
...🥀🥀🥀...
Danu mengelusss pipi Layla dengan kasih sayang. "Aku mencintai mu!" namun sejurus kemudian, ia memungkiri apa yang baru saja bibir nya katakan.
Danu menggelengkan kepala nya, tidak mungkin aku mencintai nya!
Danu memilih tidur di sofa, sementara ia membiarkan Layla tidur di atas kasur.
"Semoga mimpi indah girl!" gumam Danu dengan memiringkan tubuh nya, melihat Layla yang tampak lelah dan pulas dalam tidur nya.
...----...
Sementara di hotel, tempat acara pernikahan Danu dan Layla di gelar. Orang tua Danu dan Layla, masih sama sama tinggal di kamar hotel yang mereka tempati masing masing.
Sifanye mengayunkan langkah kaki nya, menghampiri Noval yang tengah duduk di sofa, yang ada di ruang tamu di sebuah kamar hotel yang mereka tempati.
"Aku semakin curiga sama kamu, yah! Apa yang sudah kamu sembunyikan dari aku?" tuntut Sifanye, meminta Noval untuk berkata jujur pada nya.
Noval mengerutkan kening nya, menatap datar wajah cantik sang istri yang tidak lagi muda, bisa di bilang Sifanye menikah dengan berondong, karena usia Noval yang jauh lebih muda dari usia nya.
Rupa nya Sifanye masih penasaran dengan apa yang sudah di katakan Tati sebelum akad tadi berlangsung.
"Jujur apa lagi sih mah?" Noval membalikkan pertanyaan, tanpa memberikan jawaban yang di inginkan Sifanye.
Sifanye mendudukan diri nya di samping Noval, menyandarkan kepala nya dengan manja di lengan sang suami. Jemari nya bergerak abstrak di lengan kekar sang suami.
"Jangan kau pikir, aku tidak tahu sayang! Aku tidak sengaja mendengar nya, yah karena aku sudah mendengar nya sendiri... jadi gak ada salah nya dong, jika aku ingin mengetahui kebenaran nya mengenai Layla dari kamu, sayang!" ucap Sifanye dengan suara di buat manja, Sifanye mengadahkan kepala nya, menunjukkan wajah imut nya pada Noval.
Noval mengelusss lengan Sifanye, menunjukkan sederet gigi putih nya, jangan kau pikir... aku bisa termakan dengan rayuan mu, Sifanye.
"Kau salah dengar kali, hooouuuummmmm... aku ngantuk nih mah! Kita tidur yuk!" Noval pura pura mengantuk dengan menguap, menutup mulut nya dengan telapak tangan nya.
"Yah! Mama tau, kamu itu sedang menghindar kan!" sungut Sifanye saat Noval beranjak dari duduk nya, melenggang menaiki kasur yang empuk.
__ADS_1
Sifanye beranjak dari duduk nya, menghentakkan ke dua kaki nya dengan kesal. "Aku pasti kan, aku akan mendapatkan apa yang aku inginkan, termasuk rahasia yang kalian sembunyikan mengenai Layla!"
Sementara di kamar hotel lain nya, nampak Baskoro yang tengah duduk di meja bar, entah sudah berapa banyak minuman yang sudah melewati tenggorokan nya. Entah sudah berapa botol minuman yang sudah ia habiskan seorang diri.
"Aku tidak bisa membenci nya, gadis itu putri Devita. Tidak seharus nya, aku memisahkan Devita dengan putri kandung nya dulu. Bagaimana pun aku sudah membuat anak itu menderita dalam kemalangan. Aku akan menebus nya. Tidak akan aku biarkan ia menderita." oceh Baskoro.
Baskoro beranjak dari duduk nya, berjalan dengan sempoyongan dan menjatuhkan tubuh nya di atas kasur dengan tengkurap. Ke dua tangan merentang.
...----...
Tidak ada suara ayam yang berkokok, untuk membangunkan Layla dari tidur nyenyak nya. Seakan tau waktu nya untuk sholat subuh, Layla mengerjapkan ke dua mata nya. Menarik tangan nya ke atas, mengendurkan urat urat tangan nya.
