Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Orang suruhan


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Arsandi melihat ban mobil nya, lalu membuka kap mobil.


"Apa ada masalah ya, pada hal baru beberapa hari yang lalu di servis." ujar Arsandi, mengecek kondisi mesin mobil yang secara kasat mata tidak bermasalah.


Bugh.


Seseorang memukul punggung Arsandi dengan sebilah balok, membuat tubuh Arsandi oleng.


"Uuhwwwhhh!" pekik Arsandi, berusaha menjaga posisi berdiri nya. Merasakan nyeri dan panas pada area punggung nya yang kena pukulan.


"Kunci mobil dari dalam, Nona!" titah Arsandi pada Layla dengan suara nyaring.


Layla langsung mengangguk, dengan patuh melakukan apa yang di minta Arsandi pada nya.


"Banyak bacottt lo! Lo gak akan bisa ngelawan gue!" seru pria yang mengenakan jaket hitam, dengan helm di kepala, siap melayangkan kembali balok kayu yang ada di tangan nya pada Arsandi.


Bugh bagh bigh bugh.


Ke dua nya terlibat perkelahian, Arsandi yang melawan hanya dengan tangan kosong, sedangkan pria yang menyerang nya dengan kayu balok, tidak henti nya terus melakukan serangan pukulan. Meski pukulan nya sering kali gagal dan meleset, dengan gerakan Arsandi yang lincah saat menghindari nya.


"Siapa yang sudah menyuruh mu?" tanya Arsandi dengan mendaratkan kepalan tangan di perut pria berhelm.


Prang.


Bugh.


Kayu balok terlepas dari tangan pria berhelm. Tubuh nya pun kini terhuyung ke belakang dan mendarat di aspal dengan cukup keras.


"Pertanyaan lo gak penting gue jawab!" seru nya dengan suara penuh emosi, kembali beranjak dari posisi nya.


Arsandi menatap penuh waspada, pria yang berdiri di hadapan nya. Dengan tangan yang berada di belakang punggung.


'Dia pasti orang suruhan, tapi siapa yang melakukan ini?' batin Arsandi.


"Enyah lo penghalang!" pria berhelm mengeluarkan belatiii dari balik punggung nya. Mengarahkan nya pada Arsandi, pria yang menjadi lawan nya.


Bertepatan dengan sebuah mobil jip hitam yang berhenti di samping mobil yang di tumpangi Layla. Dua orang pria berjaket hitam dengan penutup kepala langsung ke luar dari dalam mobil.


Tok tok.


"Cepet buka pintu nya, kalo lo pengen selamat!" ucap si pria dengan mengetuk keras kaca mobil.


"Jangan biarkan mereka masuk Nona!" seru Arsandi melihat ke arah mobil.


'Sabar Layla, lo pasti bisa ngadepin ini!' batin Layla, merogoh tas sekolah nya, mengambil sesuatu yang bisa untuk di jadikan alat untuk mempertahankan diri.


"Banyak omong lo! Enyah lo di tangan gue!" seru pria berhelm, dengan tangan menyerang perut Arsandi dengan belatiii.


Sreek.


Arsandi menghindar.


Grap.


Arsandi menahan pergelangan tangan penyerang nya.


Prang.

__ADS_1


Belatiii jatuh ke aspal, setelah Arsandi berhasil menghentakkan pergelangan tangan penyerang nya.


"Aaawwwh sialannn lo!" teriak kesakitan peia berhelm saat Arsandi berhasil mematahkan pergelangan tangan nya.


Bugh.


Arsandi mendorong dan menghempaskan tubuh pria berhelm, hingga jatuh menimpa sepedah motor milik nya.


Pria berhelm berhasil di lumpuhkan, kini menyisakan 2 orang yang mengenakan tutup kepala.


"Lo urus dia!" titah pria yang berusaha membuka pintu mobil, pada teman nya.


"Siap bos!" seru nya sambil melangkah maju, menghentikan Arsandi yang berusaha menggagalkan niat ke dua nya membawa Layla dari dalam mobil.


Arsandi kembali melawan, dengan gerakan gesit nya, melumpuhkan lawan nya kini menyerang nya.


Ceklek ceklek.


"Ini anak minta di paksa rupa nya ya!" seru nya dengan menyeringai, melihat pintu mobil belum bisa di buka oleh nya.


'Gue harus bisa lumpuhin ini orang, jangan sampe teman nya berhasil membawa Nona!' batin Arsandi yang mulai kelelahan melawan.


Bugh bugh bagh bigh bugh.


Ceklek.


Grap.


Pintu berhasil di buka, dengan tangan yang terulur, pria yang mengenakan penutup kepala berhasil menggenggammm satu pergelangan tangan target nya dengan kencang, lalu menarik nya dengan kasar.


"Awwhh lepas, tangan gue sakit!" pekik Layla dengan meringis.


"Gak, lepas! Gue gak kenal lo!" seru Layla, berusaha melepaskan tangan nya dari pria yang berusaha menarik nya ke luar dari dalam mobil dengan paksa.


