Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Bukti berkata lain


__ADS_3

...508...


...🥀🥀🥀...


"Aku sumpah, gak ngerti dengan apa yang bapak, ayah dan papa katakan. Kalian ini lagi kenapa sih? Katakan lebih jelas, ini ada apa!" tanya Danu dengan gemasss.


Brak.


Saking kesal nya, Yanto meletak kan hape nya yang masih menyala di atas meja, tepat di depan Danu.


"Bapak! Nanti aja kita bicarain lagi, mending kita selesaikan dulu makan siang nya!" bujuk Layla, dengan senyum tersungging di bibir nya.


"Bapak tau, kamu pasti kecewa dengan nak Danu. Tapi gak harus seperti ini juga Layla! Bersikap seolah kamu gak tau apa apa. Jelas bapak semakin marah, bisa bisa nya kamu nak Danu. Mendua hati, bahkan mau menikahi wanita lain! Mana janji kamu nak!" Yanto mengeluarkan kekecewaan nya dengan wajah gak bersahabat.


Danu hanya tersenyum kecil, melihat berita online yang langsung jadi tranding. Baru beberapa menit berita itu di muat, sudah di banjiri komentar pedasss, dan ada juga yang mendukung langkah Danu.


"Jadi karena ini, kalian marah marah gak jelas sama Danu?" tanya Danu dengan santai, ia bahkan melirik Layla sejenak.


"Kamu percaya kan sama aku, La?" tanya Danu, mencapittt dagu Layla, membuat Layla menatap wajah nya.


Layla hanya diam, menyingkirkan tangan Danu dari dagu nya. Lalu meraih minum milik nya.

__ADS_1


"Ka Danu sendiri, mau aku gimana?" bukan nya menjawab, tapi Layla malah mengajukan pertanyaan.


"Kita udah deket La, udah berbagi ranjang, berbagi kamar, berbagi nafas dalam satu ruang. Apa yang aku miliki dan aku ounya, adalah milik kamu. Begitu pun dengan kamu. Apa yang ada pada diri kamu, milik ku. Apa itu kurang untuk mu percaya pada ku?" tanya Danu dengan tatapan menyelidik.


"Aku percaya. Tapi gak tau buat ayah, bapak, dan papa. Apa mereka bisa percaya pada kaka atau gak!" ucap Layla dengan menatap secara bergantian Yanto, Noval dan Baskoro.


"Papa mau percaya sama kamu, Danu. Tapi bukti berkata lain. Kamu sendiri yang sudah meminta seseorang untuk menyiapkan semua perlengkapan untuk melamar seseorang. Kamu bahkan meminta nya untuk di antar ke rumah." terang Baskoro, tampak kecewa dengan putra tunggal nya.


"Iya aku memang ughhhhh!" Danu menghentikan perkataan nya setelah mendapatkan kepalannn tangan dari Noval di pipi Danu.


Bugh.


"Sabar Noval! Tahannn emosi mu!" Yanto memegangi tangan Noval yang tampak mengerasss lengan nya dengan urat yang ke luar.


"Gimana aku bisa sabar, aku hanya ingin Layla bahagia. Tapi apa sekarang! Dia sudah mengakui nya di depan kita!" ucap Noval, menepis tangan Yanto dengan kasar.


Layla menyentuhhh pipi Danu yang kini lebammm. Berdiri di samping nya


"Yah, bapak, papa... tolong kita dengarkan dulu ka Danu untuk menjelaskan nya. Berita itu benar atau gak! Bercermin dari berita kecelakaan tunggal yang menimpa ka Danu. Bisa kan?" Layla mencoba membujuk kembali para orang tua nya.


"Makasih sayang, aku tau kamu percaya sama aku!" ucap Danu dengan mengelusss lengan Layla yang ia rangkul bahu nya.

__ADS_1


"Cepat bicara!" titah Baskoro.


Danu menghembuskan nafas nya dengan kasar. Membuat Layla duduk kembali di kursi nya sebelum Danu menjelaskan apa yang perlu ia jelaskan pada orang tua dan Layla.


"Baru beberapa menit yang lalu, Danu meminta seseorang untuk menyiapkan barang barang untuk lamaran, meminta nya untuk mengirim ke rumah. Tapi bukan aku yang akan meminang nya!" jelas Danu dengan sungguh sungguh.


"Lalu untuk siapa kalo bukan untuk mu?" tanya Noval ngotot.


"Kenapa harus kamu yang melakukan nya? Kenapa gak pria itu aja ya menyiapkan nya sendiri!" omel Baskoro gak kalah sengittt.


"Aku melakukan ini untuk Arsandi. Dia ingin aku mendampingi nya untuk melamar Mery nanti malam." jelas Danu pada akhir nya.


"Ka Danu jangan bercanda. Nanti malam bang Arsandi mau ngelamar Mery? Kaka serius?" cecar Layla dengan gak percaya.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️

__ADS_1


__ADS_2