
...🥀🥀🥀...
"Gimana cara nya Arsandi bisa tau?" tanya Mery pada diri nya sendiri.
Tanpa Mery sadari, diri nya menunggu Arsandi kembali ke kamar mereka. Dengan isi kepala yang di penuhi tanya, ego nya terlalu tinggi untuk menemui Arsandi meski sekedar meminta hape nya kembali. Dan menanyakan bagaimana ia tau semua nya.
Arsandi memilih berada di ruang kerja nya, berlama lama di sana, sambil menunggu keberangkatan nya esok pagi. Hati nya masih belum siap untuk bertemu dengan Mery, ia gak akan bisa menjamin apa masih bisa menahannn diri saat bertatapan dengan Mery.
Dengan tangan mengepalll, menatap jengkel layar hape Mery yang menampilkan beberapa foto Mery bersama dengan pria lain, yang gak lain adalah Roy.
"Kurang ajarrr, berani nya Mery menyimpan foto laki laki bajingannn itu! Apa ini! Dasar wanita gak punya harga diri! Di mana harga diri mu sebagai seorang istri! Kau benaran membuat ku malu mengakui mu sebagai istri, Mery! Bukan ini yang aku harapakan dari mu mengetahui ayah biologis mu." gerutu Arsandi dengan penuh amarah.
Prang.
Arsandi membantinggg hape Mery sekuat tenaga, lalu ia menginjakkk injakkk nya dengan sepatu yang menghiasi kaki nya.
.
.
Ke esokan hari nya.
Arsandi sudah pergi pagi pagi sekali, tanpa berpamitan pada Mery, tanpa kembali pula ke kamar nya.
__ADS_1
"Aku pergi, bi!" seru Arsandi berpamitan pada sang bibi.
"Apa kamu yakin, gak ingin menemui Mery dulu? Setidak nya kamu pamitan, jangan lama lama marah nya." terang sang bibi khawatir.
"Gak perlu bi, anggap aja aku dan Mery sedang introspeksi diri, akan di bawa ke mana rumah tangga kami kelak." ucap Arsandi, menaruh asa pada setiap perkataan nya.
"Bibi cuma bisa bilang, kamu harus sabar menghadapi Mery. Mungkin hati kecil Mery belum terbuka. Mery belum melihat ketulusan cinta yang kamu miliki untuk nya." ujar bibi panjang kali lebar, menatap Arsandi dengan iba.
'Kasihan Arsandi, dia udah banyak berbuat banyak untuk Mery, tapi Mery dengan mudah hati nya goyah oleh pemuda lain, yang jelas jelas hanya memanfaatkan nya aja.' umpat sang bibi meski dalam hati.
"Aku berangkat bi!" Arsandi mencium punggung tangan kanan sang bibi, dari sang bibi lah. Kini Arsandi seakan merasakan kembali kasih sayang yang pernah di berikan Devinta pada nya.
"Hati hati kamu di jalan." ujar sang bibi, saat Arsandi mulai menarikkk gas mobil nya.
Setelah mobil yang di kemudikan Arsandi gak terlihat di mata sang bibi. Tanpa menunggu waktu lagi, bibi langsung masuk ke dalam rumah, berjalan dengan cepat tanpa keraguan, melangkah menuju kamar Mery.
Ceklek.
Sang bibi masuk ke dalam kamar Mery tanpa hambatan, pintu pun gak di kunci.
"Astagaaa Mery, apa yang sudah terjadi dengan kamar kalian? Apa harus isi barang di kamar ini yang menjadi korban pertengkaran kalian?" tanya bibi, mengedarkan pandangan nya dengan membola lalu menggelengk kan kepala nya.
"Eemmmhhh berisik bi!" Mery mengeranggg, dengan mata terpejam, tangan kanan Mery meraih bantal lalu menutupi wajah nya dengan bantal itu.
__ADS_1
Bibi melangkah perlahan dengan hati hati, menghindar dari serpihan barang barang yang berserakan di lantai.
Sreeeek.
Bibi menarikkk gorden yang menutupi sinar mentari pagi untuk masuk ke dalam kamar nya.
'Coba aja Mery gak bertemu dengan pria yang bernama Roy, saat ini mungkin Mery akan merasa sangat bahagia dan beruntung. Karena kehadiran Arsandi semua nyam.
"Mau sampai kapan kamu akan bersikap seperti ini Mery? Ayo bangun! Bisa bisa nya kamu tidur sampai siang begini, kamu bahkan melewatkan untuk mengantar Arsandi yang hari ini harus terbang ke kota C. Keterlaluan kamu Mery Mery! Udah tau Arsandi akan beberapa hari di luar kota, tapi kamu malah mengantar nya dengan kemarahan, yang benar aja kamu Mer Mer!" dumel sang bibi, yang kini mendaratakan bobot tubuh nya di tepian kasur.
Mery terlonjak dari tidur nya dan langsung duduk di atas tempat tidur nya, ke dua tangan nya mengucek ke dua mata nya.
"Tadi bibi bilang apa? Arsandi ke luar kota? Beberapa hari? Bibi serius?" tanya Mery dengan gak percaya, seketika ke dua mata nya dapat terbuka dengan lebar.
"Jangan bilang Arsandi gak bilang sama kamu? Waaah bibi tau nih, kamu yang lupa jika Arsandi hari ini akan pergi?" tebak bibi dengan tatapan memicing.
"Kapan Arsandi pergi bi?" tanya Mery.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Kehaluan semata...
__ADS_1
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️🤸🏼♀️