Gadis Malang Milik CEO

Gadis Malang Milik CEO
Gak habis pikir


__ADS_3

...🥀🥀🥀...


Ratna beringsut mundur dari duduk nya. Dingin nya lantai tidak lagi ia rasakan, dengan ke dua tangan dan kaki terikat. Menatap ngeriii guru pengganti nya itu.


Bugh bugh bugh bugh.


Danu mencambuk Ratna dengan ikat pinggang milik nya.


"Akkhhh sakit pak! Ampun!" teriak Ratna kesakitan, bulir bening menerobosss mengiringi teriakan nya.


"Itu juga yang Layla katakan pada mu, Ratna. Tapi di mana telinga mu? Kamu seakan gak memperdulikan teriakan Layla, kamu jahat Ratna! Kamu manusia berhati iblis!" ucap Danu dengan tatapan kecewa pada Ratna.


Danu menyerahkan ikat pinggang nya pada Arsandi.


"Lakukan seperti apa yang ia lakukan pada Layla." titah Danu dengan dingin.


"Paaak tolong saya pak, maafkan saya! Tolong lepaskan sa- akkhh! Ampun!" teriak Ratna saat Arsandi mencambuk tubuh Ratna dengan ikat pinggang Danu.


"Ayah gak apa apa?" tanya Danu, menepuk bahu ayah mertua nya, yang lagi duduk di kursi depan ruang Ratna di sekap.


"Hati ayah perihhh, sakit, melihat putri nya di siksaaa. Entah kesalahan apa yang sudah Layla perbuat pada anak itu, hingga tega memperlakukan Layla sekeji itu!" ucap Noval gak habis pikir.


"Iri, dengki, dendam. Itu yang menjadi dasar nya yah!" ujar Danu.


"Waktu nya kita hukum ke 2 bajingannn itu yah! Ayah mau ikut Danu atau tetap di sini?" tanya Danu, setelah Arsandi ke luar dari ruangan Ratna.


"Yang pasti ayah ikut kamu, nak! Kita balas perbuatan pria berengsekkk itu! Pria yang sudah membuat Layla menderita!" ucap Noval dengan tangan mengepalll, beranjak dari duduk nya.


Pagi menjelang.


Kini menyisakan Danu dan Layla di ruang rawat. Tati dan Yanto pulang bersama dengan Baskoro. Sementara Noval langsung di antar pulang ke rumah nya, setelah memberikan hukuman untuk Ratna, dan 2 pria yang sudah menyiksaaa Layla.


"Aakkk jangan, akkkhhh ampun! Pergi kalian! Aku tidak ingin ada kalian di sini! Pergi!" teriak Layla, setelah membuka ke dua mata nya, melihat tidak ada seorang pun di dekat nya.


Prang trang, trang prang bugh bugh.


Layla melemparkan apa saja yang ada di dekat nya. Tatapan nya memancarkan ketakutan.


Ceklek.


Danu langsung ke luar dari kamar mandi, dengan wajah yang lebih segar setelah mencuci muka nya. Ia di kejutkan dengan suara teriakan Layla dan suara benda benda jatuh.

__ADS_1


Grap.


"Akkhhh lepas! Kamu jahat, kalian orang jahat! Lepaskan aku! Aku sudah punya suami! Lepas!" teriak Layla dengan histeris, saat Danu langsung membawa nya ke dalam dekapan nya.


"Gak apa, La. Ini aku La. Aku suami kamu! Kamu udah aman La!" Danu menangkup wajah Layla dengan ke dua tangan nya. Menatap mata bulat Layla yang di liputi ketakutan.


"Aman? Kita aman? Mereka menyiksaaa ku hiks, mereka hiks..." ucap Layla dengan terisak, mencoba mengatakan pada Danu, namun hati nya seakan belum siap untuk berkata, yang ada hanya isak tangis nya yang semakin terdengar menyayat hati.


Danu mendudukkan diri nya di tepian ranjang rawat Layla, membaringkan gadis itu dengan paha nya yang di jadi kan bantal untuk Layla.


Tangan Danu terulur mengelusss kepala Layla dengan penuh kasih sayang.


"Tenang ya La, kamu udah aman. Mereka sudah mendapatkan hukuman nya La." ucap Danu.


"Hiks hiks hiks." bulir bening seakan tidak ingin reda, terus ke luar dari pelupuk mata Layla. Seakan mewakili hati Layla yang teramat sakit. Hanya di gambarkan dengan tangis.


"Kamu pasti bisa melupakan kejadiam pahit itu La! Kita lalui bersama ya La! Kamu itu gadis yang kuat La, hati mu kuat. Tuhan gak akan memberikan cobaan yang berat, jika kamu gak bisa melewati nya La." ujar Danu, menguatkan hati Layla.