"Nanti lo bakal kenal sama bos gue! Mending lo ikut gue dengan baik baik!" ucap nya dengan tatapan mata yang tajam.


"Kasih tau gue dulu, siapa yang nyuruh lo! Baru gue ke luar tanpa perlu lo paksa!" seru Layla, berusaha bernego, sementara tangan lain nya sudah bersiap mengeluarkan senjata pertahanan nya.


'Seengga nya gue harus tau dulu, siapa yang udah nyuruh mereka buat nyulik gue kan! Ayo Layla, lo pasti bisa, bismilah!' batin Layla, dengan perasaan jedag jedug.


"Bos Basuki yang udah nyuruh gue! Sekarang lo ke luar! Lo masuk ke dalam mobil gue!" ucap nya dengan melepaskan pergelangan tangan Layla yang sebelum nya sudah berhasil ia genggammm.


Pria yang mengenakan penutup kepala menunggu Layla ke luar, dengan memegangi pintu mobil.


Layla mengerutkan kening nya, gak nyangka pria yang tadi terlihat sangar, kini percaya dengan kata kata nya, melepaskan genggamann tangan nya. Dan mengatakan siapa orang yang menyuruh nya.


"Ayo cepat ke luar!" ucap nya lagi dengan suara meninggi.


Layla berjingkat kaget.


"Apa om yakin nama bos om itu Basuki?" tanya Layla, menelan saliva nya dengan sulit, bergerak ke luar dari dalam mobil.


Arsandi mengerutkan kening nya, mendengar suara bentakan dari arah mobil.


Bugh.


"Mampusss lo!" seru Arsandi, berhasil melumpuhkan lawan satu nya.


Baru mau melangkah, menolong Layla. Arsandi di buat terpaku, dengan apa yang ia lihat.

__ADS_1


Prooot.


Layla menyemprotkan parfum yang ada di tangan nya ke mata pria yang ada di depan nya.


"Aaakkkhhh mata gue perih, sialannn lo bocah! Berani nya permainan gue! Kurang ajarrr!" teriak kesakitan, pria yang tadi bersikap kasar pada Layla dengan memegangi ke dua mata nya.


Bugh.


Layla menendang sekuat tenaga, kaki kanan nya ke arah area terlarang bagi pria.


"Awwwhhhhh kantong kemenyannn gue! Anjiiir!" pekik nya dengan suara tertahan, merasakan ada yang pecah namun tidak berdarah, sakit luar biasa kini ia rasakan.


Bugh.


Arsandi memberikan pukulan keras pada punggung pria yang tengah membungkuk, menahan sesuatu yang sakit dengan tangan nya.


Bagh.


Tubuh pria itu pun ambruk di aspal, dengan meringkuk tetap memegangi area selangkangannn nya, dengan suara merintih.


"Aduuuuhhh sakiiit, gila lu bocah... gak bisa gue anggap remeh!" umpat nya, dengan wajah yang pasti merah padam di balik kain penutup kepala nya.


Bugh.


Layla menyandarkan punggung nya pada pintu mobil, menatap tidak percaya dengan apa yang ia lakukan.


'Gilaaa, gue bisa ngelakuin ini?' tanya Layla pada batin nya sendiri.


"Nona gak apa apa?" tanya Arsandi dengan khawatir, melihat Layla yang kini menyandar pada pintu mobil.


Wing wing wing wing.


"Apa Nona menelpon polisi?" tanya Arsandi, saat melihat dari kejauhan ada mobil patroli.


Layla menggelengkan kepala nya.


"Selamat siang pak, dek!" seru seorang polisi, setelah turun dari mobil, menghampiri Layla dan Arsandi.


"Siang pak!" jawab Arsandi.


Sementara Layla menatap pria yang masih meringkuk, kini di bantu polisi lain nya, melepasss kain penutup kepala nya.


"Ada apa ini pak? Bisa jelaskan pada saya? Siapa mereka bertiga ini?" tanya pak polisi.


Melihat 3 pria yang terkapar tidak jauh dari 2 orang yang ia temui. Dengan 2 orang mengenakan kain penutup kepala, 1 orang mengenakan helm.


"Entah lah pak, kami sendiri tidak tau mereka siapa... yang pasti mereka menyerang, dan ingin membawa Nona Muda saya, pak!" jelas Arsandi.


"Mereka orang suruhan pak, Basuki. Nama pria yang menyuruh mereka." ujar Layla, membuat Arsandi dan pak polisi yang ada di hadapan nya melihat ke arah nya dengan tatapan menyelidik, Layla mengatakan nya tanpa ada keraguan.


"Baik lah, kalo begitu saya minta nomor yang bisa di hubungi. Untuk sementara mereka akan kami bawa untuk mendapat perawatan, lalu akan kami selidiki apa motif mereka menyerang kalian." ucap pak polisi.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentarnya dong, 😅😅


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...

__ADS_1


...Kehaluan semata...


__ADS_2