Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Kena mental


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


"Kenapa ka?" tanya Layla, menatap penuh tanya Danu yang menghentikan langkah kaki nya.


"Gak ada, ayo lanjut." Danu merangkul dan menggiringgg Layla kembali, dengan langkah kaki yang lebih cepat.


Bugh.


"Mulai lagi deh aneh nya!" Layla memukulll dada bidang Danu dengan bibir mengerucut.


"Gak sayang! Sampai kapan pun, aku akan tetap seperti ini, mencintai mu, menyayangi mu dengan sepenuh hati ku!" Danu mengecup kening Layla, menatap nya dengan penuh cinta.


"Selalu aja seperti itu kalo di tanya!" sungut Layla.


Diam diam Danu mengirim pesan pada Doni tanpa sepengetahuan Layla. Karena gak mungkin ia mengganggu dan mengacaukan Arsandi yang lagi menikmatiii masa masa bulan madu nya bersama dengan Mery.


Layla meminta Danu, untuk memberikan waktu untuk ke dua nya. Menghabiskan waktu tanpa ada nya pekerjaan yang akan mengusik rumah tangga Arsandi dan Mery.


..."Datang ke mall xx, kirimkan pengawal terbaik wanita yang pasti nya bisa melindungi nyawa Layla! Jika sampai orang mu gagal. Nyawa mu yang akan menjadi taruhan nya!"...


"Siap bos, kirimkan lokasi mu sekarang juga!" balas Doni.


Ke dua nya memasuki toko yang menyediakan berbagai merk laptop dengan berbagai harga.


"Selamat datang di toko elektronik trand! Ada yang bisa saya bantu, Tuan, Nona!" sapa seorang pria muda, yang menyambut ke datangan ke dua nya.


Layla mengadahkan wajah nya ke arah Danu.


"Pilihkan laptop yang terbaik untuk istri ku!" ucap Danu tegas.


'Kirain adik nya, gak tau nya istri nya! Pantesan posesif banget, nganten baru kali ya!' pikir karyawan toko trand, memindai gerakan Danu terhadap Layla dengan tatapan yang sulit di artikan.

__ADS_1


Layla merasa gak nyaman dengan tatapan dari karyawan toko. 'ini karyawan toko, lietin apaan si? Dengerin ka Danu ngomong gak si? Masih aja diem berdiri di sini! Bukan nya cariin barang nya gitu!' umpat Layla meski dalam hati, memasang senyum terpaksa nya saat Danu menatap nya.


"Hei, lihat apa kau? Cepat carikan laptop terbaik dari toko mu ini!" titah Danu lagi, menatap jengkel karyawan pria muda yang berdiri di hadapan nya.


"Eh i- iya Tuan. Ke- kebetulan toko kami baru kedatangan barang bagus, Tuan. Harga tidak akan membohongi kwalitas suatu barang Tuan! Apa Tuan mau melihat nya?" cicit karyawan toko dengan tatapan meremehkan.


'Tampang nya aja keren, paling juga ujung ujung nya cuma beli laptop yang gak jauh mampu beli nya yang di bawah 15 juta.' ejek karyawan toko dalam hati.


Danu mengerutkan kening nya, melihat karyawan toko yang belum juga bergegas, mencari kan barang yang Danu inginkan.


'Sialannn, nih karyawan pikir gue gak punya uang buat beliin Layla satu laptop doang? Berani nya mandang gue rendah! Apa itu! Mau curi perhatian Layla? Enak aja lo!'


"Di mana manajer mu?" tanya Danu datar, dengan rahang pipi mengeras.


Karyawan toko menelan saliva nya dengan sulit. "Mau apa Tuan? Biar saya aja yang layani Tuan, Tuan bilang mau laptop yang terbaik di toko ini kan? Ikut saya Tuan, saya akan tunjukkan barang nya!" karyawan toko jalan lebih dulu, mengarahkan Danu dan Layla ke sudut ruang.


Tampak beberapa buah laptop berderet rapih di atas meja etalase. Dengan berbagai merk, dan harga yang terpampang nyata di papan harga.


Karyawan pria yang sejak tadi merendahkan Danu, semakin berani menatap Danu dengan ejekan lewat mata nya.


