatapan yang kini menginginkan.


Layla berhasil melepaskan diri nya dari pelukan Danu, dan duduk di pojokan dekat pintu, tangan nya langsung sibuk merapihkan kembali tampilan Layla yang tampak berantakan, akibat perbuatan Danu pada nya.


"Ka Danu yang apa apaan, seenak nya aja cium aku, gak tau apa lagi ada ka Arsandi! Aku gak suka tau gak, cara ka Danu kaya gitu!" protes Layla, dengan nafas yang tersengal sengal, bak habis lari maraton.


"Iya maaf, aku hilaf. Lalu dari mana kau tahu jika Irfan di jemput polisi?" tanya Danu, dengan tatapan serius nya.


"Iya tadi yang aku dengar, Irfan yang udah di depan ruang kepala sekolah, langsung lari saat ngeliat pak polisi. Terus di kejar deh, terus pas Irfan udah nyampe gerbang sekolah, Irfan coba manjat gerbang kan, langsung di tembak aja sama pak polisi." Layla menyandarkan punggung nya pada sandaran mobil, tanpa mau duduk dekat dengan Danu, tatapan nya memandang ke luar jendela.


"Menurut mu, kenapa Irfan bisa terlibat dengan masalah ku, apa kau punya jawaban nya, La?" tanya Danu.


"Entah lah ka, alasan apa yang membuat Irfan ikut terlibat ingin mencelakai mu." ucap Layla.


"Bagaimana jika Irfan ingin mencelakai mu, lewat diri ku!"


Layla langsung menoleh ke arah Danu dengan kening mengkerut. "Yang benar aja ka, kami itu gak ada masalah! Irfan baik, beda dengan Sopur dan ka Nugi."


"Owhhhhh!" Danu ber oh ria.


Flashback and.


"Bagaimana jadi nya jika Layla tau, Irfan ingin membuat nama baik nya tercoreng di sekolah. Bahkan Irfan sangat yakin, bisa membuat Layla di keluarkan dari sekolah... karena sudah menikah dengan ku!" gumam Danu.


"Ka! Sejak kapan di situ? Ayo sini!" seru Layla, yang melihat Danu malah berdiri di depan pintu, bukan nya menghampiri ke dua nya.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2