'Aku kotor ka Danu, mereka jahat, mereka menyentuh apa yang menjadi milik mu! Aku, aku kotor, aku gak pantas untuk mu! Aku gak layak untuk mu!' batin Layla, menggigit bibir bawah nya, mengingat apa yang terjadi pada diri nya.


Sreek.


"Pergi! Pergi kamu! Kamu pergi! Pergi dari hadapan ku! Aku bilang pergi!" teriak Layla, dengan sesenggukan.


Danu yang melihat Layla kembali hilang kontrol. Menekan tombol darurat yang ada di kepala ranjang rawat rumah sakit.


Sementara di rutan, tempat Aleta di tahan.


"Kenapa sampe sekarang papa belum ada kabar? Papa nih berhasil gak sih ngancurinnn tuh bocah ingusan! Awas aja kalo sampe gagal. Gue pecat tuh Basuki dari setatus ayah gue!" gerutu Aleta.


Aleta berseringai, membayangkan jika rencana Basuki untuk melelang Layla berjalan dengan mulus.


"Layla, Layla. Gue rasa lo lagi di jadiin budak ranjanggg sama orang yang berhasil ngebeli lo!" gumam Aleta pelan, dengan sudut bibir yang terus mengembang.


Kini Irfan dan Wisnu berada di dalam sel, setelah mendapat perawatan secara intensif.


"Gue pikir lo udah matiii!" sindir Irfan, dengan tatapan sinis ke arah Wisnu yang duduk di pojokan sel.


"Sayang nya Tuhan itu masih baik sama gue! Tuhan masih memberikan gue kesempatan buat memperbaiki kesalahan gue!" ucap Wisnu, menanggapi ocehan Irfan.


"Memperbaiki kesalahan? Jangan mimpi lo! Mereka gak akan membiarkan lo bebas dari sini! Kita bakal membusuk di sini, kalo lo gak pake cara gue!" ucap Irfan, mencoba menghasut dan mempengaruhi Wisnu.

__ADS_1


"Gue gak akan terpengaruh dengan perkataan lo!" ucap Wisnu tegas.


Sementara di rumah megah Noval.


Pagi yang indah di sambut dengan ocehan Sifanye, yang menuding Noval tengah berselingkuh.


"Jawab pertanyaan ku, yah! Ayah semalam pergi kan menemui wanita jalanggg itu?" tuduh Sifanye, menatap tajam sang suami yang sudah rapih dengan celana bahan dan kemeja tanpa mengenakan jas nya.


"Apa sih mah! Ayah gak menemui jalanggg, hanya saja ayah pergi..." Noval menggantung perkataan nya.


"Hanya saja apa? Apa yang ayah coba sembunyikan dari mama?" tanya Sifanye dengan menyelidik.


"Ayah menemui Layla." ucap Noval dengan terduduk di tepian ranjang dengan wajah suram.


Sifanye mengerutkan kening nya, menatap Noval dengan heran. Terlebih dengan perubahan wajah nya yang tampak muram.


Sifanye menyeringai, menebak nebak dengan apa yang terjadi pada putri sambung nya itu.


'Gue harap itu anak mengalami musibah, kalo perlu kecelakaan, biar Lulu bisa gantiin posisi Layla jadi istri Danu. Gak cuma itu, harta ayah jadi cuma milik gue dan Lulu. Gak bakal kekurangan seumur hidup.' pikiran licik Sifanye.


"Layla kenapa, yah?" tanya Sifanye, menepuk bahu Noval. Meyakinkan Noval untuk mengatakan pada nya.


"Layla baru aja mengalami musibah, mah!" seru Noval.


"Ayah serius? Layla kena musibah apa? Parah gak? Masih ada kesempatan hidup berapa persen?" cecar Sifanye, dengan bersemangat mendengar kabar Layla mengalamai musibah.


Ceklek.


Lulu nyelonong masuk tanpa wajah bersalah, dan bertanya pada ayah nya untuk menghilangkan rasa penasaran nya.


"Ka Layla kenapa yah? Apa ka Layla separah itu? Ka Layla masih bisa di selamatkan kan yah?" cecar Lulu, setelah mendudukkan diri nya di samping sang ayah.


...💖💖💖...


Bersambung...


Like dan komentar nya dong, 😅😅 biar ora sepi sepi amat gitu ini novel. Masa cuma tuyul doang yang aktif komen. Yang laen, mana suara nya?


...Berawal dari kehaluan, di tuangkan dalam tulisan. Jadi lah karya author dalam bentuk bacaan 😅😅...


...Kehaluan semata...

__ADS_1


__ADS_2