"Jam berapa ini ya? Jadi aku semalam tidur sendiri? Segitu nya dia gak mau tidur satu ranjang sama gue! Tapi gak apa sih, gue aman. Dia gak ngapa ngapain gue hehehe." cicit Layla ada rasa bahagia dan kecewa yang ia rasa, saat mendapati diri nya tidur sendiri di ranjang yang besar.
Layla melangkah turun dari atas tempat tidur. Langkah kaki nya membawa nya ke sofa, tempat di mana Danu mengistirahatkan tubuh nya.
Layla berdiri di samping kepala Danu, tubuh nya condong ke depan, menatap dengan lekat wajah pria yang terpaut 5 tahun dengan nya itu, bahkan sekarang status mereka berdua kini suami istri.
"Ganteng banget sih kalo di liet dari deket gini... tapi sayang kadang galak, kadang dingin, tapi gue akuin sih, dia perhatian." gumam Layla, tanpa sadar tangan kanan nya terulur menyentuh pipi Danu, menowelll nowelll hidung Danu yang mancung ke depan.
Puk puk puk.
"Bangun! Bangun Danu! Woy bangun, udah waktu nya sholat subuh!" seru Layla, dari suara yang lembut jadi naik satu oktaf.
Danu tidak bergeming dari tidur nya, membuat Layla semakin gemas di buat nya.
Layla menegakkan tubuh nya, dengan bibir mengerucut, lalu menghentakkan ke dua kaki nya dengan kesal. "Danu! Bangun! Mau sholat subuh gak sih? Kalo gak mau, gue sholat sendiri aja nih!" gerutu Layla dengan suara yang masih naik satu oktaf.
Layla menggaruk kepala nya dengan frustasi. "Beneran nih yah! Aku subuh sendiri ajah!" Layla membalikkan tubuh nya, hendak melangkah meninggalkan Danu.
Grap.
Tangan besar Danu menghentikan langkah kaki Layla, dengan ia menggenggammm pergelangan tangan Layla.
__ADS_1
Layla mengerutkan kening nya. "Kamu udah bangun?" Layla menatap pergelangan tangan nya yang di genggammm Danu.
"Kau pikir aku ini sudah bangun atau masih tidur, hem?" Danu menyeringai dengan ke dua mata yang masih terpejam.
"Ini mah kamu udah bangun, Danu! Ayo cepetan, kalo waktu subuh nya habis, aku marah lo ya!" Layla mencoba melepaskan pergelangan tangan nya dari genggamannn Danu, dengan menggoyang goyangkan tangan nya.
Sreeek.
Bugh.
"Akkkkhhh!" pekik Layla saat tangan nya di tarik dan membuat tubuh nya terjerembab ke belakang, menindih tubuh Danu.
Danu membuka ke dua mata nya, menatap sepasang mata teduh Layla dengan jarak yang sangat dekat.
Deh deg deg.
Debaran jantung Layla kembali berdetak dengan kencang, apa lagi saat ia menatap dengan intens sepasang mata tajam Danu yang kini menatap nya dengan tatapan hangat.
Layla menelan saliva nya dengan sulit. Astagaaa Danu, kenapa di saat dekat seperti ini, lo buat jantung gue kaya mau lompat, ada apa dengan perasaan gue, ada apa dengan jantung gue? Lo baru bangun tidur, tapi kenapa hembusan nafas lo itu wangi banget ya?
Hal yang sama pun di rasakan oleh Danu. Danu menatap Layla dengan intens. Senyum terus tersungging di bibir nya.
Lagi dan lagi, gue ngerasain debaran jantung gue dan jantung Layla sama sama berdetak kencang, apa lagi jarak kita ini amat dekat, apa ini cinta? Ah masa cinta datang nya cepet banget.
"Ba- bangun! Lo ngak mau kita kaya gini terus kan?" tanya Layla dengan gugup.
"Iya bangun, kita berjamaah ya!" ucap Danu dengan hangat.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...