
...🥀🥀🥀...
"Maaf dek, temannya kenapa?" tanya satpam bioskop dengan tatapan menyelidik pada anak SMA yang tengah memapah teman wanitanya.
"Emmm i- ini pak, te- teman ka- kami a- anu emmm." dengan tergagap Arsan menjawab pertanyaan pak satpam, ia melirikkan matanya pada Nugi, untuk menjawabnya.
"Pinsan pak, i- iya benar... teman kita ini tadi pinsan di dalam. Saking takutnya nonton film horor, jadi pinsan." bohong Nugi.
Pak satpam menatap curiga pada ke duanya, seingat saya, film yang kali ini di putar... tidak menunjukkan ada adegan horornya, ini anak pasti bohong.
"Kami permisi ya pak, mau bawa teman kami ini pulang!" ucap Nugi dengan sedikit kesulitan memapah Layla.
"Begitu ya! Apa kalian yakin teman kalian ini pinsan karena takut melihat adegan horor?" selidik pak satpam.
Puk.
Tangan besar Danu menepuk bahu Arsan dari belakang, membuat Arsan yang latah pun kini berkata jujur dengan sendirinya.
"Iya pinsan pak, orang minumannya di campur obat tidur!"
Nugi melirik dengan marah, ke arah pria yang membuat Arsan berkata jujur pada satpam, siapa ini cowok? Kaya gak asing gini! Tapi kacau gara gara ini orang, Arsan jadi ngomong jujur!
"Bapak sudah dengar sendiri kan, apa yang di katakan bocah ini?" ucap Danu pada satpam bioskop dengan wajah datarnya.
Tanpa permisi lagi, Danu langsung menyingkirkan tangan Nugi dan Arsan dari bahu Layla dengan kasar, tatapan mata yang dingin. Lalu menggendong tubuh Layla dengan ke dua tangan kekarnya.
__ADS_1
Beraninya kalian menyentuh tunangan gue! Tapi kenapa gue kesel banget sama ini anak dua, pengen banget gue tonjok! Tapi yang terpenting sekarang Layla. Gue harus bawa Layla pergi dari sini.
"Heh kau, siapa kau berani merebut teman kami! Mau kau bawa ke mana Layla!" ucap Nugi dengan kesal, merasa mangsanya di rebut paksaaa pria yang tidak ia kenal.
"Siapa saya? Tidak penting kalian bocah tengik tau siapa saya! Yang pasti urusan mu dengan pak satpam belum selesai." ucap Danu dengan suara yang tertahan.
"Maaf pak, saya sudah bisa kan membawanya!" tanya Danu pada pak satpam.
"Silahkan, pak." pak satpam mempersilahkan Danu membawa Layla.
Srek.
Nugi menahan langkah Danu dengan mencengrammm lengan besar Danu.
"Woy! Jawab pertanyaan gue, siapa lo! Berani bawa Layla dari gue!" ucap Nugi dengan penuh penekanan, seenaknya aja mau bawa kabur mangsa gue! Layla itu sekarang mainan buat gue! Gue harus buat Layla hancur, baru gue bisa lepasin ini anak!
Pak satpam angkat bicara, dengan suara yang tegas, sorot mata tajam pada Nugi dan Arsan.
"Kalian berdua, lebih baik ikut saya. Mempertanggung jawabkan apa yang sudah kalian perbuat!" ujar pak satpam.
Danu melangkah dengan pasti meninggalkan Nugi, Arsan dan pak satpam.
Nugi mengepalkan tangannya, menatap punggung Danu dengan tidak suka, kurang ajar tuh cowok! Siapa sih berani ngancem gue?
"Malah diam, ayo ikut saya ke pos!" titah pak satpam dengan suara yang tegas.
__ADS_1
Nugi mengerutkan keningnya, menatap penuh tanya pak satpam, nih pak satpam kenapa lagi! Mempertanggung jawabkan apa sih? Bukti apa yang itu cowok punya, sampe ini pak satpam yakin banget minta gue buat tanggung jawab.
Arsan bertanya pada Nugi tanpa bersuara. 'Apa sih?'
Nugi menggelengkan kepalanya, tidak tau apa yang di katakan pak satpam. 'Mana gue tau!'
Nugi membuang nafasnya dengan kasar. "Apa sih pak! Mempertanggung jawabkan? Mempertanggung jawabkan apa, pak? Bapak itu udah salah paham sama kita, yang niet jahat itu pria tadi pak! Bukan kita, kita ini anak baik baik!" kilah Nugi, memutar balikkan fakta.
"Sudah ikut saja dulu dengan saya, jika kalian ingin melihat bukti yang sudah di berikan pria tadi! Saya jamin, kalian tidak akan berani menyangkal lagi!" ucap pak satpam dengan percaya diri.
"Oke kalo gitu!" Nugi dan Arsan mengikuti langkah kaki pak satpam.
Arsan mengayunkan langkah kakinya dengan berat. "Nyesel gue ikut rencana lo!" gerutu Arsan pada Nugi.
"Gak usah bacottt deh lo!" sungut Nugi dengan mendelik.
Mata Nugi dan Arsan membola, setelah melihat bukti video yang di putar oleh pak satpam bioskop. Bukti yang di kirimkan Danu, video yang di ambil diam diam saat Nugi mencampur minuman dengan obat tidur dan mengadukannya, bahkan percakan mereka terdengar dengan jelas. Membuat ke duanya tidak bisa lagi menyangkal.
"Sialannn itu cowok, siapa sih berani ngejebak gue! Apa dia kerja sama dengan Sopur! Gila nih Sopur berani main main sama gue!" gumam Nugi dengan tangan mengepal.
Bersambung...
...🥀🥀🥀...
Menuangkan segala ke haluan lewat kata. Dari kata menjadi kalimat. Dari kalimat yang terangkai menjadi sebuah karya 😅😅😅
__ADS_1
...Jangan lupa tinggalin jejak, like, rate 😅 komen dah kalo perlu....
...Makasih yooo ☺️☺️...