'Benar kan dugaan ku, baru di kasih liet harga segini aja udah down tuh mental bini nya. Cantik tampan, terlihat kaya... tapi sayang cuma pura pura kaya huh! Dasar orang kaya baru! Mau tampil keren aja di paksainnn banget!' ejek nya dalam hati.


"Gak sayang, bukan laptop dengan jangkauan harga segitu yang aku inginkan. Tapi di atas harga itu. Tunjukkan pada ku, laptop keluaran terbaru... jangan kau pikir aku gak tau ya!" ucap Danu sinis, dengan tatapan nya menusukkk.


"Ka, udah yang ini aja. Gak usah mahal mahal! Laptop aku juga yang di rumah masih bagus. Kenapa harus beli lagi?" protes Layla, saat Danu gak perduli dengan perkataan sang istri.


"La, aku ingin yang terbaik untuk mu! Kamu itu mau kuliah, aku mampu La! Semua yang aku miliki itu untuk kamu! Bukan untuk aku simpan!" ucap Danu tegas.


"Terserah kaka aja." Layla mengerdikkan bahu nya, gak mau ambil pusing, kalo Danu udah bilang a ya harus a. Setidak nya Layla sudah mulai mengerti, jika Danu gak terima protes jika menyangkut kebutuhan Layla.


"Maaf Tuan, Nona! Jadi mau ambil yang mana untuk laptop nya?" tanya karyawan pria dengan senyum penuh kemenangan.

__ADS_1


''Dasar suami sok kaya, bilang aja lu mau ngebanggain diri lo sendiri di depan istri lo... emang kalo orang udah susah, ya susah aja lah. Gak usah begaya begayaan." gumam karyawan toko dengan tatapan sinis pada Danu, orang yang gak ia kenal sama sekali.


"Apa kau mengatakan sesuatu? Aku mendengar mu! Ambilkan laptop yang aku inginkan! Yang paling terbaru, harga 66 juta rupiah! Apa kau pikir aku gak tau, jika itu adalah keluaran terbaru? Dan yang kau perlihatkan pada ku ini adalah barang yang ke luar tahun lalu!" ujar Danu panjang kali lebar, mematahkan senyum di bibir karyawan toko.


"Ini beneran yang terbaru kok Tuan! Laptop dengan harga yang di minta Tuan, emmm i- itu barang nya sudah habis terjual Tuan! Hanya tinggal ini aja!" ucap karyawan toko dengan bohong.


"Ka Danu, udah... yang ini aja! Aku gak apa kok! Ini juga udah bagus banget ka!" bujuk Layla, mengelusss lengan Danu yang ia peluk.


'Jangan ribut ka, ini tempat umum! Masalah laptop kok di perkarain.' pikir Layla dengan tatapan memohon pada Danu.


"Ada apa ini? Apa ada masalah?" tanya seorang pria dengan mengenakan jas biru, yang kini berdiri di samping karyawan toko.


"Eh emmmm gak ada pak. Beneran gak ada masalah apa apa kok! Sa- saya hanya sedang menjelaskan pada Tuan dan Nona ini. Perihal laptop ke luaran terbaru yang ada di toko saat ini, pak." ucap karyawan toko pria, dengan terbata bata, rasa gugup bersaranggg di hati nya. Keringat di gin pun kini menghinggapi nya apa lagi saat Danu menatap nya dengan tatapan menjengkelkan.


"Tuan Danu kan ya? Tuan yang ada di majalah bisnis? Waaah suatu kehormatan, toko kami ini bisa kedatangan Tuan!" ucap Teddy dengan mengulurkan tangan kanan nya di depan Danu dan Layla secara bergantian.


"Anda hanya terlalu melebih lebihkan aja. Saya hanya pengusaha biasa, belum apa apa jika di bandingkan dengan anda." ucap Danu merendah, membalas uluran tangan pria yang mengajak nya bicara.


Deg.


'A- apa? Pengusaha? Jadi pria yang aku pikir pura pura kaya itu beneran orang kaya? Mampusss gue!' batin karyawan pria dengan menelan saliva nya dengan sulit.


"Siapa sekarang yang kena mental?" tanya Danu, seakan mengejek karyawan toko yang sudah mundur 2 langkah dari tempat nya berpijak.


...🥀🥀🥀...


Bersambung...


...Kehaluan semata...


⭐⭐⭐⭐⭐ kalo mau update banyak 🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️🤸🏼‍♀️

__ADS_1


__ADS_2