
...🥀🥀🥀...
"Gak bisa sayang, untuk saat ini. Pengawasan atas kau dan Mery di perketat. Aku gak mau hal buruk itu terjadi pada mu atau pun pada Mery!" seru Danu dengan tegas.
"Aku risihhh ka! Kemana mana harus di ikuti." ucap Layla dengan alasan nya.
"Maaf sayang, ini dengan keselamatan mu juga!" tetang Danu, mengecup kening Layla.
"Jangan pura pura gak tau, aku jelas merindukan ka Danu! Rasa nya seperti bertahun tahun gak ketemu, merindu, mendamba. Apa kaka makan dengan baik di kota C?" tanya Layla, kini ikut mengambil alih makanan Danu dan gantian menyuapkan nya ke dengan mulut Danu.
"Aku makan dengan baik, kenapa kau tanyakan itu hem?" tanya Layla ingin tau.
"Ka Danu tirusan, itu artinnya ka Danu makan dengan gak baik, dan tidur pun gak baik." celetuk Layla dengan mengamati wajah Danu.
"Gimana aku gak tidur dengan baik, aku dan kamu terpisah jarak. Jadi aku kurang nyenyak saat tidur!" terang Danu yang membuat Layla bersemu dengan pipi merona.
"Jangan merayu ku ka! Ini kan masih di kantin rumah sakit!" seru Layla dengan wajah tertunduk, gak berani menunjukkan wajah kepiting rebus nya di depan Danu.
Danu menyentuhhh dagu Layla, membuat Layla mengangkat wajah nya dan mau gak mau ke dua mata kini saling menatap.
"Katakan!" seru Danu.
"Katakan apa ka?" tanya Layla dengan polos nya, gak ngerti maksud Danu.
"Jangan pura pura gak tau. Ayo katakan!" bujuk Danu lagi.
"Ihs serius, katakan apa?" tanya Layla bingung.
"Katakan, kamu mau kita ini punya anak berapa?" tanya Danu pada akhir nya.
"Dua cukup ka!" celoteh Layla.
"Kurang sayang, 2 itu terlalu sedikit, tambah lagi!" tawar Danu, gak terima jika hanya punya 2 orang anak dari pernikahan nya.
"Cukup 2 aja ka, keluarga berencana gitu ka!" ucap Layla dengan senyum di bibir, meyakinkan hati sang suami.
Ke dua nya melanjut kan makan, 2 pengawal pun imut makan.
.
.
Arsandi menggenggammm jemari Mery, menatap sedih keadaan Mery yang terkulai gak berdaya di atas berangkar.
__ADS_1
"Harus nya aku gak ninggalin kamu di kota ini sendirian. Harus nya aku membawa mu serta, maaf sayang, karena kelalaian ku... kamu jadi seperti ini! Maaf kan aku Mery! Buka mata mu Mery!" ucap Arisandi, dengan bulir bening yang tanpa terasa menerobosss pelupuk mata nya.
"Aku menanti kwn mu Mery, menantikan kamu yang kembali menghangat pada ku! Aku akan menjaga mu! Apa oun yang sudah terjadi pada mu, aku akan menerima nya!" ucap Arsandi, mengelusss pipi Mery yang masih tercetak tangan di wajah nya.
'Berani nya pria itu menamparrr mu! Harus nya aku yang menghabisiii nya! Dia sudah berani menyentuh mu!' umpat batin Arsandi.
.
.
Sementara di negara lain.
Prang.
"Aneh, aku tadi memegang nya dengan erat. Kenapa bisa terlepasss?" tanya Baskoro dengan bingung, melihat serpihan gelas yang gak lagi berbentuk di lantai.
"Apa yang terjadi Tuan besar?" tanya seorang perawat wanita yang menghampiri sang majikan.
...🥀🥀...
"Gak bisa sayang, untuk saat ini. Pengawasan atas kau dan Mery di perketat. Aku gak mau hal buruk itu terjadi pada mu atau pun pada Mery!" seru Danu dengan tegas.
"Aku risihhh ka! Kemana mana harus di ikuti." ucap Layla dengan alasan nya.
"Maaf sayang, ini dengan keselamatan mu juga!" tetang Danu, mengecup kening Layla.
"Jangan pura pura gak tau, aku jelas merindukan ka Danu! Rasa nya seperti bertahun tahun gak ketemu, merindu, mendamba. Apa kaka makan dengan baik di kota C?" tanya Layla, kini ikut mengambil alih makanan Danu dan gantian menyuapkan nya ke dengan mulut Danu.
"Aku makan dengan baik, kenapa kau tanyakan itu hem?" tanya Layla ingin tau.
"Ka Danu tirusan, itu artinnya ka Danu makan dengan gak baik, dan tidur pun gak baik." celetuk Layla dengan mengamati wajah Danu.
"Gimana aku gak tidur dengan baik, aku dan kamu terpisah jarak. Jadi aku kurang nyenyak saat tidur!" terang Danu yang membuat Layla bersemu dengan pipi merona.
"Jangan merayu ku ka! Ini kan masih di kantin rumah sakit!" seru Layla dengan wajah tertunduk, gak berani menunjukkan wajah kepiting rebus nya di depan Danu.
Danu menyentuhhh dagu Layla, membuat Layla mengangkat wajah nya dan mau gak mau ke dua mata kini saling menatap.
"Katakan!" seru Danu.
"Katakan apa ka?" tanya Layla dengan polos nya, gak ngerti maksud Danu.
"Jangan pura pura gak tau. Ayo katakan!" bujuk Danu lagi.
__ADS_1
"Ihs serius, katakan apa?" tanya Layla bingung.
"Katakan, kamu mau kita ini punya anak berapa?" tanya Danu pada akhir nya.
"Dua cukup ka!" celoteh Layla.
"Kurang sayang, 2 itu terlalu sedikit, tambah lagi!" tawar Danu, gak terima jika hanya punya 2 orang anak dari pernikahan nya.
"Cukup 2 aja ka, keluarga berencana gitu ka!" ucap Layla dengan senyum di bibir, meyakinkan hati sang suami.
Ke dua nya melanjut kan makan, 2 pengawal pun imut makan.
.
.
Arsandi menggenggammm jemari Mery, menatap sedih keadaan Mery yang terkulai gak berdaya di atas berangkar.
"Harus nya aku gak ninggalin kamu di kota ini sendirian. Harus nya aku membawa mu serta, maaf sayang, karena kelalaian ku... kamu jadi seperti ini! Maaf kan aku Mery! Buka mata mu Mery!" ucap Arisandi, dengan bulir bening yang tanpa terasa menerobosss pelupuk mata nya.
"Aku menanti kan mu Mery, menantikan kamu yang kembali menghangat pada ku! Aku akan menjaga mu! Apa oun yang sudah terjadi pada mu, aku akan menerima nya!" ucap Arsandi, mengelusss pipi Mery yang masih tercetak tangan di wajah nya.
'Berani nya pria itu menamparrr mu! Harus nya aku yang menghabisiii nya! Dia sudah berani menyentuh mu!' umpat batin Arsandi.
.
.
Sementara di negara lain.
Prang.
"Aneh, aku tadi memegang nya dengan erat. Kenapa bisa terlepasss?" tanya Baskoro dengan bingung, melihat serpihan gelas yang gak lagi berbentuk di lantai.
"Apa yang terjadi Tuan besar?" tanya seorang perawat wanita yang menghampiri sang majikan.
...🥀🥀🥀...
Bersambung...
...Jangan baper, kehaluan semata 🏃🏼♀️🏃🏼♀️🏃🏼♀️...
⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼♀️🤸🏼♀️
__ADS_1